Sejauh ini hanya 200,000 dolar yang sudah dihabiskan oleh AS dan tidak banyak atau bahkan tidak ada samasekali dari donor lain enam bulan setelah pendukung asing Afghanistan sepakat untuk bermurah hati memberikan kucuran dana untuk upaya "penyelamatan" itu.
Di waktu yang sama, aliran perlawanan Taliban yang mencari reintegrasi menurun dalam enam bulan terakhir. Tidak jelas apakah itu disebabkan oleh kurangnya program yang akan memberikan mereka pekerjaan, jaminan keamanan, dan insentif lain, atau karena sebagian besar Taliban tidak lagi melihat perlawanan sebagai tawaran kalah.
Dalam lima tahun terakhir, upaya reintegrasi Afghanistan dengan dana minim, Komisi Perdamaian dan Rekonsiliasi, mencatat bahwa 9,000 Taliban yang ingin bergabung dengan pihak pemerintah Afghan, bandingkan dengan 100 orang sejak bulan April.
"Program itu hampir mati," ujar Mohammad Akram Khapalwak, petinggi di komisi yang berbasis di Kabul itu. Dia mengatakan bahwa para karyawan di sana belum digaji selama tiga bulan. "Taliban tahu pemerintah tidak memiliki kebijakan tunggal untuk perdamaian dan rekonsiliasi."
Dukungan Amerika dan internasional untuk inisiatif yang lebih ambisius sudah ada. Ketika Jenderal Stanley McChrystal mengambil tongkat komando di Afghanistan tahun lalu, dia berpendapat dalam penilaian awalnya bahwa dibutuhkan sebuah program yang akan menawarkan insentif wajar pada pemberontak untuk menghentikan pertempuran dan kembali ke kehidupan normal.
Menteri Pertahanan Robert Gates mengatakan di hadapan Kongres, "Ini benar-benar tentang membuat para prajurit itu memutuskan tidak mau lagi menjadi bagian dari Taliban.
Pemerintah AS tahun ini menganggarkan 100 juta dolar untuk mendukung program reintegrasi, sementara dalam Konferensi London di Afghanistan bulan Februari lalu, beberapa negara menjanjikan tambahan 150 juta dolar untuk masuk ke Peace and Reintegration Trust Fund, untuk dikelola bersama oleh pemerintah Afghan dan pendukung asing. Seorang pejabat AS mengatakan bahwa per Agustus, hanya 200,000 dolar dari uang AS yang digunakan untuk reintegrasi.
Sejauh ini, Inggris telah memberikan 2.6 juta dolar, meskipun pemerintah mengatakan bahwa negaranya berkomitmen memberikan bantuan sebesar 7.5 juta dolar. Sumbangan belum datang dari Jerman (yang menjanjikan 64 juta dolar) dan Jepang (50 juta dolar), meskipun pemerintah kedua negara diharapkan akan berkontribusi bulan ini.
Hanya Estonia yang telah menyalurkan sepenuhnya kontribusi yang dijanjikan sebesar 64,000 dolar.
Tidak banyak tekanan pada donor untuk memenuhi janji mereka lebih cepat, tapi, karena Afghanistan belum membentuk sebuah badan untuk menyalurkan uang tersebut.
Dalam sebuah jirga di bulan Juni, delegasi sepakat untuk membentuk Dewan Perdamaian Tinggi yang akan bertanggung jawab untuk berusaha melibatkan para pemimpin Taliban dalam perundingan.
Setelah itu, dalam konferensi Kabul di bulan Juli, lebih banyak lagi uang internasional yang dijanjikan untuk dana perwalian reintegrasi, dengan delegasi sepakat bahwa Dewan Perdamaian Tinggi akan menjalankan program yang dibiayai oleh dana tersebut. (rin/dn) www.suaramedia.com













