Senin, 20 Mei 2013

Headlines:

Perlakuan "Berlebih" Untuk Assange Goyang Australia

E-mail Cetak PDF

MELBOURNE (Berita SuaraMedia) – Perdana Menteri Australia, Julia Gillard menghadapi reaksi keras dari sejumlah anggota parlemen dalam faksi parlementer sayap kirinya terkait perlakuan terhadap Julian Assange, pendiri situs pembocor rahasia WikiLeks berkebangsaan Australia yang merilis lebih dari 250.000 dokumen diplomatik rahasia AS.

Sejumlah besar anggota parlemen mengkhawatirkan bahasa yang dipergunakan Perdana Menteri Gillard terkait Assange.

Laurie Ferguson, seorang anggota parlemen dari Partai Buruh yang disingkirkan dari posisi sekretaris paremen karena skandal multikultural dan kesepahaman, menyatakan kepada The Australian bahwa pemerintah bereaksi berlebihan terhadap rilis dokumen rahasia AS tersebut.

Ia mengatakan, informasi yang dirilis tersebut penting bagi demokrasi dan mengungkap kebenaran.

"Belum ada bukti bahwa orang-orang dibahayakan oleh informasi ini (WikiLeaks)," kata Ferguson.

"Di sisi lain, saya rasa penting bagi dunia mendapat informasi tentang betapa bersemangatnya Arab Saudi mengenai program nuklir Iran dan, misalnya, bahwa sejumlah anggota kaukus federal Partai Buruh terlibat erat dalam upaya memberikan arahan terhadap negara lain," katanya.

Ferguson mengecam Menteri Olah Raga Mark Arbib dan mengatakan bahwa dirinya senang bahwa kini sudah diketahui orang terdepan Partai Buruh tersebut merupakan sumber rahasia bagi pemerintah AS.

Komentarnya disampaikan saat Jaksa Agung Robert McClelland kemarin tidak dapat menjelaskan seperti apa Assange melanggar hukum Australia.

McClelland mengindikasikan bahwa investigasi yang dilakukan Kepolisian Federal Australia mengenai tindakan kriminal WikiLeaks dapat berlangsung selama lebih dari setahun.

Pemerintahan Australia mendapat kritikan deras setelah Gillard agaknya membenarkan penilaian terhadap Assange dan menyampaikan pernyataan yang berbunyi, "Yang dijadikan landasan dalam kasus WikiLeaks ini adalah pelanggaran hukum."

Seorang anggota parlemen sayap kiri yang tak bersedia namanya disebutkan mengatakan bahwa pemerintah telah menyampaikan hal yang kasar mengenai Assange dan membuat marah basis sayap kirinya secara internal dan masyarakat.

Sementara lainnya menyatakan bahwa Kevin Rudd benar dalam menangani kasus WikiLeaks, sementara Gillard merusaknya.

Pekan ini, Rudd membidik keamanan AS terkait penanganan informasi rahasia, bukannya Assange. Menurutnya, siapa pun yang awalnya membocorkan dokumen-dokumen tersebut bertanggung jawab secara hukum.

Melissa Parke, anggota parlemen Partai Buruh, mengatakan bahwa tuduhan perkosaan Swedia terhadap Assange aneh. Ia menambahkan, tak seharusnya Assange diperlakukan seperti kriminal.

"Saya mengkhawatirkan pernyataan AS yang menyebut Julian Assange atau keluarganya harus mendapat penyiksaan fisik, dan saya mengecam keras hal itu," kata Parke.

"Tuduhan dari Swedia terdengar amat aneh atas dasar informasi yang tersedia, dan saya harap pengadilan di Inggris mempertimbangkan hal itu dengan saksama sebelum membuat keputusan ekstradisi," katanya.

"Sedangkan mengenai tindakan WikiLeaks dan apakah hal itu melanggar hukum, faktanya adalah, kita tidak tahu. Oleh karena itu, saya rasa salah jika ada yang menganggap Julian Assange penjahat," tambahnya.

Ratusan orang di Sydney, Brisbane, dan Melbourne menggelar unjuk rasa untuk menentang perlakuan terhadap Assange.

Dalam salah satu unjuk rasa di Melbourne, Rob Stary, seorang pengacara, mengatakan bahwa pemerintah Australia menjilat AS. (dn/nk/tan) www.suaramedia.com

Sejarah Islam

Husen Bin Salam, Pendeta Yahudi Dengan Panggilan Islam Dihatinya
Ketika pertama kali mendengar kedatangan Nabi, H...More »

Berita Gadget Terkini

Apple Ingin Lepas Ketergantungan Terhadap Samsung
Dilansir BGR, analis teknologi dari firma RBC Ca...More »

Keajaiban Dunia

Sejarah Seribu Satu Malam Terancam Serangan Turis
Benteng tersebut membuka sejarah Irak ribuan tah...More »

Otomotif Terbaru

Zoe, Mobil Cantik Besutan Perusahaan Kosmetik
Sistem sirkulasi udara pada mobil tersebut, memb...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon