Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

AS Khawatirkan Ancaman Senjata Biologis di India

E-mail Cetak PDF

NEW DELHI (Berita SuaraMedia) – Longgarnya keamanan di sejumlah laboratorium India memantik kekhawatiran di kalangan pejabat AS. Mereka khawatir jika India bisa menjadi target senjata biologis atau sumber materi bioterorisme, hal tersebut diungkap dalam sejumlah dokumen diplomatik rahasia yang dipublikasikan situs pembocor rahasia WikiLeaks.

Menurut sejumlah dokumen yang dikirimkan dari Kedutaan Besar AS di New Delhi yang dirilis oleh surat kabar Inggris, Guardian, para pejabat AS khawatir kelompok-kelompok teroris bisa mengambil keuntungan dari keamanan yang lemah di laboratorium-laboratorium India untuk mencuri materi bioterorisme.

Kawat tertanggal 8 Juni 2006 tersebut berjudul, "India tertinggal dalam persiapan bioterorsme, namun telah mengambil sejumlah langkah". Di dalamnya, dinyatakan bahwa keunggulan di bidang bioteknologi dan basis industri besar India, digabungkan dengan kontrol yang lemah menjadikan negara tersebut sebagai sebuah sumber matero bioterorisme untuk dijadikan target.

Ditambahkan bahwa kemungkinan serangan bioterorisme di India tidak bisa dikesampingkan, meski para pakar India yakin bahwa kelompok-kelompok yang beroperasi di India tidak berfokus pada bioterorisme.

"Keunggulan di sektor bioteknologi dan pergeseran taktik teroris yang berfokus pada upaya mengganggu persatuan sosial dan kemakmuran ekonomi India mengharuskan GOI (pemerintah India) memerhatikan kemungkinan kelompok-kelompok penebar teror menggunakan zat biologis sebagai senjata pemusnah massal serta merusak perekonomian dan sosial," demikian bunyi komentar dalam kawat diplomatik yang bocor.

"Banyaknya zat patogen dan mematikan di dalam negeri banyak dijumpai di India dan basis industrinya yang besar. Jika digabungkan dengan kontrol yang lemah, hal itu menjadikan India sebagai sumber materi bioterorisme untuk dijadikan target," tambah dokumen tersebut.

Selain itu, disebutkan pula bahwa India memiliki sektor kesehatan masyarakat dan infrastruktur pertanian yang lemah, jika digabungkan dengan padatnya populasi, hal itu berarti jika zat-zat berbahaya dilepaskan, maka tidak akan terdeteksi untuk beberapa saat sebelum aparat menyadarinya.

"Menurut Kementerian Pertanian, India khususnya rentan terhadap serangan di bidang pertanian. Lebih lanjut lagi, kurangnya komunikasi, koordinasi, dan kerja sama di antara para penyandang dana inti dari berbagai sektor akan terus menjadi rintangan besr bagi kemampuan pemerintah India untuk menanggapi serangan bioterorisme," tambah kawat itu.

Kawat rahasia itu menyatakan bahwa dampak serangan biologis atau pelepasan zat berbahaya secara tidak sengaja di India bisa amat besar mengingat padatnya populasi penduduk di kota-kota di India serta mobilitas kelas menengah India yang semakin berkembang.

"Jika (zat berbahaya) dilepaskan di sebuah kota di India, maka bisa menyebar ke dunia internasional. Dari bandara Delhi saja, setiap hari ada banyak pesawat yang menuju berbagai tujuan di Eropa, Asia, Timur Tengah, serta Afrika, demikian juga penerbangan nonstop ke Chicago dan Newark," tambah kawat itu.

"Para teroris yang merencanakan serangan di mana pun di dunia bisa memanfaatkan kemajuan industri bioteknologi dan penelitian biomedis India sebagai sumber potensial untuk zat biologis."

Seorang diplomat senior India mengatakan kepada AS pada 2006 bahwa kekhawatiran mengenai senjata biologis "bukan lagi sekadar teori belaka."

"(Diplomat Y.K) Singh melaporkan bahwa intelijen India menyadap percakapan yang mengindikasikan bahwa kelompok-kelompok perlawanan tertarik pada bioterorisme, misalnya mencari para ahli dengan pemikiran yang sama dalam bidang biologi dan bioteknologi," demikian isi sebuah dokumen yang dikirimkan ke Washington.

Meski penulis dokumen tersebut mengakui bahwa peluang terjadinya serangan semacam itu kecil, kawat itu merujuk pada data intelijen pemerintah India yang diberikan ke AS, mengindikasikan bahwa kelompok-kelompok tertentu berusaha merekrut atau mempekerjakan lulusan PhD biologi atau bioteknologi dari India. (dn/ms/gd) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon