Berita Dunia Islam - Suara Media Islam

Tuesday
Jan 06th

Sentimen Rasialis Meningkat Paska Terpilihnya Obama

E-mail Cetak PDF
Bulan lau, Jim Cavanaugh, agen khusus ATP di Nashville, mengatakan kepada AP bahwa kedua pria berencana untuk menembak 88 orang kulit hitam dan memancung 14 lain. Angka 88 dan 14 memiliki arti simbolis di kalangan komunitas supremasi kulit putih.Los Angeles, (Suaramedia) Kemenangan historis Barack Obama sebagai presiden AS kulit hitam pertama telah menuntun pada meningkatnya kejahatan dan perusakan bernuansa rasial di seantero AS.

Pasangan di Pennsylvania bangun pagi dan menemukan sisa- sisa salib terbakar di halaman rumah mereka. Sejumlah mobil dan garasi di California ditandai dengan swastika dan kata-kata ”Kembali ke Afrika”. Boneka hitam digantung di tali di Maine. Anak-anak di Idaho menyanyikan ”Bunuh Obama” di dalam bus sekolah mereka.

Itu hanya beberapa insiden bernuansa rasial dari ratusan insiden sejenis yang dilaporkan saksi mata dan korban. ”Sejak penutupan pekan kampanye dan setelahnya, kami melihat serangan balik kalangan kulit putih yang nyata dan signifikan, dan saya kira semakin buruk,” kata Mark Potok, Direktur Southern Poverty Law Center, Rabu (19/11).

Meningkatnya imigran nonkulit putih—perkiraan oleh Biro Sensus AS bahwa kulit putih akan kehilangan mayoritas tahun 2040—dan meningkatnya angka pengangguran turut menciptakan iklim yang mendukung kebencian kelompok.

”Di atas semua itu adalah ide bahwa seorang laki-laki kulit hitam berada di Gedung Putih. Kalangan kulit putih dalam jumlah signifikan merasa mereka kehilangan segalanya dan merasa bahwa negara yang dibangun leluhur mereka telah dicuri,” ujar Potok.

Brian Levin dari Pusat Studi Kebencian dan Ekstremisme di California State University juga mengatakan, kejahatan rasial tampaknya memperlihatkan kecenderungan akan berlangsung lama.

”Saya tidak memiliki angka pasti, tetapi kenaikan signifikan dalam kejahatan rasial sejak periode pemilu hingga sekarang,” lanjutnya.

Bagi kelompok pendukung supremasi kulit putih, kata Levin, kehadiran Obama bagaikan kiamat yang datang sebagaimana skenario dalam ideologi yang mereka anut.

Jaksa agung

Dari lanjutan pembentukan pemerintahan transisi, Obama dilaporkan menginginkan pengacara Washington, Eric Holder (57), sebagai jaksa agung. Holder, putra imigran asal Barbados, akan menjadi jaksa agung kulit hitam pertama.

Holder, yang bertemu Obama empat tahun lalu, ikut memimpin tim yang memilih Senator Delaware Joe Biden sebagai pasangan Obama. Sepanjang kariernya sebagai hakim, jaksa, dan pengacara bagi firma hukum Covington&Burling yang prestisius, independensi Holder jarang dipertanyakan. (ap/afp/fro/kmp)

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Berita Nasional

 

Menlu: Palestina Butuh Obat, Bukan Pengiriman Laskar

"(Pengiriman laskar) Itu bukan sebuah opsi. Kepada...

 

FPI Kirim Relawan Siap di Berangkatkan Kapan Saja!

Meski demikian, FPI sudah menjaring sedikitnya 4.7...

 

BSMI Terjunkan Tim Medis Ke Manokwari

Tim tersebut akan menumpang pesawat hercules yang ...

 

Presiden Ingatkan Pertimbangan Keselamatan Sebelum ke Palestina

"Kebijakan pemerintah, adalah bagaimana bantuan ke...

 

Fadli Zon: Kasus Munir Buat "Jualan" Pemilu

JAKARTA (Suaramedia)  Kritikan pedas langsung dil...

 

RI Berpeluang Usulkan Sidang Darurat MU PBB

"Hal itu dilakukan karena seperti kita tahu DK PBB...
Zahir Accounting
Pengusaha Muslim
www.embunpublishing.com

Radio Box

Al Quran Online

Kurs