Hal itu merupakan tanda terjelas bahwa putra Kim yang berusia 20-an tersebut tengah merintis jalan untuk menjadi penerus ayahnya dalam memimpin negara miskin tersebut.
Kim memberikan perintah menganugerahkan pangkat jenderal kepada enam orang perwira – termasuk untuk putranya, Kim Jong Un, demikian dilansir kantor berita KCNA.
Yang juga mendapat kenaikan pangkat adalah Kim Kyong Hui, kakak perempuan Kim. Pengumuman tersebut juga merupakan pertama kalinya nama Kim Jong Un muncul di media resmi.
Laporan tersebut muncul beberapa jam menjelang dimulainya pertemuan Partai Pekerja yang berkuasa di Korea Utara. Pertemuan itu merupakan pertemuan politik terbesar di negara itu dalam tiga dekade, dan di tengah spekulasi bahwa dua orang tersebut mungkin saja diserahi posisi penting dalam pertemuan itu.
Kim Jong-Il, pemimpin berusia 68 tahun yang sakit-sakitan, mengambil alih kendali Korea Utara saat ayahnya, pendiri Korea Utara Kim Il Sung, meninggal karena gagal jantung pada 1994 silam.
Kim Jong-Il dikabarkan mendidik putra ketiganya sebagai pewaris tahta, sejumlah pakar juga mengatakan bahwa Kim Kyong Hui mungkin saja diberi tugas mengawasi peralihan kekuasaan jika sang pemimpin mangkat sebelum sang putra siap mengambil alih.
Asisten Menteri Luar Negeri AS Kurt M. Campbell dalam sebuah telekonferensi mengatakan bahwa Washington "mengawasi perkembangan dengan hati-hati" dan berusaha menginterpretasi pentingnya pengumuman.
Pertanyaan mengenai siapa yang akan mengambil alih jabatan dari Kim Jong-Il, yang berkuasa secara absolit namun diyakini menderita sejumlah penyakit, penting bagi keamanan regional, karena program peluru kendali dan nuklir Korut yang aktif, ditambah dengan ancaman reguler terhadap negara rivalnya, Korea Selatan yang merupakan sekutu penting AS.
"Dipromosikannya Kim Jong Un adalah titik awal upaya resmi penyerahan kekuasaan," kata Kim Yong-hyun, seorang pakar Korut di Seoul Dongguk University.
Ia mengatakan, kebijakan "songgun" yang artinya "kekuatan militer lebih dulu" yakni prioritas utama diberikan untuk angkatan bersenjata, akan memainkan peranan penting dalam suksesi kekuasaan.
Kim Kyong Hui dan suaminya Jang Song Thaek, wakil ketua Komisi Pertahanan Nasional, mungkin akan menjadi pengawas Kim muda dalam persiapannya menuju kekuasaan.
Banyak delegasi pertemuan partai tiba di Pyongyang pada hari Minggu melalui kereta api, dan kota tersebut dihiasi dengan bendera-bendera dan plakat berisi pengumuman ajang tersebut, demikian terlihat dari rekaman yang ditayangkan APTN. "Sambutan hangat terhadap para perwakilan Partai Pekerja Korea!" demikian isi tulisan di salaha satu poster.
Sebuah surat kabar Korsel melaporkan pada hari Senin bahwa Kim muda dipilih sebagai utusan militer untuk konferensi itu. Komite sentral partai kemudian memadamkan propaganda internal yang menyebutnya sebagai penerus Kim Jong-Il, demikian dilansir surat kabar Chosun Ilbo, mengutip keterangan dari seorang sumber di Korut yang tidak disebutkan namanya.
Tetap saja, sejumlah pakar mengatakan bahwa putra Kim – yang diyakini berusia di pertengahan atau akhir 20-an tahun – mungkin tidak siap secara resmi menjalani debut sebagai penerus. Jadi, saudara perempuan Kim Jong-Il yang berusia 64 tahun mungkin dijadikan penerus sementara jika Kim meninggal, tulis Yuriko Koike, mantan menteri pertahanan dan penasihat keamanan nasional Jepang, dalam kolom surat kabar awal bulan ini.
Cheong Seong-chang, seorang staf senior Sejong Institute, sebuah lembaga think tank yang bermarkas di dekat Seoul, setuju dengan Koike.
"Ada kemungkinan dia (Kim Kyong Hui) mugkin menjadi koordinator untuk memastikan peralihan kekuasaan berlangsung mulus," kata Cheong.
Koike menulis bahwa Kim Jong-Il sendiri mengakui otoritas saudarinya di negara komunis tersebut. "Kim Kyong Hui adalah saya, kata-katanya adalah kata-kata saya, dan perintahnya juga perintah saya."
Namun, Koike yang kini menjadi pejabat tinggi Partai Demokratik Liberal di Jepang, tidak menjelaskan bagaimana dia mengetahui komentar-komentar tersebut.
Kim Kyong Hui, yang kini mengepalai departemen industri ringan partai penguasa Korea Utara, berusia empat tahun lebih muda dari Kim Jong-Il. Informasi biografis mengenainya amat jarang. Namun, mantan koki sushi Kim dalam memoarnya yang dirilis tahun 2003 menuliskan bahwa Kim Kyong Hui penuh pesona, ketika menyangkut menngenai saudaranya.
"Di berbagai perjamuan, dia selalu duduk di dekat Kim Jong-Il dan terus mengatakan ‘kakak, kakak!’" kata Kenji Fujimoto. "Dia merawat saudara laki-lakinya."
Sebuah foto kecil dalam buku yang diterbitkan Kementerian Unifikasi Korea Selatan memperlihatkan foto Kim Kyong Hui dengan wajah tembam, berkacamata dan memiliki rambut sebahu yang bergelombang.
Berdasarkan rekaman video yang ditayangkan tahun lalu oleh televisi pemerintahan Korut memperlihatkan Kim Kyong Hui mengenakan mantel bulu berwarba abu-abu cerah yang sama dengan milik kakaknya dan berdiri di samping sang pemimpin saat dia melakukan perjalanan inspeksi ke sebuah pertanian.
Koike menuliskan bahwa Kim Kyong Hui diyakini memiliki kepribadian yang galak, ia menambahkan bahwa Kim Jong-Il pernah berkata, "Ketika saudara perempuan saya bersikap keras, tidak ada yang bisa menghentikannya. Bahkan saya pun tidak bisa berbuat apa-apa." (dn/dn) www.suaramedia.com
- Mantan Dubes Inggris: Taliban "Lelah Berperang"
- Upaya Pemalsuan Sejarah PD II Ancam Perdamaian Dunia
- Salahkan AS, Karzai Tangisi Memburuknya Afghanistan
- Ribuan Pasukan Asing Tak Hentikan Ancaman Teroris di Afghan
- Tim Pembantai AS Jadikan Tulang Manusia Sebagai Piala














