Kamis, 23 Mei 2013

Headlines:

"Negara Jahat" Panaskan Hubungan AS - Australia

E-mail Cetak PDF

SYDNEY (Berita SuaraMedia) – Australia berselisih paham dengan sekutu besarnya Amerika Serikat gara-gara Iran. Pasalnya, Australia menyatakan bahwa Iran bukan "negara jahat" dan program nuklir Iran merupakan program untuk pertahanan, bukan untuk menyrang. Hal tersebut diungkap oleh kawat-kawat diplomatik AS yang dibocorkan WikiLeaks.

Dokumen-dokumen yang dipublikasikan Sydney Morning Herald, Senin (13/12) tersebut juga mengungkapkan bahwa organisasi-organisasi keamanan tertinggi Australia yakin Teheran menganggap kesepakatan dengan Amerika Serikat merupakan jalan terbaik untuk memastikan keamanan nasional mereka.

Tapi, Kantor Perkiraan Nasional (ONA) Australia menyatakan bahwa Washington takut jika upaya nuklir Iran dapat memicu perang konvensional atau perang nuklir dan menyatakan bahwa konflik antara Israel dan Iran merupakan tantangan terbesar terhadap stabilitas Timur Tengah.

ONA juga khawatir pengembangbiakan nuklir di Timur Tengah bisa saja mendorong negara-negara Asia Tenggara meningkatkan kemampuan nuklir masing-masing.

"Adalah hal yang keliru jika menyebut Iran ‘negara jahat’," kata Peter Varghese, mantan ketua ONA kepada Amerika Serikat seperti dikutip kawat diplomatik AS dari Canberra pada tahun 2008.

Telegram tersebut menyatakan, ONA menginginkan pandangan yang lebih seimbangan terhadap Teheran secara diplomatis ketimbang negara yang berperilaku impulsif atau tidak rasional.

WikiLeaks memicu kemarahan di Washington karena publikasi kawat-kawat rahasia AS. Situs itu juga berjanji merilis 250.000 dokumen rahasia AS yang telah berhasil didapatkannya.

Pendiri WikiLeaks Julian Assange kini ada di dalam tahanan di Inggris atas tuduhan kejahatan seksual di Swedia.

Telegram diplomatik AS dari Canberra pada tahun 2008 menyatakan, ONA yakin hasrat Teheran untuk mengembangkan senjata nuklir kemungkinan didorong oleh keinginan menghentikan serangan Israel dan Amerika Serikat, bukannya meluncurkan serangan di Timur Tengah.

"ONA memandang program nuklir Teheran dalam paradigma pertahanan, karena kemampuan Iran untuk memproduksi senjata mungkin sudah cukup untuk memenuhi tujuan-tujuan keamanannya," demikian isi laporan kedutaan AS tersebut kepada Washington.

"Tapi, intelijen Australia menganggap upaya Teheran memproduksi bahan bakar nuklir secara mandiri, program senjata rahasia jangka panjang, serta terus dikerjakannya sistem peluru kendali sebagai indikator kuat bahwa pada akhirnya Teheran menginginkan cadangan senjata nuklir."

ONA yakin, upaya Iran mendapatkan senjata nuklir tidak dapat dihindari dan pemerintah Australia khawatir langkah tersebut dapat memicu pengembangbiakan nuklir di Asia Tenggara.

Sebuah laporan kedutaan AS pada Maret 2009 memberitahu pemerintah pusat di Washington bahwa Australia khawatir dengan potensi pengembangbiakan nuklir di Timur Tengah yang akan mendorong negara-negara Asia Tenggara meninggalkan kesepakatan nonproliferasi nuklir (NPT) dan mengupayakan kemampuan nuklir masing-masing, yang akan menjadi ancaman langsung bagi Australia.

Tapi, para analis intelijen Australia yakin bahwa di luar sikap keras selama 20 tahun terhadap Washington, tindakan rezim Teheran memiliki akar yang cukup dangkal.

"Cara yang paling efektif bagi Teheran untuk memastikan keamanan nasional adalah hubungan strategis dengan AS melalui sejumlah kesepakatan," kata dinas keamanan Australia tersebut. (dn/reu) www.suaramedia.com

Sejarah Islam

Husen Bin Salam, Pendeta Yahudi Dengan Panggilan Islam Dihatinya
Ketika pertama kali mendengar kedatangan Nabi, H...More »

Berita Gadget Terkini

Apple Ingin Lepas Ketergantungan Terhadap Samsung
Dilansir BGR, analis teknologi dari firma RBC Ca...More »

Keajaiban Dunia

Sejarah Seribu Satu Malam Terancam Serangan Turis
Benteng tersebut membuka sejarah Irak ribuan tah...More »

Otomotif Terbaru

Zoe, Mobil Cantik Besutan Perusahaan Kosmetik
Sistem sirkulasi udara pada mobil tersebut, memb...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon