Bangkitnya Thein Sein, seorang pimpinan setia terpenting Senior Jenderal Than Shwe, memberikan kesempatan tipis reformasi ekonomi dan sosial di dalam negara yang kaya akan sumber daya tersebut yang telah melesu di bawah kediktatoran brutal militer.
"Ia adalah orang yang sempurna untuk Than Shwe. Ia memiliki sebuah catatan rekor yang bagus, tidak ada agenda politik, tidak ada rencana reformasi dan tidak akan mengambil inisiatif aapapun," kata Aung Thu Nyein, seorang akademisi ternama Burma yang menempuh pendidikan di AS.
Ia adalah wajah internasional rejim pada forum-forum regional di mana ia masih tetap bersih dari sorotan media.
Thein Sein adalah presiden dari kalangan warga sipil pertama di negara tersebut setelah hampir 50 tahun kekuasaan militer.
Pemilihannya di oleh parlemen adalah langkah terakhir di dalam transisi Burma untuk demokrasi setelah pemilihan pada bulan November.
Banyak kecaman telah mengutuk proses tersebut sebagai sebuah tipuan yang ditujukan untuk menyatukan kekuasaan militer.
Para wakil militer di parlemen dan sekutu-sekutu sipil mereka memegang 80 persen mayoritas di dalam legislatur baru, yang memilih presiden dari sebuah pemilihan tiga wakil presiden.
Thein Sein adalah yang paling layak dari ketiganya dan terlihat seperti sebuah kemenangan yang mudah bagi pimpinan pemerintahan.
Seorang anggota parlemen majelis perwakilan, Khin Shwe, mengatakan bahwa Thein Sein memenangkan 408 dari 659 suara.
Peranan pimpinan junta, Jenderal Senior Than Shwe, yang telah memegang kekuasaan mutlak sejak tahun 1992, tidak jelas namun ia diharapkan untuk tetap sebagai sebuah kekuatan yang dominan.
Thein Sein adalah seorang tentara karir dan jenderal yang bergabung dalam militer junta pada tahun 1997, diangkat untuk menggantikan Jenderal Soe Win sebagai perdana menteri pada tahun 2007.
Pengangkatannya menjadi pertanda buruk bagi rekonsiliasi nasional pimpinan pro-demokrasi Burma yang baru-baru ini dibebaskan, Aung San Suu Kyi mengatakan bahwa sangat penting bagi perkembangan, ketika ia bebricara dalam telepon pada 28 Januari pada para pertemuan pemimpin dunia di Swiss.
Di bawah konstitusi tahun 2008 yang berlaku pada Senin dengan pembukaan Persatuan Parlemen, presiden menunjuk komando, pimpinan menteri kawasan dan negara bagian, dan beberapa menteri kabinet.
Presiden memiliki otoritas untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan negara asing dengan persetujuan parlemen, dan memberikan ampunan atau amnesti dengan rekomendasi persetujuan Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional, yang ia pimpin.
Thein Sein memiliki sebuah citra sebagai seorang tentara yang "bersih", tidak terlibat dalam korupsi. Sebagai perdana menteri dan pimpinan militer peringkat keempat di junta, bagaimanapun juga, ia tidak memiliki banyak kekuatan untuk membuat keputusan. (ppt/tlg/gd) www.suaramedia.com
- Hamid Karzai Akui Rencana Baru AS di Afghanistan
- Tradisi Terlarang "Wajar" Dalam Kepolisian Afghanistan
- Persenjatai Warga Desa Afghanistan, AS Hadapi Dilema Baru
- NYU Ragukan Kedekatan Hubungan Taliban – Al Qaeda
- Pakar Bedah Amerika Bantah Rumor Pernikahan Presiden Zardari














