Komentar di People's Daily, surat kabar utama Partai Komunis, terjadi sehari setelah beberapa diplomat mengatakan China mendesak pemerintah Eropa untuk menghindari upacara Hadiah Nobel Perdamaian untuk Liu Xiaobo bulan depan dan tidak membuat pernyataan yang mendukung dia.
China telah bereaksi dengan mengecam sejak Liu diberikan hadiah nobel satu bulan yang lalu. Komentar itu mengatakan Hadiah Nobel telah terbungkus dalam ideologi sejak akhir Perang Dingin dan "menjadi alat bagi negara-negara Barat untuk memaksakan evolusi damai terhadap kekuasaan yang tidak memenuhi standar mereka."
Menyebutnya kartu politik Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, komentar tersebut mengatakan bahwa hadiah itu telah digunakan "untuk memberlakukan tekanan propaganda, ideologis yang membelah dan menyebabkn kerusuhan sosial di negara-negara sosialis, termasuk Uni Soviet."
Hadiah ini mentargetkan China sekarang karena daya tumbuhnya, ujar komentar tersebut.
"Hadiah Nobel Perdamaian yang berulang mencerminkan ketakutan ekstrim Barat tentang kebangkitan China ... Barat tidak ingin melihat China, sebuah negara yang kuat yang telah membuat sukses besar dalam begitu banyak hal, memiliki rezim politik yang berbeda dari orang-orang Barat."
Selain kampanye melalui media pemerintah untuk mencela Liu, China telah meningkatkan serangan diplomatik. Dua diplomat Barat mengatakan Kedutaan Besar China di Oslo telah mengirimkan surat resmi ke sejumlah kedutaan besar Eropa di ibukota Norwegia mendorong mereka untuk tidak menghadiri upacara 10 Desember.
Menurut salah satu diplomat di Beijing yang mengatakan ia telah melihat surat itu, China menyebutkan mereka mengulangi posisinya bahwa Liu adalah seorang kriminal karena mengadvokasi reformasi politik luas dan menyebutkan hadiah itu sebagai interferensi dalam urusan internal China.
Surat tersebut juga mendesak kedutaan untuk tidak mengeluarkan pernyataan publik yang mendukung Liu pada hari upacara.
Finlandia dan Islandia mengkonfirmasi kedutaan mereka di Oslo telah menerima surat di mana China menyatakan pandangannya mengenai Liu, dan Swedia mengatakan telah menerima surat dari China itu tetapi menolak untuk mengungkapkan isinya.
Para duta besar Denmark dan Belanda tidak mengomentari surat itu, tetapi mengatakan mereka akan menghadiri upacara. Jerman mengatakan telah menerima informasi lisan tentang masalah di kedutaan di Oslo, namun mengatakan perwakilan tetap akan hadir.
Seorang juru bicara Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan "China telah mengangkat masalah ini dengan kami," tetapi menambahkan duta besar Inggris dimaksudkan untuk menghadiri upacara seperti yang biasa dilakukannya.
Liu, seorang penulis dan kritikus pemerintah terang-terangan, sedang menjalani sebuah hukuman penjara 11 tahun karena menghasut subversi dengan Piagam 08, seruan reformasi politik yang berani. Istrinya telah berada di bawah tahanan rumah sejak penghargaan diumumkan pada bulan Oktober.
Banyak para pemimpin dunia, termasuk Presiden Barack Obama, telah menyerukan pembebasannya.
Seorang diplomat Barat membenarkan kedua surat itu. Seorang diplomat dari negara Eropa mengatakan negaranya tidak pernah diminta untuk menghindari acara tersebut, tapi ia menyadari beberapa negara lainnya yang telah didekati.
Ketiga diplomat berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas subyek.
Seorang diplomat keempat di Oslo mengatakan bahwa surat yang diterima oleh kedutaan tidak secara khusus menyebutkanupacara Nobel , namun mendesak diplomat untuk "menahan diri dari menghadiri kegiatan yang diarahkan terhadap China." Diplomat, yang meminta namanya tidak ditulis karena ia tidak berwenang untuk membahas masalah ini secara terbuka, berkata ungkapan yang dipakai mungkin telah berbeda dalam surat yang dikirim ke kedutaan lain.
Geir Lundestad, sekretaris Komite Nobel Norwegia, menolak mengomentari surat China. Dia mengatakan lebih dari 1.000 undangan telah dikirim keluar, termasuk untuk semua duta besar ke Norwegia. Bahkan Dubes China menerima undangan, namun kembali tanpa jawaban, Lundestad berkata.
Tidak jelas siapa yang akan menerima hadiah atas nama Liu. Puluhan aktivis China dan tokoh-tokoh lain telah diundang oleh istri Liu untuk menghadiri atas namanya karena dia percaya penguasa daratan tidak akan membiarkan dia pergi.
Pada hari Kamis, Jurubicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei tidak mengkonfirmasi atau menyangkal bahwa China telah mengirim surat itu.
"Perlawanan kami terhadap pemberian hadiah perdamaian kepada Liu Xiaobo jelas. Kami menentang siapa pun mempermasalahkan ini," kata Hong dalam konferensi pers yang dijadwalkan secara rutin.
Kampanye melawan Liu adalah khas dari diplomasi keras dan lebih agresif yang telah digunakan China baru-baru ini dengan negara-negara Eropa selama kunjungan Dalai Lama dan masalah hak asasi manusia.
Tekanan terhadap pemerintah Barat datang di tengah pelarangan aktivis China, pengacara dan kelompok-kelompok LSM yang telah mendukung Liu. Banyak telah melaporkan seringnya pelecehan polisi dan pengawasan meningkat sejak pengumuman Nobel. (iw/wp) www.suaramedia.com














