Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Dihujat Warga, AS Tetap Ngotot Layani Gadhafi

E-mail Cetak PDF
WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Dalam sebuah upaya untuk menghindarkanterjadinya peristiwa yang memalukan, Departemen Luar Negeri AS pada hari Selasa waktu setempat mengatakan bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan Libya untuk membantu mencarikan tempat tinggal sementara untuk pemimpin Libya Moammar Gadhafi ketika ia mengunjungi markas PBB pada bulan depan.

Libya sebelumnya menuai hujan kritikan dari sejumlah keluarga dan rekan-rekan dari warga Amerika yang tewas dalam ledakan bom penerbangan pesawat Pan Am 103 di atas Lockerbie, Skotlandia,

pada tahun 1998 silam. Penyebabnya, satu-satunya orang yang didakwa dalam serangan tersebut, seorang warga Libya, menerima sambutan meriah dari Gadhafi dan pemerintah ketika ia kembali ke tanah kelahirannya pada minggu lalu sekeluarnya ia dari sebuah penjara di Skotlandia.

Gadhafi kemungkinan akan memasang sebuah tenda bergaya Arab di sebuah perkebunan milik pemerintah Libya yang terletak di daerah pinggiran kota New Jersey, Englewood, untuk dijadikan sebagai tempat tinggal sementara Gadhafi dan para rombongannya. Sejumlah keluarga korban pengeboman Lockerbie – 23 dari 259 korban yang berasal dari New Jersey – tinggal di dekat daerah perkebunan tersebut, para pejabat dan warga daerah setempat memprotes gagasan tersebut.

Properti yang jarang dipergunakan tersebut adalah milik kedutaan besar Libya selama hampir tiga dekade. Lokasi tersebut menjadi pilihan lokasi tenda Gadhafi setelah Departemen Luar Negeri menolak permintaannya untuk mendirikan tenda, yang kebanyakan dipergunakan untuk menerima tamu, di taman kota New York.

Juru bicara Departemen Luar Negeri, Ian Kelly mengatakan bahwa para pejabat AS akan tetap memperhatikan sensitivitas para keluarga korban sembari tetap berusaha mencarikan tempat tinggal untuk Gadhafi, yang dijadwalkan akan berbicara di hadapan Majelis Umum PBB pada tanggal 23 September mendatang.

"Prioritas utama kami dari semula dan ke depannya tetaplah para keluarga korban dalam tragedi ini," kata Kelly kepada para wartawan. "Tentu saja, kami juga turut merasakan keresahan dari masyarakat yang mungkin saja terpengaruh dengan adanya kedatangan delegasi Libya.

Kelly mengatakan bahwa Departemen Luar Negeri AS tengah berdiskusi dengan para anggota dewan dan pejabat pemerintahan setempat di New York untuk membahas mengenai permasalahan tersebut, "Kami juga berbicara kepada para perwakilan Libya untuk menyoroti kekhawatiran yang ada dalam benak kami dan juga sensitivitas dari para keluarga yang tinggal di wilayah itu."

Ian Kelly menekankan bahwa masih belum ada keputusan yang telah dibuat mengenai tempat tinggal Gadhafi. Atau mengenai permintaan dari Senator Frank Lautenberg dari New Jersey yang telah meminta diberlakukannya pembatasan pergerakan Gadhafi agar hanya bisa berkeliling di sekitar wilayah markas besar PBB.

Masih belum jelas apakah proposal Lautenberg tersebut, yang dapat mencegah Gadhafi dan membuatnya tidak dapat meninggalkan "pekarangan" markas PBB yang terletak di sisi timur Manhattan, akan diterapkan oleh pemerintah AS.

Walikota Englewood, Michael Wildes, mengatakan bahwa dirinya dapat memahami hak Gadhafi untuk berbicara di hadapan PBB. "Saya mengerti betul bahwa pemerintah (AS) tidak dapat menghentikan hal ini." Namun dia menambahkan bahwa dirinya amat berharap agar para pejabat federal akan mencantumkan pembatasan pada visa Gadhafi agar dia tidak dapat bepergian keluar wilayah New York City.

Wildes mengatakan bahwa kepala kepolisian kota telah bertemu dengan para perwakilan dari Secret Service dan Departemen Luar Negeri. Arthur OKeefe, kepala kepolisian Englewood, tidak bersedia menjabarkan rincian pembahasan dalam pertemuan tersebut, dia hanya berkata, "Pemerintah Amerika dan Libya masih tengah berada dalam tahapan diskusi untuk membahas mengenai tempat tinggal Gadhafi. Kami melakukan persiapan seperti halnya yang akan dilakukan setiap kepala daerah yang akan didatangi oleh pemimpin asing."

OKeefe mengatakan bahwa jika Gadhafi jadi berkunjung, maka biaya yang harus dikeluarkan oleh kepolisian berjumlah "enam digit". Namun, para politisi federal tetap berharap bahwa melalui lobi yang kuat, Gadhafi tidak akan diijinkan untuk keluar dari New York.

Dibawah kesepakatan negara tuan rumah dengan PBB, maka AS berkewajiban untuk mengijinkan kehadiran para pemimpin negara asing, para pejabat dan diplomat lainnya untuk melakukan kunjungan atau bekerja di PBB dengan pengecualian yang terbatas. Akan tetapi, dalam klausul perjanjian terebut dinyatakan bahwa pihak berwenang AS diperkenankan untuk membatasi pergerakan para delegasi negara asing tersebut dalam radius 25 mil dari sekitar markas besar PBB.

Gadhafi bertatap muka dengan pengebom Lockerbie yang baru saja dibebaskan, mantan agen intelijen, Abdel Baset al-Megrahi, sekembalinya ia ke tanah Libya.

Para pejabat tinggi di AS dan Inggris, termasuk presiden Barack Obama dan perdana menteri Gordon Brown, mengecam penyambutan al-Megrahi di Libya.

Para pejabat AS juga melontarkan kritikan tajam terhadap pemerintah dan pihak berwenang Skotlandia karena telah menyetujui pembebasan al-Megrahi, yang dibebaskan atas dasar kemanusiaan, karena al-Megrahi dikabarkan tengah digerogoti penyakit Kanker. (dn/msn/tgm) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon