Hanya berselang beberapa menit setelah pidato tersebut, Pakistan mengatakan dukungan tersebut akan memperumit proses reformasi dewan tersebut dan berharap bahwa Washington tidak akan memandang sesuatu berdasarkan "urgensi kekuatan politik sementara."
"Posisi Pakistan terhadap reformasi Dewan Keamanan PBB didasarkan pada sejumlah prinsip. Reformasi macam apa pun dari dewan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Piagam PBB, termasuk prinsip kedaulatan yang setara, kesetaraan hak dan determinasi pribadi, serta prinsip keamanan kolektif, akan meruntuhkan sistem hubungan internasional berdasarkan prinsip-prinsip Piagam PBB," demikian kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri seperti dikutip kantor berita Online.
Pejabat itu menambahkan, meski India ingin diakui sebagai kekuatan dunia, ada sejumlah alasan yang cukup untuk tidak memercayai tujuan reformasi DK PBB tersebut, seperti misalnya hubungan India dengan negara-negara tetangganya dan pelanggaran terang-terangan terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Jammu dan Kashmir.
Juru bicara itu menambahkan, di dunia yang global dan independen, kerja sama multilateral hanya bisa dikembangkan jika didasarkan pada sikap hormat pada prinsip-prinsip Piagam PBB dan sejalan dengan norma-norma tindakan antarnegara serta hukum internasional yang diakui.
"Pakistan berharap bahwa AS, yang berkontribusi besar terhadap pendirian sistem dasar PBB, dan khususnya, prinsip-prinsip Piagam PBB, akan terlebih dahulu melalui penilaian moral dan tidak hanya didasarkan desakan kekuatan politik dan kelayakan," tambahnya.
Obama mengatakan bahwa dalam tatanan internasional yang adil dan tahan lama yang diinginkan AS, termasuk efisiensi, efektivitas, kredibilitas, dan legitimasi PBB.
"Itulah mengapa hari ini saya bisa katakan bahwa dalam tahun-tahun yang akan datang, saya menantikan terciptanya reformasi Dewan Keamanan PBB yang menyertakan India sebagai salah satu anggota tetap," kata Obama di hadapan parlemen India.
Saat ini, anggota tetap Dewan Keamanan PBB berjumlah lima negara, yakni Inggris, China, Perancis, Rusia, dan Amerika Serikat.
Dalam pidatonya di parlemen India, Obama menyinggung mengenai tokoh yang dianggap sebagai bapak bangsa, yaitu Mahatma Gandhi. Presiden kulit hitam pertama AS tersebut menegaskan, tanpa Gandhi dan pesan-pesannya untuk menjauhi kekerasan, mengenai cinta dan keadilan, maka dirinya mungkin tidak akan menjadi pemimpin Amerika Serikat.
Obama juga menyebut tiga orang ikon India lainnya dalam pidato itu. Selain Swami Vivekanand dan Dr. B. R. Ambedkar, dalam pidatonya Obama juga mengutip ucapan Rabindranath Tagore untuk memuji India dan orang-orangnya yang berperadaban kaya.
"Saya mungkin tidak akan berdiri di hadapan Anda semua hari ini sebagai presiden Amerika Serikat jika bukan karena Gandhi dan pesan yang disebarkannya kepada Amerika dan dunia," kata Obama yang disambut tepuk tangan riuh para anggota majelis atas dan bawah parlemen India yang memberikan tepuk tangan sambil berdiri.
Merujuk pada kunjungan Swami Vivekananda ke kota tempatnya tumbuh, Chicago, lebih dari satu abad lalu, Obama mengatakan, "Kesucian, kemurnian, dan amal bukan hanya milik gereja di dunia, dan setiap sistem telah menghasilkan pria dan wanita yang berkarakter agung."
Obama mengucapkan kata-kata dalam bahasa Hindi, "Dhyanavaad" (terima kasih) dan "Jai Hind" (hidup India) pada pembuka dan penutup pidatonya. (dn/nk/xh) www.suaramedia.com
- Gates: Jantung Al-Qaeda di Perbatasan Afghan - Pakistan
- "Lingkaran Tertentu Pakistan Kobarkan Perang Afghanistan"
- Ancam Keamanan China, Pengacara Pemenang Nobel China Dijegal
- Jenderal AS: Tidak ada Pelatih, Tidak ada Transisi
- Banjir Nuklir di Pakistan Jadi Dilema Barack Obama














