"Terorisme di daerah kami adalah sebuah ancaman yang semakin meningkat untuk perdamaian dan keamanan dunia. Jangkauan keberanian dan geografis kelompok ekstrimis dan teroris yang terpendam di daerah kita terus berlanjut meluas," Rassoul mengatakan pada Majelis Umum PBB pada Senin waktu setempat.
Menurut pejabat Afghanistan, kerjasama internasional yang lebih besar dibutuhkan untuk mengalahkan terorisme di daerah tersebut," ia melanjutkan.
"Jika rekan-rekan internasional kami dan sekutu-sekutu kami berharap untuk memenangkan perang global pada terorisme, mereka harus melihat di luar desa-desa di Afghanistan, dan ikut serta dalam sebuah strategi yang akan secara efektif dan secara meyakinkan membongkar organisasi-organisasi dan jaringan-jaringan yang terus berlanjut dengan imunitas untuk mendukung teroris dan militan radikal," kantor berita Reuters mengutip Rassoul.
Taliban telah meningkatkan serangan mereka ketika pasukan Afghanistan dan pasukan Asing meningkatkan tekanan mereka pada pihak perlawanan.
Pasukan AS dan NATO masuk ke dalam benteng Taliban di Kandahar, dilihat sebagai kunci untuk strategi pemerintahan Obama untuk memperbaiki sembilan tahun perang, sementara pihak perlawanan berusaha untuk mengacaukan kemampuan pemerintah Afghanistan untuk menguasai sebagian besar Negara tersebut.
Rassoul menekankan bahwa "terorisme masih meriupakan sebuah tantangan global yang dapat dikalahkan hanya melalui sebuah upaya internasional bersama."
Ia mengatakan bahwa Afghanistan berkomitmen untuk memperluas kerjasama kontra-terorisme dengan Pakistan dan Negara-negara lainnya di kawasan tersebut.
Menteri tersebut juga bersumpah utnuk bekerja dengan erat dengan Negara-negara tetangga dan rekan-rekan internasional lainnya untuk memenangkan perang terhadap narkotika.
"Ekstrimis dan teroris yang tersembunyi dan berbahaya dan bahkan jaringan mereka yang semakin meningkat dengan narkotika mengajukan sebuah ancaman yang serius untuk keamanan dan stabilitas Negara dan kawasan kami," Rassoul mengatakan.
Kekerasan telah meningkat pada tingkat tertingginya di seluruh Afghanistan sejak Taliban diusir oleh pasukan yang dipimpin AS pada tahun 2001.
Korban-korban militer dan warga sipil juga telah mencapai sebuah catatan tertinggi dalam perang yang pecah di negara tersebut pada tahun ini.
Rassoul juga memberi petunjuk bahwa pasukan asing di negaranya telah membuat begitu banyak kesalahan.
Ia juga meminta komunitas internasional untuk membantu negara yang dilanda perang tersebut dalam pertempuran melawan narkotika.
"Untuk menyelesaikan upaya-upaya kami dalam menghilangkan produksi opium, kami berharap melihat tindakan yang lebih besar untuk melawan penyelundupan perintis jalan ke dalam negara kami dan untuk mengurangi tuntutan dan konsumsi obat-obatan di Negara lainnya," ia menyatakan.
Afghanistan dianggap sebagai produsen 90 persen dari produksi gelap opium dan heroin di dunia, badan pengawas obat-obatan PBB mengatakan dalam laporannya tahun 2010.
Menurut angka statistik PBB, Afghanistan menghasilkan hanya 185 ton opium per tahun di bawah kekuasaan Taliban. Sejak invasi yang dipimpin oleh AS, produksi obat-obatan telah meningkat menjadi 3.400 tons setiap tahunnya. Pada tahun 2007, perdagangan opium tersebut mencapai sebuah perkiraan tinggi produksi sepanjang masa sebesar 8.200 ton.
Para pejabat Afghanistan dan Barat telah menyalahkan Washington dan NATO untuk peningkatan yang sangat drastis tersebut, mengatakan bahwa para sekutu telah "mengabaikan" masalah obat-obatan sejak mereka telah menginvasi Afghanistan. (ppt/pv/dn) www.suaramedia.com














