Namun, ia menghindari pembahasan mengenai rumitnya perang di kedua negara terkait munculnya gerilyawan di wilayah perbatasan Pakistan dan meluncurkan serangan terhadap pasukan NATO di Afghanistan.
Pakistan terlibat dalam operasi militer melawa Taliban Pakistan di kawasan barat laut negara tersebut. Salah satu tantangan utama Jenderal Petraeus sebagai komandan NATO adalah berusaha membujuk para pemimpin Pakistan agar memalingkan perhatiannya kepada Taliban Afghanistan yang bermarkas di kawasan suku.
Pakistan dihantam serangkaian serangan mematikan dalam dua minggu terakhir yang telah menewaskan hampir 150 orang. Kekerasan juga meningkat di Afghanistan. Bulan Juni menjadi bulan paling mematikan untuk pasukan internasional di negara tersebut sejak perang dimulai sembilan tahun yang lalu.
"Kejadian baru-baru ini memperlihatkan adanya ancaman bersama yang mengintai Pakistan dan Afghanistan dari para pasukan perlawanan dan militer Pakistan telah berusaha untuk menangkal ancaman ini," kata Jenderal Petraeus dalam sebuah pernyataan yang disampaikan setelah bertemua dengan kepala militer Pakistan, Jenderal Ashfaq Parvez Kayani.
"Saya menantikan kelanjutan kerja sama dengan Jenderal Kayani dan mengidentifikasi hal-hal yang menjadi kepentingan bersama, begitu juga kerja sama dalam upaya-upaya yang bisa membantu meningkatkan keamanan regional," katanya.
Jenderal Petraeus sebelumnya menjadi kepala Komando Sentral Militer AS yang bertugas mengawasi perang di Afghanistan dan Irak, serta telah beberapa kali mengunjungi Pakistan kala itu.
Ia mengambil alih kendali di Afghanistan setelah Jenderal Stanley McChrystal dipaksa mengundurkan diri karena komentar dari dirinya dan para ajudannya yang muncul di majalah Rolling Stone dan berisi kritikan terhadap pemerintahan Obama.
Pakistan sejauh ini menolak tekanan dari AS untuk mengambil tindakan terhadap Taliban Afghanistan. Para analis mengatakan militer Pakistan yakin bahwa Taliban dapat menjadi sekutu yang berguna di Afghanistan jika pasukan asing telah keluar. Pakistan membantu gerakan tersebut memperoleh kekuasaan di Afghanistan pada tahun 1990-an.
Pakistan mengklaim pasukannya telah memerangi Taliban Pakistan. Sebuah bom pinggir jalan menghantam kendaraan militer yang mengangkut pasukan militer di kawasan suku di daerah Orakzai, barat laut Pakistan, pada hari Senin, menewaskan seorang prajurit dan melukai empat lainnya, kata Jehanzeb Khan, pemimpin setempat.
Militer Pakistan mendeklarasikan kemenangan di Orakzai bulan Juni lalu setelah menyerbu Taliban di kawasan itu selama berbulan-bulan dengan menggunakan serangan udara dan artileri. Tapi, serangan gerilyawan dan operasi militer di kawasan itu terus berlanjut.
Polisi juga menyerang kelompok gerilyawan di Punjab dalam dua hari terakhir, menangkap 98 orang, kata kepala polisi provinsi, Saleem Dogar, pada hari Senin.
Sebagian besar kelompok-kelompok tersebut pernah mendapat dukungan dari pemerintah dalam perang melawan Uni Soviet di Afghanistan, dan melawan India di Kashmir, tapi mereka berbalik melawan pemerintah karena hubungan dekat antara Pakistan dan AS.
AS berusaha mendukung perang Pakistan melawan gerilyawan dengan mengucurkan dana bantuan militer yang besarnya mencapai miliaran dolar ditambah pengiriman prajurit untuk melatih prajurit lokal. Tiga orang pelatih AS tewas pada bulan Februari saat kendaraan yang mereka tumpangi meledak dihantam bom mobil bunuh diri di distrik Lower Dir di dekat perbatasan dengan Afghanistan.
Pasukan Pakistan menewaskan seorang komandan Taliban di kawasan yang sama pada hari Minggu. Ia diyakini merancang serangan terhadap warga Amerika, kata seorang personel aparat keamanan yang tidak bersedia menyebutkan nama karena tidak diizinkan berbicara kepada media.
Naseer Khan, yang juga dikenal dengan nama Shamsher, tewas dalam baku tembak melawan tentara yang mengadakan operasi pencarian di kota Maidan yang bertujuan untuk menangkapnya, katanya. (dn/wt) www.suaramedia.com
- Kasus Tentara Afghanistan – Iran Timbulkan Kecurigaan
- Hadapi Taliban, AS Pelajari Perang Dunia - Vietnam
- Picu Kehebohan, Tere Bin Laden Dicekal di Pakistan
- Rasmussen: Penarikan Pasukan Dari Afghanistan Bahayakan NATO
- Meningkatnya Pembelot Tentara Korea Utara Khawatirkan Perang














