Sabtu, 04 September 2010

Headlines:

Cheney: Penyelidikan CIA Hanya Akal-Akalan Politik Obama

E-mail Cetak PDF
WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Mantan wakil presiden AS Dick Cheneymenyerang Presiden Obama, dia mengatakan bahwa keputusan Departemen Kehakiman AS untuk menyelidiki para petugas interogasi CIA terhadap para tahanan pasca peristiwa 11 September 2001 adalah sebuah keputusan politik.

"Saya hanya merasa bahwa itu adalah sebuah tindakan politik Obama yang keterlaluan dan dapat menimbulkan kerugian besar, dalam jangka panjang, terhadap kemampuan AS dalam merekrut orang untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan sulit, membuat keputusan yang sulit, tanpa harus mengkhawatirkan apa yang akan dikatakan oleh pemerintah berikutnya," kata Cheney.

Cheney juga menolak untuk mengatakan apakah dirinya akan bekerjasama dengan penyelidikan Departemen Kehakiman. "Segalanya bergantung pada situasi yang ada serta pendapat saya mengenai tujuan penyelidikan tersebut," kata Cheney.

Wawancara tersebut menjadi wawancara pertama Cheney sejak Jaksa Agung Eric Holder Jr. mengumumkan bahwa dirinya akan mengadakan peninjauan terhadap tindakan para petugas interogasi CIA yang mungkin saja telah melanggar batas teknik interogasi yang diijinkan oleh pemerintah Bush.

Para pejabat pemerintahan Obama mengatakan bahwa mereka tidak bersedia memberikan komentar perihal Cheney. Namun salah seorang pejabat mengatakan bahwa pernyataan Cheney tersebut tidak akurat dan menyesatkan.

Yang tengah hangat dibicarakan adalah keputusan Jaksa Agung Eric Holder untuk memeriksa tuduhan penyiksaan menyusul dirilisnya laporan inspektur jenderal internal CIA. Presiden Barack Obama mengatakan bahwa para petugas interogasi tidak akan menghadapi tuntutan apapun jika mereka bersedia mengikuti ketentuan hukum yang ada.

Namun laporan tersebut menyimpulkan bahwa sejumlah petugas interogasi CIA melanggar peraturan yang digariskan oleh pemerintahan Bush dan membuat mereka dapat mempergunakan penyiksaan berat kepada para tahanan, seperti misalnya dengan mempergunakan teknik waterboarding, sebuah teknik simulasi penenggelaman. Ada tiga orang tahanan kelas atas yang telah menjalani penyiksaan waterboarding berulang kali.

Cheney menyebut teknik-teknik penyiksaan tersebut sebagai sebuah "kebijakan baik", dia mengatakan bahwa dirinya merasa tidak keberatan meski para petugas interogasi melakukan tindakan yang melebihi perintah resmi yang diberikan kepada mereka. Laporan CIA menyebutkan bahwa ada sejumlah kasus dimana para petugas interogasi mengancam seorang tahanan dengan pistol dan bor listrik.

Cheney mengatakan, "teknik-teknik tersebut dilakukan berdasarkan fakta bahwa selama delapan tahun, kami tidak lagi mendapatkan serangan massal yang menelan banyak korban."

Dia mencatat bahwa Departemen Kehakiman AS, dalam masa pemerintahan Bush, menyetujui teknik penyiksaan tersebut dalam sebuah memo resmi untuk Gedung Putih.

Cheney mengatakan bahwa dia tidak senang  dengan tindakan pemerintahan Obama yang menyelidiki pemerintahan Bush, "Sejujurnya, (penyelidikan itu) benar-benar sangat menyinggung saya."

"Sekarang anda semua mendapatkan pemerintahan baru dan mereka mengatakan, kami tidak menyukai pendapat seperti itu, kami akan menyelidiki para pengacara yang terlibat dan mungkin akan mencabut ijin praktik mereka," kata Cheney. "Saya hanya merasa bahwa ini adalah sebuah preseden yang tercela, untuk melakukan sebuah hal yang terlalu dipolitisir dan harus mengacak-acak pemerintahan (AS) sebelumnya."

Cheney mengecam Departemen Kehakiman yang terus berkutat dengan tudingan penyimpangan politik Gedung Putih selama bertahun-tahun, dan yang baru-baru ini "terkena getahnya" adalah pemerintahan Bush.

