Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Sengketa Kontraktor Asing Ancam Rekonstruksi Afghanistan

E-mail Cetak PDF

KABUL (Berita SuaraMedia) – Proyek rekonstruksi besar di Afghanistan dalam bahaya penutupan karena pemerintahan Presiden Hamid Karzai menolak untuk membatalkan perintah yang melarang pemakaian jasa penjaga keamanan swasta, menurut laporan media.

Perusahaan pembangunan yang didanai AS sudah mulai menutup proyek, Washington Post melaporkan pada hari senin (10/5-2011).

Proyek bantuan senilai lebih dari satu miliar dolar akan terpaksa dibatalkan pada akhir pekan ini.

Kecuali Karzai melepaskan permintaannya agar semua penjaga keamanan swasta dibubarkan pada tanggal 17 Desember, strategi NATO untuk melawan gerilyawan Taliban juga bisa terancam.

Proyek bantuan dengan dana AS yang bertujuan untuk membantu petani dan memajukan pemerintah lokal ini dipandang penting bagi upaya perang.

Sebuah estimasi dari Dewan Penasihat Keamanan Luar Negeri menyatakan bahwa 18 proyek senilai 1,4 miliar dolar akan harus ditutup pada akhir Oktober, The Guardian melaporkan.

Kontraktor di Afghanistan bersikukuh bahwa perusahaan keamanan swasta dibutuhkan untuk melindungi karyawan mereka.

“Jika proyek ini terhenti, sekalian saja kami pulang,” ujar salah satu petinggi. “Proyek ini penting untuk strategi kontrapemberontakan.”

Larangan terhadap kontraktor swasta, yang diperintahkan oleh Karzai pada bulan Agustus, akan mulai berlaku pada tanggal 17 Desember mendatang.  Larangan itu diterapkan pada semua perusahaan pembangunan dan organisasi nonpemerintah. Juga mencakup kontraktor swasta yang menjaga konvoi pasokan untuk militer yang membawa makanan, bahan bakar, dan suplai penting lainnya, yang pelayanannya mendukung pekerjaan rekonstruksi.

Diplomat dan perwakilan dari perusahaan pembangunan terus mempertahankan bahwa penjaga swasta adalah penting. Mereka mengatakan bahwa para pekerja menghadapi ancaman nyata dari serangan pemberontak dan tindak kejahatan. Pejabat Afghanistan mengatakan bahwa kontraktor beroperasi dengan pengawasan yang terlalu sedikit dan berada di luar kontrol polisi lokal dan militer.

Pemerintah Afghan mengatakan para pekerja dan proyek mereka harus dijaga oleh petugas polisi dan prajurit setempat, tapi pejabat AS mengatakan bahwa tujuan itu tidak realistis. Pasukan keamanan pemerintah lokal korup, kurang terlatih, dan terlalu sedikit jumlahnya untuk melakukan pekerjaan itu, ujar mereka.

“Jika kami tidak memiliki keamanan swasta, kami tidak bisa beroperasi di Afghanistan,” ujar seorang eksekutif pembangunan. “Ini tidak terbuka untuk negosiasi.”

Menutup upaya rekonstruksi akan meninggalkan 20.000 warga Afghan tanpa pekerjaan dan menimbulkan kerugian senilai 1,5 miliar dolar dalam pekerjaan rekonstruksi yang tengah berlangsung.

Itu akan mengganggu komponen kunci dalam upaya antipemberontakan pimpinan AS yang bergantung pada penciptaan kondisi stabil terutama di wilayah selatan dan timur Afghanistan dengan membantu para petani Afghan dan memajukan pemerintahan setempat.

Larangan ini meningkatkan kekhawatiran tentang kesediaan Karzai untuk bekerjasama dengan masyarakat internasional dan akan memperumit penilaian akhir tahun dari upaya perang oleh Gedung Putih dan NATO. (rin/ms/f24) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon