Tapi, di medan tempur yang panas dan penuh debu di selatan Afghanistan, para prajurit Inggris yang memerangi Taliban harus menghadapi pertempuran baru, yakni keharusan menyetrika seragam yang mereka kenakan.
Para prajurit pria dan wanita yang ditugaskan di Provinsi Helmand mengatakan bahwa beban mereka sudah cukup banyak tanpa harus dipaksa menyetrika baju tempur mereka beberapa kali seminggu.
Para komandan pasukan mengklaim, penampilan rapi membantu menjaga disiplin dan profesionalisme para prajurit dalam Angkatan Bersenjata Inggris.
Tapi, para prajurit di Camp Bastion, pangkalan militer utama Inggris di Afghanistan, mengecam "kebijakan menyetrika seragam" tersebut.
Dalam sepucuk surat kepada Soldier, majalah militer Inggris, seorang prajurit yang hanya bersedia disebut Kopral Dua Atherton mengatakan bahwa dirinya "ketakutan" dengan peraturan itu, yang "jelas dirancang oleh seseorang yang duduk dengan bosan di belakang meja."
Sang prajurit menambahkan, "Lagipula, kami kan sedang perang dan harusnya berfokus pada pekerjaan kami, bukannya kebijakan-kebijakan tidak penting."
Prajurit itu juga memperhitungkan bahwa menghabiskan waktu 40 menit per minggu untuk menyetrika seragam bagi 6.000 orang prajurit Inggris di Camp Bastion akan menelan biaya nyaris £40.000 per tahun.
Jumlah itu – yang dikalkulasi berdasarkan harga diesel dan menyalakan generator untuk memberikan daya untuk menyalakan setrika – akan lebih baik dibelanjakan pada "sesuatu yang bisa mendongrak moral ketimbang harus membuangnya," tulis Atherton.
Tanggapan-tanggapan itu juga digaungkan oleh seorang prajurit lain. Ia mengatakan, "Saya akan terkejut jika Marsekal Slim (seorang komandan terkenal Inggris pada Perang Dunia II) mengeluhkan mengenai mencukur dan baju yang tidak rapi saat bertugas dalam waktu lama di Burma. Pastinya dia lebih berkonsentrasi untuk memenangkan perang."
Tapi, Kolonel Richard Kemp, yang mengomandani para prajurit Inggris di Afghanistan pada 2003, mengatakan, "Tapi, di tempat yang relatif stabil, aman, dan punya banyak sumber daya seperti Camp Bastion, tidak ada alasan bagi para prajurit terlihat tidak rapi seperti gelandangan."
"Para prajurit harus melakukan yang terbaik untuk menjaga penampilan mereka, itu penting. Memerhatikan tiap bagian, tampak disiplin dan terorganisasi dengan baik sudah jadi tradisi tentara Inggris selama bertahun-tahun. Hal ini tidak semestinya dipaksakan jika dinilai menghambat operasi," kata Kemp.
Seorang juru bicara Angkatan Darat Inggris membantah ada kebijakan resmi menyetrika seragam bagi para prajurit yang ditugaskan di Afghanistan.
Ia mengatakan, meski hanya ada sebagian prajurit yang lebih suka menyetrika seragam mereka, semua personel harus tampak "bersih dan rapi."
Ia menambahkan, "Hanya karena mereka ada di garis depan di Afghanistan, bukan berarti bahwa standar harus dikurangi." (dn/dm) www.suaramedia.com