Ketika dimintai komentarnya pada hari Minggu, juru bicara departemen kehakiman, Matt Miller, membahas mengenai komentar dari Eric Holder mengenai penyelidikan tersebut. Dimana Jaksa Agung tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak akan menarget siapapun yang bertindak berdasarkan petunjuk interogasi pemerintah Bush.

"Saya sepenuhnya menyadari bahwa keputusan saya untuk melaksanakan tinjauan ini akan menjadi sebuah hal yang kontroversial," kata Holder dalam sebuah komentar yang dirilis pada minggu lalu. "Dalam hal ini, dengan segala macam informasi yang beredar saat ini, maka cukup jelas bagi saya bahwa tinjauan ini adalah satu-satunya tindakan yang paling bertanggungjawab untuk dilakukan."

Cheney mengatakan bahwa dirinya amat meragukan kebijakan-kebijakan Obama, khususnya mengenai kemampuan pemerintahan Demokrat yang baru untuk "memahami ancaman" bagi rakyat Amerika.

"Saya bukanlah pendukung (Obama) ketika dia terpilih, dan pandangan-pandangan saya sama sekali tidak ada yang berubah," kata Cheney mengenai Presiden Barack Obama.

Dalam sebuah isu terkait, Cheney mengatakan bahwa dirinya menyadari adanya sebuah perintah yang dikeluarkan oleh pemerintahan Bush tentang pelarangan terhadap CIA untuk memberitahu Kongres mengenai sebuah program untuk menangkap atau membunuh para pucuk pimpinan Al-Qaeda. Namun dia tidak mengatakan bahwa dirinya pribadi yang memberikan perintah tersebut, sebagaimana telah dilaporkan.

"Berdasarkan ingatan saya, dalam laporan yang telah saya lihat, mereka (CIA) diperintahkan untuk tidak memberitahu Kongres hingga sejumlah hal telah terlewati, hingga program tersebut telah benar-benar dijalankan dan dapat ditangani dengan benar," kata Cheney.

Komite intelijen dewan AS pada bulan lalu meluncurkan sebuah investigasi untuk menentukan apakah CIA melanggar hukum karena tidak memberitahu Kongres mengenai program rahasia tersebut sesaat setelah program tersebut dimulai.

Dalam sebuah wawancara yang direkam minggu lalu di kediamannya yang berada di Wyoming, Cheney juga membahas mengenai kebijakan yang seharusnya dilakukan kepada dua rezim yang membuat gerah AS, Iran dan Korea Utara. Dia mengatakan bahwa dirinya mendukung penuh pengambilan sebuah langkah militer terhadap program nuklir Iran, namun dia menambahkan bahwa pendapatnya tidak didukung oleh Presiden George W. Bush.

"Menurut saya, negosiasi tidak akan benar-benar berhasil kecuali Iran benar-benar yakin bahwa kita (AS) memang siap untuk mempergunakan kekuatan militer," kata Cheney.

Menurut Cheney, keputusan untuk mengirimkan mantan presiden Bill Clinton dalam misi khusus untuk membebaskan dua orang jurnalis AS dari Korea Utara adalah sebuah keputusan yang salah, mengingat tidak bersedianya rezim Korea Utara untuk melucuti senjata nuklir.

"Tentu saja anda mengkhawatirkan keselamatan para wartawan dan keadaan yang menimpa mereka, tapi menurut saya, jika dipandang dari sudut pandang kebijakan, maka (pengiriman Bill Clinton) adalah sebuah penghargaan besar bagi sebuah perilaku buruk dari kepemimpinan Korea Utara," kata Cheney.  (dn/st) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Click Video
{seyret player="on" id="1046"}

Altetik

Federer Tak Terhadang, Davdenko Tumbang
Kejutan lain terjadi saat unggulan ke-11 Marin C...More »

Berita Gadget Terkini

Sony Kembangkan Laptop 3D Canggih Dengan Kacamata Istimewa
"Teknologi frame sequential dengan cepat memutar...More »

Otomotif Terbaru

Veloce 1200, Motor Sporty Nan Gahar Dengan Jiwa Streetfighter
Veloce didukung oleh mesin canggih bertenaga bes...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon