Koran-koran Inggris dan AS telah tenggelam dengan laporan-laporan tentang sifat upaya perdamaian yang dibutuhkan untuk mengakhiri perlawanan Taliban selama sembilan tahun dan memungkinkan 150,000 kontingen NATO pimpinan AS di Afghanistan untuk menarik diri.
Taliban membantah terjadinya pembicaraan apapun dan pakar Afghan maupun Pakistan tentang kelompok pemberontak menepis laporan itu sebagai propaganda Barat.
Tapi Pakistan bertekad untuk memastikan bahwa pemerintah yang bersekutu memegang kekuasaan di Kabul saat AS dan sekutunya menarik pasukan mereka dari Afghanistan.
Washington dan Kabul setuju tidak akan ada perdamaian di Afghanistan tanpa kerjasama dari Pakistan, yang telah berulangkali menawarkan untuk memfasilitasi upaya rekonsiliasi.
Selama 10 tahun, Islamabad telah menjadi sekutu Amerika dalam perang, terlepas dari penentangan publik dan serangan bom di seluruh penjuru negeri yang telah menewaskan lebih dari 3,740 orang dalam tiga tahun terakhir.
Tapi Pakistan tidak seharusnya dipercaya penuh oleh pemerintah Afghan maupun AS, yang menuduh militernya terus membantu perkembangan Taliban Afghan yang diduga lahir dalam perlawanan terhadap pendudukan Soviet atas Afghanistan di tahun 1980an.
Pakistan dan Afghanistan juga berbagi populasi etnis Pashtun dalam jumlah besar, yang secara tradisional tidak mengakui adanya perbatasan antara kedua negara di era penjajahan Inggris dan yang darimana sebagian besar Taliban berasal.
Pakistan menganggap Afghanistan sebagai aset strategis, di mana pemerintah sahabat di Kabul bisa membantu mengimbangi kekuatan India, oleh karena itu rezim Taliban diakui secara diplomatik antara tahun 1996-2001.
Dewan Tinggi Perdamaian pemerintah Afghan telah memasukkan Taliban, bersama dengan Iran dan Arab Saudi dalam daftar negara-negara Muslim yang dimintainya bantuan, menurut juru bicara Mualavi Qeyamudin Kashaf.
Tapi Rahimullah Yusufzai, salah satu pakar kelompok militan Pakistan, memperingatkan bahwa Islamabad perlu melawan pengekangan dari kelompok itu.
"Kita harus sangat berhati-hati. Ada kemungkinan kita tidak akan mendapat apa-apa pada akhirnya."
"Beberapa komandan Taliban mungkin tidak sepakat dengan peran Pakistan karena mereka masih meyakini Islamabad mengkhianati mereka dengan berpihak pada AS setelah 11 September." (rin/dn) www.suaramedia.com














