Penahanan terhadap Stern Hu, tenaga penjual bijih besi nomor satu di perusahaan tambang Anglo-Amerika, Rio Tinto, yang berkebangsaan Australia, terjadi sejak seminggu yang lalu bersama dengan tiga bawahannya yang berkebangsaan China. Penahanan tersebut telah mengganggu hubungan antara Australia dan China.
Kevin Rudd berada di bawah tekanan besar dari dalam negaranya yang menyarankan Rudd untuk lebih tegas terhadap China dan memberikan lebih banyak perlindungan kepada warga Australia yang ditahan, Stern Hu.
China mengatakan mereka memiliki bukti aktivitas mata-mata, penyuapan,dan pencurian rahasia negara ketika menyelidiki industri baja.
"Australia tentu memiliki kepentingan ekonomi yang tinggi dalam hubungannya dengan China, namun saya juga ingin mengingatkan teman China kita bahwa mereka juga memiliki kepentingan ekonomi signifikan, yang kini berada dalam bahaya, dengan Australia dan rekan-rekan dagangnya di seluruh dunia," ujar Rudd dalam sebuah konferensi pers.
China telah memperluas penyelidikannya ke dalam kinerja industri dengan menyelidiki pimpinan perusahaan-perusahaan baja milik negara beberapa hari terakhir.
Hu ditahan ketika Rio Tinto sedang dalam negosiasi harga yang alot dengan China. Ia kemudian dituduh telah mencuri rahasia negara dan menyuap pembuat baja China untuk mendapatkan informasi.
Selain itu, hasil laporan kuartal kedua Rio Tinto mengindikasikan lemahnya pasar dengan menurunnya permintaan.
Produksi bauksit, aluminium dan alumina, semua dikurangi. Sebaliknya, produksi bijih besi meningkat selama tiga bulan terakhir hingga mencapai 8%.
Rio Tinto belum mencapai kesepakatan harga untuk penjualan bijih besi ke beberapa pelanggan tertentu, termasuk industri baja di China. Namun, kesepakatan dengan Jepang, Korea, dan Taiwn telah dibuat.
"Pengiriman ke pelanggan lain akan didasarkan pada harga provisional atau penjualan di tempat," ujar pimpinan eksekutif Rio Tinto, Tom Albanese.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa kasus mata-mata ini mempersulit pembicaraan antara China dengan pemasok bijih besi di seluruh dunia.
"Salah satu hal yang menjadi masalah bagi pemerintah China adalah sampai sejauh mana kasus ini akan mempengaruhi komunitas bisnis internasional," ujar menteri luar negeri Australia, Stephen Smith.
Pemerintah Australia masih mendesak China untuk memberikan detail tuduhan terhadap Hu, ujar Smith sembari menambahkan bahwa hingga kini China masih belum mengungkapkan bukti apa pun yang mendukung penahanan tersebut.
Pengacara Australia menuduh China telah melanggar HAM dengan menahan Hu tanpa adanya berkas tuntutan atau akses untuk mendapat perwakilan hukum sejak penahanannya tanggal 5 Juli.
Hukum di China memang membolehkan penahanan seseorang tanpa adanya tuntutan dan dilakukannya interogasi tanpa kehadiran pengacara yang mendampingi sang tahanan.
Beberapa sumber mengatakan komputer-komputer Rio disita selama masa penyelidikan, yang dapat mengekspos segala strategi negosiasi perusahaan juga berkas-berkas kontrak mereka dengan pabrik-pabrik pemasok.
Perusahaan asing lainnya yang beroperasi di China telah lebih dulu waspada terhadap problem diawasinya komunikasi internet dan telepon untuk memperoleh informasi yang sensitif secara komersial.
Kasus mata-mata ini muncul setelah Rio Tinto membatalkan kesepakatan produksi bersama bijih besi dengan salah satu perusahaan milik pemerintah China.
Di bulan Juni, Rio Tinto melepaskan kesepakatan sebesar $19.5 miliar dengan Chinalco, perusahaan China milik negara, untuk rival utama perusahaan itu, BHP Biliton, yang mana mengundang kemarahan beberapa pihak di Beijing.
Penentangan Australia terhadap kesepakatan Chinalco sebagian didasarkan pada kekhawatiran atas eratnya hubungan antara perusahaan itu dengan partai Komunis penguasa.
Rio Tinto telah berusaha mencari cara untuk mengurangi hutang sebesar $38 miliar yang diambilnya untuk membeli perusahaan aluminium Kanada, Alcan, di tahun 2007.
Dari hasil kuartal keduanya, Rio mengatakan dapat meneruskan kinerja perusahaan dengan memotong biaya dan menurunkan level net hutang.
Setelah melepaskan kesepakatannya dengan Chinalco, Rio mencari jalan lain untuk mendapatkan uang. Baru-baru ini mereka telah menyelesaikan isu hak cipta sebesar 15.2 miliar poundsterling dan memperoleh investasi 3.7 miliar poundsterling. (rin/rts/bbc) Dikutip oleh www.suaramedia.com













