Obama bertemu dengan para penasihat utama Senin malam lalu dalam apa yang dapat menjadi rapat terbesarnya yang paling baru dalam hal topik pembahasan.
Juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs mengatakan bahwa presiden memiliki informasi yang ia inginkan dan perlu membuat keputusan.
Obama sedang menimbang-nimbang sebuah permintaan dari komandan utama AS di Afghanistan untuk mengirimkan tambahan pasukan sebanyak 40.000 untuk membantu upaya perang.
Salah satu laporan menyebutkan bahwa para pejabat militer dan yang lainnya berharap Obama memilih "opsi tengah-tengah", mengirimkan antara 32.000-35.000 pasukan tambahan.
Sementara itu, koran New York Times menyebutkan bahwa penasihat presiden telah menguji reaksi dari anggota legislatif terhadap sebuah peningkatan pasukan sebanyak 20.000-30.000.
Di antara para pejabat yang hadir dalam pertemuan malam itu adalah Wakil Presiden Joe Biden, Menteri Pertahanan Robert Gates, dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.
Juru bicara Robert Gibbs mengatakan bahwa pertemuan selama dua jam yang berlangsung di ruang situasi Gedung Putih itu bertujuan membahas beberapa pertanyaan yang dimiliki presiden dan beberapa jawaban tambahan dari apa yang telah ia tanyakan.
"Setelah menyelesaikan rapat akhir yang intens itu, Presiden Obama memiliki informasi yang diinginkannya dan perlu membuat keputusan yang akan diumumkan dalam waktu beberapa hari," ujar Gibbs.
Presiden telah semakin sering mengatakan bahwa kunci utama perubahan strategi AS di Afghanistan mencakup pembangunan sebuah strategi jalan keluar dalam pengumumannya.
Obama diperkirakan akan menyampaikan pidato nasional untuk memaparkan revisi strateginya awal minggu depan.
Sidang dengar pendapat Kongres kemudian akan menyusul dengan sejumlah saksi termasuk Komandan AS di Afghanistan, Jenderal Stanley McChrystal, dan Robert Gates.
Robert Gibbs, juru bicara Gedung Putih, mengatakan bahwa Presiden Obama akan menunggu hingga AS selesai merayakan hari Thanksgiving pada tanggal 26 November untuk mengumumkan keputusannya.
Sebelumnya, Obama telah mengindikasikan bahwa ia akan mengakhiri pertimbangannya selama berbulan-bulan mengenai kemungkinan pengiriman ribuan pasukan tambahan ke Afghanistan "dalam beberapa minggu ke depan."
Obama juga telah melakukan serangkaian pertemuan tertutup dengan para penasihat utamanya – termasuk Jenderal McChrystal – untuk membahas kampanye di Afghanistan dan bagaimana AS dapat mencapai tujuannya di sana.
McChrystal menginginkan dikirimnya tambahan 40.000 tentara, dan memperingatkan bahwa mereka akan kalah dalam perang yang telah berlangsung selama delapan tahun itu jika presiden tidak mengirim lebih banyak tentara untuk memerangi pemberontak Taliban.
Namun, Gedung Putih mengatakan bahwa Obama sedang mempertimbangkan empat opsi yang berbeda.
Republikan telah berulangkali mempertanyakan strategi baru presiden dalam perang itu dan menekannya bahwa penundaan keputusan hanya akan menghambat misi dan membahayakan nyawa 68.000 pasukan yang kini berada di Afghanistan.
Kelompok Republikan juga menulis surat kepada Obama mengekspresikan keprihatinan mereka mengenai kebijakan Afghanistan, mengatakan bahwa kebijakan itu telah membuat AS dan sekutunya menjadi tidak yakin akan komitmen Obama terhadap perang ini.
Dalam surat itu, 14 anggota legislatif termasuk pemimpin minoritas John Boehner mengatakan bahwa pertimbangan lama Obama mengenai pengiriman pasukan ke pertempuran telah meningkatkan kepercayaan diri musuh-musuh mereka.
Obama kini menghadapi penurunan popularitas di dalam negerinya. Menurut hasil jajak pendapat terbaru Universitas Quinnipiac, persetujuan akan kebijakan Afghan Obama telah turun drastis menjadi 45%, dan dukungan kepresidenannya anjlok menjadi 50% untuk pertama kalinya. (rin/bbc/yh) www.suaramedia.com
- Hinchey: Lolosnya Bin Laden Adalah Bagian Rencana Bush
- Brazil – AS Berseteru Di Tengah Kekacauan Honduras
- Presiden Abbas: Terima kasih Hugo Chavez Dukung Palestina
- Jelang Terima Nobel Perdamaian, Obama Halalkan Ranjau Darat
- "Istri Monyet" Barack Obama Seret Google Dalam Masalah














