Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Tutup Telinga, Korut Nekad Uji Coba Nuklir

E-mail Cetak PDF
KOREA UTARA (SuaraMedia) – Korea Utara memulai pembangkit nuklir utamanya dan menguji-tembakkan roket jangkauan pendek, menurut media Korea Selatan, kendatipun terdapat kutukan internasional atas peledakan nuklir bawah tanahnya pada Senin.

Gerakan-gerakan terakhir Pyongyang datang ketika lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, bersama dengan Jepang dan Korea Selatan, mengadakan sebuah sesi darurat pada Selasa, tetapi para diplomat mengatakan bahwa membutuhkan "beberapa waktu" untuk menyelesaikan sebuah tanggapan.

Harian Korea Selatan Chosun Ilbo melaporkan pada Rabu bahwa satelit mata-mata AS telah mendeteksi panas dari sebuah fasilitas proses ulang pada pembangkit nuklir Yongbyon Korea Utara.

Aktivitas yang dilaporkan tersebut mengindikasikan bahwa kemungkinan dapat berhasil pada sebuah isu ancaman pada April untuk mengulang sebuah fasilitas yang menggali persenjataan tingkat plutonium, walaupun kementerian pertahanan Korea Selatan dan Dinas Rahasia Nasional mengatakan bahwa mereka dapat mengesahkan laporan tersebut.

Korea Utara meluncurkan uji coba dua roket lagi pada Selasa, sehari setelah meledakkan sebuah bom di bawah tanah, sebuah laporan berita mengatakan, memaksa konfrontasi rejim dengan kekuatan dunia lebih jauh kendati pun terdapat ancaman dari tindakan Dewan Keamanan PBB.

Dua roket – yang satu untuk ditembakkan dari daratan ke udara, yang lain dari daratan ke kapal perang musuh – dengan jangkauan sekitar 80 mil (130 km) di uji tembakkan dari sebuah landasan peluncuran pantai, agen berita Korea Selatan Yonhap melaporkan, menyebutkan seorang pejabat pemerintahan tanpa nama.

Kepala Mata-mata Korea Selatan Won Sei-hoon telah menginformasikan pembuat undang-undang lebih awal pada Selasa bahwa sebuah uji coba roket kemungkinan, menurut kantor Park Young-sun, seorang legislator yang menghadiri penjelasan singkat tertutup.

Yonhap melaporkan bahwa Korea Utara menyiapkan untuk meluncurkan sebuah roket ke-tiga dari tempat peluncuran di pantai barat, menyebutkan lagi seorang pejabat tanpa nama. Korea Utara sepertinya menunjukkan kemungkinan sebuah hari setelah melaksanakan uji coba atom bawah tanah di timur laut dimana Dewan Keamanan PBB mengutuknya sebagai sebuah "pelanggaran jelas" dari sebuah resolusi 2006 pelarangan   rezim dalam mengembangkan program nuklirnya.

Perancis meminta sanksi baru, sementara AS dan Jepang mendesak untuk tindakan kuat melawan Korea Utara untuk menguji sebuah bom yang pejabat-pejabat Rusia katakan sebagai dapat dibandingkan dalam kekuatannya dengan bom-bom yang memusnahkan Hiroshima dan Nagasaki selam Perang Dunia II. Sementara itu, Korea Selatan mengumumkan bahwa negara tersebut akan bergabung dengan sebuah jaringan maritim dengan lebih dari 90 negara yang menghadang kapal-kapal yang dicurigai menyebarkan persenjataan pemusnah massal – sebuah gerakan peringatan akan membentuk sebuah tindakan perang.

Korea Utara telah mengancam dalam beberapa minggu ini untuk menjalankan sebuah uji coba nuklir dan tembakan roket jangkauan panjang kecuali Dewan Keamanan meminta maaf karena mengutuk peluncuran sebuah roket 5 April Pyongyang, AS, Jepang dan negara-negara lain menyebutkan sebuah uji coba dari teknologi roket jangkauan panjang. Korea Utara telah mengatakan bahwa negara tersebut menempatkan sebuah satelit dalam orbit sebagai bagian dari ruang damai program pengembangan. Uji coba nuklir Senin pagi sepertinya mengejutkan dunia, tetapi Won mengatakan pada para pembuat undang-undang bahwa Beijing dan Washington mengetahui bahwa Pyongyang merencanakan sebuah uji coba 20 hingga 25 menit sebelum uji coba tersebut dilaksanakan, kata Chooi Kyu-ha, seorang ajudan dari pembuat undang-undang Park.

Won mengatakan, Pyongyang memperingatkan bahwa negara tersebut akan menguji bom kecuali ketua Dewan Keamanan menawarkan sebuah permintaan maaf dengan segera. Rusia mengatakan bahwa uji coba tersebut berhenti pada 9:54 waktu setempat pada Senin. Won menegaskan bahwa uji coba dua roket jangkauan pendek dari sebuah landasan peluncuran pantai timur mengikuti uji coba tersebut.

Yonhap melaporkan bahwa tiga uji coba roket dilaksanakan pada Senin, dan dua lagi pada Selasa. Negara tetangga Korea Utara dan sekutunya berebut untuk membangkitkan dukungan untuk kekuatan, persatuan reaksi untuk perang nuklir Pyongyang.

Presiden Barack Obama dan Korea Selatan Lee Myung-bak "menyetujui bahwa uji coba tersebut merupakan sebuah pelanggaran gegabah dari hukum internasional yang memaksa tindakan tanggapan," Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah pemimpinnya berbicara dengan telepon. Mereka juga bersumpah untuk "mencoba dan mendukung sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB dengan tindakan-tindakan kongkrit untuk membatasi nuklir Korea Utara dan aktivitas-aktivitas roket."

Obama juga berbicara dengan Perdana Menteri Jepang Taro Aso, pihak Gedung Putih mengatakan, dengan para pemimpin menyetujui untuk membentuk kerja sama dengan Korea Selatan, Cina dan Rusia.

Obama mengulang komitmen AS untuk membela kedua negara, Korea Selatan dan Jepang, para pejabat AS dan Korea Selatan mengatakan. Korea Utara menananggapi dengan menuduh kebencian AS, dan mengatakan pada Selasa bahwa angkatan darat dan selurh warganya siap untuk mengalahkan invasi apa pun dari AS.

Ancaman Berhasil

Kontribtor Al Jazeera Tony Cheng, yang melaporkan dari Seoul, mengatakan bahwa laporan dari aktivitas segar di Yongbyon tersebut masuk akal diberikan pada ancaman kemarahan Korea Utara pada April.

Setelah Korea Utara menembakkan sebuah roket yang mengatakan bahwa negara tersebut telah menempatkan sebuah satelit dalam sebuah orbit pada April, walaupun AS mengatakan bahwa negara tersebut meyakini bahwa peluncuran tersebut merupakan sebuah penutup untuk sebuah uji coba dari teknologi roket jangkauan panjang.

Peluncuran tersebut memicu sebuah teguran dari Dewan Keamanan PBB, yang sebaliknya memprovokasi Pyongyang untuk menyatakan bahwa negara tersebut menarik pembicaraan pelucutan senjata dan memulai program senjatanya.

Dewan Keamanan PBB mengatakan bahwa uji coba nuklir pada hari Senin – dilaporkan 20 kali lebih kuat dari pada uji coba nukklir pertama Pyongyang pada 2006 – merupakan sebuah "pelanggaran nyata" dari resolusi yang terjadi setelah peledakan 2006.

Beberapa diplomat mengisyaratkan bahwa mereka akan mendesak untuk saksi-sanksi baru terhadap Korea Utara di bawah sebuah resolusi baru.

"Resolusi tersebut seharusnya memasukkan sanksi baru dengan tambahan bagi mereka yang telah mengadopsi karena sikap semacam itu seharusnya memiliki sebuah korban dan harga yang harus dibayar," Jean-Pierre Lacroix, deputi perwakilan permanen Perancis, mengatakan pada reporter.

Susan Rice, duta besar AS untuk PBB, mengatakan bahwa Washington akan mencoba "sebuah resolusi yang kuat".

"Kami berada dalam sebuah persetujuan pada tujuan-tujuan dari resolusi. Kami memiliki sebuah tujuan yang sama, adalah untuk menyampaikan dengan jelas dan dengan tegas bahwa tidnakan-tindakan dengan Korea Utara menjalankan perlawanan terhadap kepentingan perdamaian dan keamanan regional, melanggar hukum internasional dan harus dihadapi dengan langsung dan serius," ia mengatakan.

Tetapi mengumandangkan anggota-anggota dewan yang lain, ia menambahkan pada Selasa bahwa "pembahasan kelompok dan pertimbangan kami memang akan membutuhkan waktu". (ppt/tz/ajz) Dikutip oleh SuaraMedia.com

Click Video

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon