Harian tersebut melaporkan bahwa kesehatan Kim menurun setelah stroke yang dideritanya. Informasi tersebut dikutip dari pejabat tinggi AS yang sangat mengenal dengan baik situasi Korea Utara.
Laporan baru dari Amerika Serikat dan sumber-sumber diplomatiknya mengatakan bahwa kesehatan pemimpin Korea Utara yang terkenal dengan ancaman nuklir di Hawaii ini terus menurun dan bahwa ia hanya memiliki satu tahun lagi untuk hidup.
Pejabat AS yang mengenal situasi Korea Utara dengan baik tersebut berbicara dengan syarat tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa ada tanda-tanda Kim masih belum sembuh benar selama hampir satu tahun sejak ia menderita stroke.
"Kim Jong-il sudah pasti dalam keadaan yang kurang sehat sejak setahun terakhir, dan, dengan berjalannya waktu, maka semakin jelas bahwa ia seperti dirinya sebelum dia mengalami kemunduran kesehatan," ujar pejabat itu.
Sebuah sumber diplomatik yang juga meminta untuk tidak disebutkan namanya berkata laporan dari Asia menunjukkan Kim baru-baru ini meninggalkan perawatan medis Barat dan sebagian besar bergantung pada ramuan-ramuam Asia, termasuk minuman herbal dan metode nontraditional lainnya.
Kim, 67, selama ini jarang muncul ke hadapan publik. Namun, pada Rabu ia tampil dalam siaran televisi negara di Pyongyang dan terlihat lesu dan suram. Analis intelijen menyimpulkan bahwa sebelumnya ia telah kembali sehat dari stroke yang dideritanya dan menilai bahwa ia tetap kuat sebagai pemimpin negara komunis yang tertutup tersebut dengan kontrol yang maksimum.
Namun, pengumuman bulan lalu bahwa anak ketiga Kim, Kim Jong-un, akhirnya akan mengambil alih kedudukan dari ayahnya memicu spekulasi bahwa Kim mengalami penurunan kesehatan.
Sumber-sumber Amerika Serikat dan diplomatik menolak untuk disebutkan namanya karena sifat informasi yang sensitif. Mereka berkata, masalah kesehatan Kim-lah yang menyebabkan penunjukan pengganti di Pyongyang. Diperkirakan pergantian pemimpin ini akan berujung dengan [Kim Jong-un] yang mengambil alih kedudukan tersebut sekitar waktu satu tahun.
Dua golongan kuat yang muncul dalam struktur pemerintahan politik militer di Korea Utara saat ini sedang dipantau erat oleh analis intelijen.
Salah satunya adalah dipimpin oleh ajudan senior militer Kim Jong-il, Jendral O Kuk-ryol. Fraksi lainnya dipimpin oleh Jang Song-taek, yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Kim dan yang dianggap sebagai ajudan utama dengan banyak pengalaman.
Keduanya, baik Jenderal O dan Jang telah diangkat ke posisi terkuat pada Komisi Militer Pusat, badan kuasa yang telah mengalahkan Partai Buruh Korea sebagai pengontrol utama rezim Korea Utara.
Beberapa pemberitaan sebelumnya menyatakan bahwa sebuah foto Kim yang ditayangkan pada stasiun televisi di Pyongyang pada tanggal 14 Juni merupakan hasil daur ulang dari fotonya pada bulan April. Penayangan tersebut menimbulkan spekulasi bahwa kesehatan Kim menurun.
Kim Jong-il dilahirkan pada 16 Februari, 1941, di Vyatskoye, Khabarovsk Krai, Uni Soviet. Dia adalah pemimpin de facto dari Democratic People's Republic of Korea (Republik Rakyat Demokratis Korea). Dia adalah Ketua Komisi Pertahanan Nasional, Komandan Tertinggi dari tentara Korea, dan Sekretaris Umum dari Partai Buruh Korea (partai yang memerintah sejak 1948). Dia menggantikan ayahnya Kim Il-sung, pendiri Korea Utara, yang meninggal pada tahun 1994, dan memerintah tentara terbesar keempat di dunia. Korea Utara resmi merujuk kepadanya sebagai "Pemimpin Tercinta." (iw/st) Dikutip oleh www.suaramedia.com















