Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Salahkan AS, Karzai Tangisi Memburuknya Afghanistan

E-mail Cetak PDF

KABUL (Berita SuaraMedia) - Presiden Afghanistan Hamid Karzai Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengkritik pasukan asing pimpinan AS atas kekerasan yang terus-menerus berlangsung yang telah memakan korban nyawa warga sipil di negara yang dilanda perang tersebut.

Karzai mengatakan Afghanistan terjebak di antara tujuan kekuatan Barat dan militan yang didukung oleh negara-negara lain dan mengajak orang untuk bersatu demi perdamaian.

Karzai menangis pada hari Selasa (28/9) saat ia meminta Afghanistan untuk "segera sadar" dan bergerak cepat menuju perdamaian, atau menghadapi risiko melihat generasi berikutnya melarikan diri ke luar negeri dan kehilangan identitas Afghanistan mereka.

Warga Afghan harus tinggal dan bekerja di negara mereka dan melayani negara katanya, sambil memperkenalkan untuk pertama kalinya beberapa anggota dewan perdamaian yang akan membantu mencari penyelesaian politik ketimbang militer untuk mengakhiri pertempuran yang dipimpin Taliban.

"Saya tidak ingin Mirwais, anak saya, menjadi orang asing, saya tidak menginginkan ini. Saya ingin Mirwais menjadi orang Afghanistan," kata Karzai, yang menghabiskan bertahun-tahun dalam pengasingan di Pakistan, ketika memerangi pendudukan Soviet pada 1980-an dan kemudian selama pemerintahan Taliban.

"Oleh karena itu sadarlah ... Anda menyaksikan apa yang terjadi di tanah kita dan hanya melalui usaha kita sendiri tanah air kita ini dapat menjadi milik kita, "tambahnya, menarik tepuk tangan yang meriah dari penonton di sebuah acara hari literasi internasional di sekolah Kabul.

Tahun ini telah menjadi tahun paling berdarah sejak tahun 2001, ketika pasukan pimpinan Amerika menggulingkan Taliban dalam minggu-minggu setelah serangan 11 September di Amerika Serikat.

Dengan perlawanan memperoleh kekuatan meskipun adanya kehadiran hampir 15.000 pasukan asing, ada rasa yang tumbuh di antara sekutu Afghanistan baik di kampung halaman maupun di beberapa pangkalan bahwa pembicaraan mungkin satu-satunya jalan untuk perdamaian.

Pada bulan Juni lalu, Karzai menyerukan sebuah jirga perdamaian, atau pertemuan tradisional para pemimpin suku dan masyarakat yang menerima proposal untuk membentuk sebuah dewan untuk mencari perdamaian.

Namun Taliban menolak gagasan pembicaraan tersebut, mengatakan semua pasukan asing harus terlebih dahulu meninggalkan Afghanistan.

Dewan Karzai akan memiliki lebih dari 68 anggota termasuk dua mantan presiden, setidaknya dua mantan pejabat Taliban, serta ulama dan wanita. Dewan ini akan mencoba untuk membantu memediasi pembicaraan damai dengan pemberontak yang dipimpin Taliban.

Anggotanya telah disetujui setelah musyawarah dengan kepala suku dan pemilik kekuasaan, sebagian ada yang memihak Amerika Serikat dalam menumbangkan Taliban pada 2001.

"Pemerintah Afghanistan dengan keseriusan lebih lanjut ... harus mengambil langkah-langkah yang kuat untuk membawa perdamaian ke tanah ini secepatnya," kata Karzai.

Rencana damai Karzai, yang didukung oleh para tetua suku di "jirga perdamaian" pada bulan Juni, yang melibatkan usulan untuk memikat prajurit bawahan dari medan perang dengan insentif uang dan pekerjaan sembari mencari perdamaian dengan para pemimpin militan senior dengan menawarkan suaka di negara-negara Muslim dan menghapuskan nama mereka dari daftar hitam PBB.

Negara donor, kebanyakan dari mereka adalah negara-negara Barat, telah berjanji untuk menyediakan puluhan juta dolar untuk merekrut lebih banyak prajurit bawahan Taliban.

Karzai telah menetapkan target yang ambisius pada tahun 2014 bagi Afghanistan untuk mengambil alih tanggung jawab keamanan dari pasukan AS dan NATO.

Presiden AS Barack Obama, yang akan melakukan kajian strategi perang pada bulan Desember, juga berencana untuk memulai penarikan bertahap pasukan AS dari bulan Juli 2011 jika kondisi memungkinkan.

Sekutu-sekutu Washington NATO semakin tidak tenang tentang perang yang tidak populer itu dan sangat ingin mengalihkan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Afghanistan.

AS dan sekutunya memiliki lebih dari 150.000 tentara yang ditempatkan di Afghanistan. Amerika dan pasukan NATO telah gagal untuk membawa perdamaian ke negara yang didera kekerasan itu.

Korban jiwa sipil di tangan pasukan asing telah menyebabkan peningkatan dramatis dalam sentimen anti-Amerika di Afghanistan. (iw/pv/dn) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon