Pimpinan redaksi Online J. Baig, segera sekembalinya dari Turki di mana ia telah menemani Perdana Menteri Yousaf Raza Gilani selama kunjungan resmi di sana, telah memerintahkan sebuah penyelidikan ke dalam cerita palsu WikiLeaks tersebut.
Keputusan untuk memecat Siddique Sajid tersebut diambil setelah ditetapkan dalam penyelidikan bahwa ia telah "semata-mata menyalahgunakan" kewenangan editorialnya di dalam absennya pimpinan redaksi agen berita tersebut dengan "mengarang-ngarang sebuah cerita palsu tentang sebuah subjek yang sangat sensitif seperti pengungkapan WikiLeaks", Online mengatakan pada website-nya.
Pihak kantor berita tersebut menyesalkan rilisan cerita tersebut, publikasi yang berikutnya oleh media dan "erosi konsekuensi dari kreidbilitas publiknya".
Jaringan Berita Internasional Online adalah salah satu dari kantor berita terbesar di Pakistan.
"Kita seharusnya melanjutkan untuk menunjukkan peranan bermanfaat ini dalam sebuah cara yang bertanggung jawab seperti yang selalu kita lakukan," Baig dikutip ketika mengatakan.
"Saya mengerti kesulitan dari pemberitaan di sebuah tempat yang dicampuri dengan kepentingan-kepentingan operasi dengan sembunyi-sembunyi, namun memberitakan tentang subjek yang paling mudah menguap baru-baru ini di media global dan, yang juga, tanpa mengkonfirmasikan isi cerita tersebut dengan dokumen-dokumen faktual, merupakan sebuah tindakan pemberitaan yang tidak dapat diterima," ia menambahkan.
Cerita Online tersebut telah menyebutkan peranan India dalam yang diduga menurunkan stabilitas daerah suku Pakistan dan provinsi Balochistan dan mengacukan pernyataan tersebut pada duta besar AS untuk India, mengutip WikiLeaks.
Kantor berita Online telah mengklaim pada Sabtu (11/12) waktu setempat bahwa "cerita yang dikatakan tersebut diangkat dari kantor berita harian Daily Mail yang dipublikasikan dari Islamabad."
"Harian tersebut diyakini ditutup untuk agen-agen intelijen di Pakistan dan di cerita-cerita yang ditanamkan tersebut," Online mengatakan.
"kami telah scara teratur mereproduksi berita-berita dari organisasi media Pakistan dan merilisi pokok-pokok yang layak," klarifikasi tersebut menyebutkan.
Harian Berita yang membawa klarifikasi tersebut di halaman depan setelah pihaknya mempublikasikan berita tersebut. Pihaknya juga telah mengirim sebuah surat peringatan legal kepada Online untuk berita palsu tersebut yang dapat "merusak kredibilitas dari harian tersebut."
Laporan yang sama juga dibawakan oleh harian Express, The Nation, dan harian lainnya disamping saluran TV di Pakistan. (ppt/sfy) www.suaramedia.com













