Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Tak Sengaja Pasang Bendera Terbalik, AS Minta Maaf

E-mail Cetak PDF

MANILA (Berita SuaraMedia) – Bahkan dalam dunia diplomasi, ada kalanya bahasa harus jelas dan tidak disalahartikan, seperti ketika sebuah bendera dipasang secara keliru dan menandakan keadaan perang.

Pemerintah AS mengatakan bahwa pihaknya melakukan "kesalahan yang tak disengaja" saat memperlihatkan bendera Filipina secara terbalik.

Menjadi masalah karena bendera Filipina yang diperlihatkan terbalik memperlihatkan pertanda yang keliru, yakni bahwa negara Asia Tenggara tersebut tengah dalam keadaan perang.

Bendera Filipina diperlihatkan bagian birunya dibawah, hal itu memperlihatkan bahwa negara itu tengah dalam perang.

Saat negara damai, maka yang biru berada di bawah yang merah.

Pengakuan "kesalahan tak disengaja" tersebut disampaikan AS dalam sebuah pertemuan yang dipandu Presiden Barack Obama.

Bendera Filipina dipajang secara terbalik di belakang Presiden Benigno Aquino III saat para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) bertemu dengan Obama di New York, Sabtu waktu AS.

"Itu adalah kesalahan yang tidak disengaja," kata juru bicara Kedutaan Besar AS untuk Filipina, Rebecca Thompson.

Thompson menambahkan, "Amerika Serikat  menghargai hubungan kemitraan yang dekat dengan Filipina."

Kedutaan Besar Amerika akan mencari tahu bagaimana bisa kejadian "yang patut disayangkan" tersebut terjadi, katanya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Filipina, Ed Malaya mengatakan pemerintahan Filipina memahami bahwa kejadian itu adalah "sebuah kesalahan yang tidak disengaja" yang "tidak seharusnya mengurangi kepentingan sesungguhnya dari pertemuan, yang menunjukkan kerja sama antara ASEAN dan AS yang belum pernah dilakukan sebelumnya."

Masih belum jelas siapa yang awalnya mengungkapkan kesalahan tersebut.

Sebuah foto yang memperlihatkan Aquino duduk di samping Obama dengan bendera Filipina terbalik di belakang mereka dipajang di sebuah situs pemerintahan, Minggu, namun berita foto yang dituliskan tidak menyebutkan mengenai kesalahan tersebut.

Dalam pertemuan itu, Obama membahas mengenai cara-cara untuk meningkatkan hubungan ekonomi antara AS dan Asia Tenggara, demikian juga dengan kehkhawatiran di kawasan Asia, seperti sengketa teritorial di Laut China Selatan dan pemilihan umum tanggal 7 November mendatang di Myanmar yang dikuasai militer.

Pasal 10 dari Undang-Undang Republik Fiilipina tahun 18491 menyatakan, "Bendera itu, jika dukubarkan dari tiag bendera, seharusnya warna birunya ada di atas pada saat damai."

"Dalam posisi tergantung warna birunya seharunya ada di kanan (kiri orang yang melihat) saat damai, dan warga merahnya ada di kanan (sebelah kiri orang yang melihat) pada saat perang."

Undang-undang yang mengatur mengenai bendera nasional juga menyatakan bahwa ada hukuman, seperti denda dan penjara hingga satu tahun bagi orang  yang diketahui memperlakukan bendera secara tidak hormat.

Obama bertemu dengan para pemimpin ASEAN, Jumat, di New York, sebagai bagian dari pembukaan Majelis Umum PBB. Pertemuan pertama antara AS dengan ASEAN terjadi di Singapura tahun kemarin.

Menurut Gedung Putih, Obama dan para pemimpin membahas mengenai berbagai isu ekonomi, pemanasan global, dan juga antiterorisme di antara sejumlah agenda yang menjadi kekhawatiran bersama. (dn/io/dm/lt) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon