Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, sendiri masih belum mengambil keputusan – setidaknya secara publik – untuk memerintahkan lebih banyak pasukan untuk menyerang Taliban di Afghanistan, kala komandan tertinggi di Afghanistan telah meminta untuk menggeserkan fokus hanya pada gerakan Al-Qaeda yang diyakini berada di Pakistan.
Pada hari Minggu, Gates bertolak ke Jepang dalam bagian dari usaha untuk membujuk rekan-rekan NATO dan negara Asia lainnya, untuk terus melanjutkan kontribusi masing-masing dalam perang yang kini telah memasuki tahun ke sembilan. Selain Jepang, Gates juga melakukan lawatan ke Korea Selatan dan Slovakia, lawatan ke Jepang, Korea dan Slovakia tersebut dijadwalkan akan berlangsung selama satu minggu lamanya.
Mungkin karena enggan untuk meminta bantuan dari negara-negara lain di tengah mengambangnya keputusan AS sendiri, Gates bukan hanya akan mencari dukungan militer.
"Ada banyak sekali kontribusi berharga di Afghanistan yang berasal dari pelatihan dan perkembangan dengan kepolisian atau aspek-aspek kehidupan sipil lainnya," kata seorang pejabat departemen pertahanan di Pentagon yang tidak bersedia menyebutkan namanya pada pekan lalu. Pejabat tersebut membahas mengenai perjalanan-perjalanan yang dilakukan oleh Gates.
Namun, para negara sekutu justru menunjukkan tanda-tanda penarikan diri dari medan tempur Afghanistan. Jepang menarik mundur dua kapal lautnya dari Samudera Hindia, kapal-kapal tersebut sebelumnya dipergunakan sebagai "pompa bensin" bagi kendaraan pasukan negara-negara sekutu yang hendak menuju ke Afghanistan. Dan pada minggu ini, Inggris mengatakan bahwa pihaknya akan menerjunkan pasukan kecil namun simbolis, berjumlah 500 orang, namun dengan catatan bahwa NATO dan pemerintah Afghanistan berupaya lebih keras dalam memerangi Taliban.
Para pejabat departemen pertahanan AS mengatakan bahwa ada kemungkinan besar Gates akan membahas penarikan misi "pompa bensin" pada bulan Januari mendatang dengan para menteri Kabinet Jepang ketika dia berkunjung ke Tokyo pada hari Selasa. Namun dia tidak mengharapkan adanya perubahan pikiran dari Perdana Menteri Yukio Hatoyama, yang mulai
menjabat pada bulan lalu dan menginginkan Jepang untuk mengambil langkah-langkah pemulihan perdamaian di Afghanistan.
Kunjungan tersebut akan menjadi kunjungan pertama dari pejabat kabinet Obama ke Jepang sejak terpilihnya Hatoyama.
"Kami mengerti bahwa mereka tengah mencari jalan lain untuk memberikan kontribusi," kata sang pejabat departemen pertahanan, yang menyebut operasi pengisian ulang bensin tersebut sebagai sebuah hal yang berarti bagi pasukan koalisi.
Gates tidak akan meminta bantuan khusus kepada Jepang, kata sang pejabat departemen pertahanan. Jepang juga telah memberikan bantuan pelatihan kepada satuan polisi Afghanistan.
Masih belum jelas apakah Gates akan meminta tambahan bantuan dari Korea Selatan, selain bantuan medis dan pelatihan yang sudah diberikan oleh negeri ginseng tersebut di Afghanistan. "Kami berharap bahwa Korea akan terus memberikan bantuan, dalam bentuk apapun," kata sang pejabat departemen pertahanan.
Gates akan berada di Seoul pada hari Rabu. Dari sana, dia kemudian akan bertolak menuju Bratislava, Slovakia, pada hari Kamis untuk bertemu dengan para menteri pertahanan negara-negara NATO untuk mendiskusikan masalah Afghanistan.
Presiden Barack Obama diperkirakan tidak akan memberikan keputusan mengenai strategi AS di Afghanistan maupun Pakistan hingga sang menteri pertahanan kembali dan memberikan laporan. Para pejabat pemerintahan Obama sebelumnya telah mengatakan bahwa keputusan sang presiden akan diberikan sebelum ia pergi melakukan kunjungan ke Asia pada pertengahan bulan November mendatang.
Hingga saat itu tiba, "Gates akan berada dalam sebuah posisi yang amat sulit," kata Rick "Ozzie" Nelson, seorang petugas senior di Pusat Studi Strategis dan Internasional, yang sekaligus merupakan pensiunan komandan Angkatan Laut yang ditempatkan di Bagram, Afghanistan, hingga bulan April mendatang.
"Yang akan dikatakannya adalah, tetaplah bersama kami hingga kami mengetahui apa yang akan kami lakukan," kata Nelson pada hari Jumat lalu, memprediksikan apa yang dilakukan Gates dalam pertemuan di luar negeri. "Ia akan meminta mereka untuk tidak menarik diri dan bersabar. Dia tidak mungkin meminta lebih dari apa yang sudah mereka berikan." (dn/tz) www.suaramedia.com












