Gerakan tersebut mengatakan pada hari Minggu (29/8) bahwa mereka ingin memanggil bersama-sama media internasional yang berada di Afghanistan untuk membahas klaim Jenderal David Petraeus, komandan pasukan AS dan NATO di Afghanistan.
Kekerasan di Afghanistan mencapai titik terburuk sejak Taliban digulingkan pasukan Afghanistan yang didukung AS pada akhir tahun 2001 karena kedua kubu meningkatkan serangan dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di masing-masing kubu.
Dalam beberapa bulan terakhir, keduanya juga meningkatkan perang di media, membanjiri berbagai pemberitaan internasional dan Afghanistan dengan pernyataan.
Pada hari Minggu, Taliban menyebut komentar Petraeus di televisi NBC dan BBC mengenai perkembangan di Afghanistan sebagai penipuan dan propaganda yang terorganisasi.
Dalam pernyataan via email yang dikirimkan kepada berbagai media, Taliban – atau Emirat Islam Afghanistan – menyelenggarakan konferensi pers agar mereka bisa mengungkapkan yang sebenarnya terjadi kepada dunia.
"Untuk membuat dunia menyadari fakta-fakta dan angka-angka serta kenyataan yang terjadi, Emirat Islam menyarankan digelarnya konferensi pers, mengumpulkan para koresponden media dunia yang bertugas di Afghanistan," kata mereka.
"Ini dilakukan untuk menyurvei situasi keseluruhan dan membuat perkiraan mengenai kondisi yang terjadi saat ini, khususnya mengenai klaim Jenderal Petraeus soal kemajuan," demikian kata Taliban dalam pernyataan yang tertulis dalam bahasa Pashto dan Inggris.
Petraeus sebelumnya mengatakan bahwa momentum Taliban di markas mereka di selatan Afghanistan telah bisa dikendalikan, sebuah pernyataan yang pekan lalu disebut Taliban sebagai pernyataan frustrasi.
Taliban seing berbicara kepada media melalui juru bicara yang ditunjuk, biasanya melalui telepon dari lokasi yang tidak diungkapkan. Selain itu, Taliban juga mengoperasikan situs internet yang diperbarui datanya secara reguler.
Tapi, pernyataan hari Minggu kemarin agaknya merupakan undangan pertama Taliban untuk menggelar konferensi pers sejak mereka digulingkan dan bersatu kembali sebagai pasukan gerilya.
Pernyataan tersebut tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai konferensi itu, dan mereka juga tidak secara langsung bisa dimintai komentar.
Petraeus dan Presiden Afghan Hamid Karzai memberikan serangkaian wawancara sepanjang akhir pekan lalu untuk mendorong kepercayaan publik terhadap perang. Taliban juga telah semakin canggih dalam penggunaan media dan mengeluarkan sebuah pernyataan di hari Selasa (24/8) untuk membantah komentar Petraeus.
"Operasi kami (Taliban) semakin meningkat daripada sebelumnya terutama di provinsi-provinsi sekeliling Kabul," ujar juru bicara Qari Yousuf Ahmadi dalam sebuah pernyataan yang di-email ke media oleh Emirat Islam Afghanistan, nama yang digunakan oleh Taliban ketika mereka menguasai Afghanistan sejak tahun 1996-2001.
"Tidak satu hari pun terlewati tanpa penjajah dan antek mereka mengalami kekalahan besar di Logar, Kapisa, Maidan Wardak, dan Laghman," ujarnya, merujuk pada provinsi-provinsi di sekeliling Kabul.
Kekerasan di seluruh Afghanistan menembus rekor meski ada 150,000 pasukan AS dan NATO. Pasukan AS dan NATO telah meningkatkan operasi setelah Taliban menyebar dari wilayah selatan dan timur ke utara dan barat.
Sebuah jajak pendapat yang dirilis oleh NBC dan Wall Street Journal menemukan bahwa tujuh dari 10 warga Amerika tidak percaya perang akan berakhir dengan sukses.
Afghanistan juga menghadapi pemilu parlemen pada tanggal 18 September yang akan menjadi ujian stabilitas dan kredibilitas bagi pemerintah Afghan setelah pemilu presiden dicemari oleh kecurangan tahun lalu. (dn/ay/sm) www.suaramedia.com
- Incar Taliban, Pakistan Bantai Puluhan Warga Sipil
- Petraeus: Jejak Kaki Taliban Kian Meluas di Afghanistan
- Munculnya Hitler Kecil Australia Picu Kemarahan
- Kerry Peringatkan Meningkatnya Ekstrimisme Akibat Banjir
- Frustasi, Karzai Desak Strategi Perang Afghanistan Dirombak














