Clinton mengatakan bahwa sesi pembicaraan yang berlangsung di Jenewa tersebut adalah sebuah pertemuan yang berharga, karena kubu Iran telah menyetujui adanya inspeksi terhadap seluruh situs nuklirnya, untuk mengirimkan uranium kadar rendah ke luar negeri untuk diproses dan mengadakan serangkaian pembicaraan pada akhir bulan ini.
"Namun seperti halnya yang dikatakan oleh bapak presiden dan telah saya perjelas kembali, hal ini bukanlah titik akhir. Masih ada banyak lagi yang harus diselesaikan. Kami menantikan lebih banyak lagi," kata
Dia menambahkan bahwa secara keseluruhan, hasil akhir pertemuan di Jenewa cukup positif. Ketika ditanya apakah kubu Iran berkomitmen untuk menyelesaikan perselisihan seputar program nuklir mereka, Clinton menjawab, "Kami masih belum tahu.
Menteri Pertahanan Robert Gates mengatakan bahwa dirinya setuju. Ditambahkan bahwa hasil akhir dan persyaratan yang diajukan haruslah ketat dan terperinci. "Agar kami memiliki indikasi mengenai keseriusan mereka."
Dalam sebuah wawancara yang direkam di hadapan penonton di Universitas George Washington, Clinton mengatakan bahwa sebuah tim yang beranggotakan para pakar akan mengadakan pertemuan pada akhir bulan ini "Untuk merumuskan bagaimana cara melakukan hal yang kami yakini merupakan sebuah persetujuan secara prinsip."
Dia menambahkan, "Tidak ada yang dinyatakan selesai hingga telah benar-benar selesai."
Iran tengah bersiap untuk kembali bertemu dengan Inggris, China, Perancis, Jerman, Rusia dan AS pada tanggal 19 Oktober mendatang untuk membahas lebih lanjut mengenai program nuklir Iran setelah pembicaraan minggu lalu, yang merupakan pembicaraan pertama sejak 15 bulan terakhir.
Gates mengatakan bahwa dirinya sudah sejak lama meyakini bahwa Iran berkeinginan untuk mengembangkan senjata nuklir, namun Gates mengatakan bahwa masih belum jelas apakah Iran telah memulai program persenjataan nuklir.
Akan tetapi para menteri anggota kabinet mengatkan bahwa pendekatan AS dirancang untuk menyampaikan pesan kepada
Gates memperingatkan bahwa
Mohamed El Baradei, kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), terbang menuju ibukota Iran pada hari Sabtu lalu unuk membahas prosedur inspeksi PBB terhadap situs pengayaan uranium Iran yang baru diungkapkan keberadaannya dan terletak di kota Qom.
Sebelum melakukan pembicaraa di Jenewa minggu lalu,
Sementara itu, para anggota legislatif yang pro-Israel pada hari Selasa (6/10) kemarin mengadakan sebuah debat yang ditujukan untuk memperketat sanksi terhadap
"Saya ingin memperkenalkan rancangan undang-undang yang akan mempersenjatai pemerintah dengan kemampuan untuk menjatuhkan sanksi yang keras kepada
"Kongres harus mempersenjatai Presiden Obama dengan perlengkapan yang memadai unuk berhadapan dengan ancaman
Pada hari Minggu lalu, para anggota legislatif menyepakati sebuah tindakan yang cepat terhadap
"
"Namun yang menjadi masalah adalah, untuk mendapatkan sanksi yang efektif, kami harus mengajak serta
Kala mengunjungi
"Saat ini, kami bergeser dari konfrontasi menjadi kooperasi, dan saya meminta
"Kami berada pada jalur yang tepat. IAEA, komunitas internasional dan
Israel adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang benar-benar memiliki senjata nuklir.














