Kamis, 23 Pebruari 2012

Headlines:

Upaya Pemalsuan Sejarah PD II Ancam Perdamaian Dunia

E-mail Cetak PDF

BEIJING (Berita SuaraMedia) – China dan Rusia mengecam upaya-upaya untuk memalsukan sejarah Perang Dunia II, keduanya memperingatkan bahwa hal itu mungkin saja memicu kekerasan di antara berbagai bangsa.

Kecaman tersebut dikemukakan dalam pernyataan gabungan setelah Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengakhiri lawatan tiga harinya di China, Selasa.

"China dan Rusia dengan tegas mengecam upaya-upaya untuk memalsukan sejarah Perang Dunia II, mengagungkan Nazi, orang-orang yang suka perang dan para kaki tangannya, serta merusak citra para pembebas," demikian isi pernyataan tersebut sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua.

"Piagam PBB dan berbagai dokumen internasional lain telah membuat keputusan final mengenai Perang Dunia II. Pemalsuan (sejarah) tidak diperbolehkan karena hal itu akan memicu lahirnya kekerasan di antara berbagai bangsa."

Perang Dunia II melibatkan lebih dari 80 negara dan menelan nyawa sekitar 50 hingga 70 juta orang.

"Rakyat dari kedua negara akan mengingat dan menghormati orang-orang, entah dari pihak Sekutu atau bukan, yang bertempur bahu membahu bersama dengan kami untuk menyelamatkan nyawa dan kebebasan," demikian bunyi pernyataan tersebut.

"Sejarah yang agung, diwarnai dengan persahabatan rakyat kedua negara yang bertempur dalam perang dan saling membantu telah menjadi landasan kuat bagi hubungan kerja sama strategis dan koordinasi saat ini antara China dan Rusia," tambah pernyataan itu.

Dalam pernyataan menandai peringatan 65 tahun berakhirnya Perang Dunia II, China dan Rusia juga menekan Jepang.

Pernyataan gabungan tersebut muncul di tengah ketegangan antara Tokyo dan Beijing terkait Kepulauan Senkaku di Prefektur Okinawa yang dipicu oleh insiden tabrakan antara sebuah kapal nelayan China dan dua kapal patroli pantai Jepang di perairan Jepang dekat kepulauan tersebut.

Di Beijing, Senin, Presiden China Hu Jintao dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menandatangani pernyataan gabungan peringatan 65 tahun diakhirinya perang tersebut. Dokumen itu menegaskan bahwa kedua negara mengambil posisi yang berdekatan terkait hasil akhir Perang Dunia II dan pelajaran yang diambil dari perang tersebut.

Menurut Istana Kepresidenan Rusia, pernyataan itu menekankan posisi dekat kedua negara mengenai hasil akhir dan pelajaran perang, serta mengecam upaya-upaya memalsukan sejarah serta menjadikan Nazi dan para sekutunya sebagai pahlawan. Mengadopsi pernyataan itu, China dan Rusia yang sama-sama pernah berselisih dengan Jepang mengenai isu teritorial, mengambil tindakan bersama untuk menekan Jepang.

Saat tiba di China pada hari Minggu, Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan bahwa hubungan antara Moskow dengan Beijing "disegel oleh darah" yang tertumpah saat berperang melawan musuh bersama.

Medvedev memulai lawatan tiga harinya ke negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut dengan mengunjungi bekas kota Rusia, Dalian, dan memberikan penghormatan kepada para prajurit Rusia yang tewas mempertahankan pelabuhan dari invasi Jepang.

"Persahabatan dengan China adalah pilihan strategis Rusia. Pilihan ini tersegel oleh darah bertahun-tahun yang lalu," kata Medvedev di hadapan para veteran perang China dan Rusia.

"Persahabatan antara rakyat Rusia dan China yang dilandasi peristiwa militer tidak akan bisa dihancurkan dan akan berdampak baik bagi generasi muda kita. Bagi Rusia dan China, kenangan dari peristiwa-peristiwa itu adalah hal yang sakral," kata Medvedev.

Sebelum bertemu dengan para veteran perang dan Li Min, 73, cucu pemimpin revolusi China Mao Zedong, Medvedev meletakkan karangan bunga di sebuah monumen yang dibangun untuk mengenang perang Rusia melawan Jepang pada tahun 1904-1905 dan juga Perang Dunia II.

Rusia terlibat dialog dengan China, konsumen energi terbesar dunia, terkait pengiriman gas. Moskow juga ingin menarik masuknya lebih banyak investasi dari China.

China dan Rusia berada pada posisi berlawanan dengan dominasi global AS, dan Kremlin suka menyebut hubungannya dengan Beijing sebagai "kerja sama strategis." (dn/nk/ym/hd) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon