Selasa, 21 Mei 2013

Headlines:

Intel India – Mossad Dalangi Bom Bunuh Diri Pakistan

E-mail Cetak PDF

ISLAMABAD (Berita SuaraMedia) – Research and Analysis Wing (RAW), badan intelijen India, dan Mossad Israel mendalangi serangan bom bunuh diri terhadap sebuah proses Syiah di Quetta yang menewaskan 73 orang melalui jaringan kuat yang dimiliki keduanya di Afghanistan, demikian disebutkan dalam editorial sebuah surat kabar Pakistan edisi Minggu (5/9).

"Serangan bunuh diri pada Yaum al-Quds (Hari Yerusalem) di Quetta tampaknya merupakan sebuah konspirasi yang dirancang dengan hati-hati, dan harus diingat bahwa badan (intelijen) India RAW dan Mossad dari Israel telah memiliki jaringan yang kuat di Afghanistan. Hanya melalui jaringan inilah Quetta dijadikan target," demikian dituliskan dalam kolom editorial Nawa-i-Waqt.

"Oleh karena itu, setelah bencana banjir kembali muncul tragedi baru di Baluchistan," tambah editorial itu.

Setidaknya 73 orang tewas dan lebih dari 150 orang mengalai luka-luka setelah sebuah ledakan melanda sebuah prosesi Syiah di dekat Meezan Chowk, Quetta, Jumat pekan lalu. Kelompok radikal Sunni terlarang, Lashkar-e-Jhangvi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Editorial itu mengutip sumber terpercaya yang mengatakan bahwa hasil investigasi awal terhadap ledakan di luar Karbala Gamay Shah di Lahore yang menewaskan 35 orang Rabu pekan lalu merupakan hasil konspirasi dari agen-agen asing.

Bukti yang terkumpul menunjukkan ada kekuatan-kekuatan yang bermusuhan dengan Pakistan bersatu untuk memulai upaya destabilisasi baru di Pakistan.

Editorial itu menambahkan, semua partai politik dan pemimpin Pakistan harus memerhatikan kejadian-kejadian ini dengan serius karena serangkaian gelombang baru ketegangan dan terorisme serta kebijakan politik mereka yang salah mengakibatkan fase sulit yang dihadapi Pakistan.

Disebutkan pula bahwa mantai presiden Pakistan, Pervez Musharraf pernah mengungkapkan mengenai jaraingan agen-agen India di Baluchistan yang bertugas mengacau di tengah masyarakat dan membuat mereka melawan pemerintah Pakistan

Editorial itu menyebutkan bahwa pemerintah tidak siap mengakui adanya kemungkinan tangan-tangan asing dalam serangan terorisme terbesar yang terjadi di provinsi  tersebut.

"Sebuah langkah untuk mengembalikan hak-hak rakyat Baluschistan telah diawali, namun jatuh dalam tarik tambang politik antara berbagai partai dan pada akhirnya memudar," kata editorial itu.

"Sementara itu, para agen India dan Israel bekerja siang malam di Baluchistan untuk menciptakan masalah, jelas bahwa kinerja mereka diawasi Amerika, yang juga membantu mereka dalam membantu dalam upaya mereka," tambah editorial tersebut.

Nawa-i-Waqt juga mengimbau para politisi agar sama-sama bertindak dan menghadapi permasalahan serius yang dihadapi Pakistan.

Tahun 2003 lalu, diungkapkan bahwa badan intelijen India dan Israel bersatu untuk menciptakan kekacauan di perbatasan antara Pakistan dan Afghanistan.

Dalam laporan untuk pemerintah yang dikutip kantor berita Online, dua badan tersebut meminta kewenangan mengambil "langkah-langkah luas" untuk memerangi misi diplomatik India di Afghanistan dan mendukung kepentingan mata-mata India dan Israel.

"Badan-badan intelijen telah memperingatkan pemerintah bahwa misi India dan Israel di sepanjang perbatasan India dan Israel terlibat dalam aktivitas teroris," tulis kantor berita itu mengutip keterangan sumber terpercaya.

Online menambahkan, "Sejumlah bukti khusus juga mengindikasikan bahwa misi India dan Israel mendalangi aksi terorisme di Balucshistan."

Online juga mengutip keterangan sejumlah sumber yang menyebut bahwa RAW dan Mossad menjalin kerja sama untuk melawan Pakistan.

"Sumber-sumber mengungkapkan bahwa RAW, Mossad, dan Khad (bekas dinas keamanan Afghanistan) bersatu setelah 23 tahun dan merencanakan aktivitas-aktivitas terorisme di Pakistan," tulis Online. (dn/nk/toi) www.suaramedia.com

Sejarah Islam

Husen Bin Salam, Pendeta Yahudi Dengan Panggilan Islam Dihatinya
Ketika pertama kali mendengar kedatangan Nabi, H...More »

Berita Gadget Terkini

Apple Ingin Lepas Ketergantungan Terhadap Samsung
Dilansir BGR, analis teknologi dari firma RBC Ca...More »

Keajaiban Dunia

Sejarah Seribu Satu Malam Terancam Serangan Turis
Benteng tersebut membuka sejarah Irak ribuan tah...More »

Otomotif Terbaru

Zoe, Mobil Cantik Besutan Perusahaan Kosmetik
Sistem sirkulasi udara pada mobil tersebut, memb...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon