'aksi teror' dan menggambarkan bahwa gencatan senjata di Gaza jelas sulit dilakukan tanpa adanya monitoring untuk menghentikan aliran senjata kepada kelompok teroris.
Bush memilih menyampaikan pidatonya yang direkam di radio menanggapi tragedi paling berdarah di timur tengah dalam satu dekade ini. Serangan ini mulai seminggu lalu. Pesawat-pesawat Israel menghujani bom di jalur Gaza menghantam kelompok militan Palestina hamas yang membuat trauma Israel bagian tenggara karena menghujani roket secara intensif."Amerika Serikat sedang melakukan upaya diplomatik untuk mencapai gencatan senjata yang benar-benar dihormati," ujar Bush. "Hanya mengandalkan janji dari Hamas untuk gencatan senjata merupakan tindakan sia-sia. Mesti ada mekanisme pengawasan sehingga dapat terjamin arus pengiriman senjata ke kelompok teroris di Gaza dapat diakhiri." Gedung Putih merilis siaran radio ini pagi-pagi sekali, pada Sabtu ini.
Sebelumnya dikabarkan, lebih dari 400 warga Palestina dan empat warga Israel tewas dalam serangan membabi buta ini. PBB memperkirakan, Jumat, seperempat warga Palestina yang tewas adalah warga sipil.
Bush Salahkan Hamas
Presiden Amerika Serikat, George W Bush menyalahkan Hamas atas serangan yang dilakukan Israel. "Gara-gara kekerasan yang dilakukan Hamas di musim panas tahun 2007, situasi menjadi memburuk bagi warga Palestina di Gaza," ujar Bush dalam sebuah pernyataan resmi di Gedung Putih.
"Dengan meluncurkan roket di jalan-jalan dan sekolah-sekolah, Hamas telah menunjukkan bahwa mereka tak peduli dengan warganya sendiri, Palestina."
Dalam sebuah siaran radio yang ditayangkan hari Sabtu, Bush mengatakan bahwa Hamas telah melakukan aksi teror saat roket kembali diluncurkan bulan lalu ke Israel hingga memicu serangan udara yang dilakukan Israel minggu ini.
"Menanggapi serangan-serangan yang diarahkan pada warganya, para pemimpin Israel telah melakukan operasi militer di Gaza, tempat Hamas berada," ujar Bush. "Dan sebagai bagian dari strategi mereka, teroris Hamas bersembunyi di balik warga sipil sehingga menempatkan warga Palestina dalam posisi berisiko."
Pejabat Layanan Medis Palestina melaporkan, Jumat, sekurangnya 421 warga tewas dan 2.200 lain terluka di Gaza sejak serangan udara Israel menghantam wilayah ini pada 27 Desember lalu. Sementara itu, pihak kepolisian dan militer Israel menyatakan 4 warga Israel tewas dan 57 terluka.
Presiden terpilih Barack Obama dikatakan telah memonitor situasi. Dia telah melakukan kontak dengan Menteri Luar Condoleezza Rice dan Hillary Clinton, calon kuat pengganti Rice.
Pemimpin Hamas yang berada di pengungsian Khaled Meshaal dalam sebuah pernyataan yang ditayangkan Jumat di jaringan televisi Al Jazeera menyebut Obama melakukan "Standar ganda."
"Anda terlibat, dan Anda telah membuat pernyataan terkait dengan isu Mumbai, namun Anda menyatakan tidak terlibat dan tidak mengatakan apa-apa tentang kejahatan yang menimpa Gaza," ujar Meshaal.
Tim Penasihat Obama menyatakan bahwa sikap Obama jelas, yakni tergantung dari Bush. "Saat ini yang menjadi presiden hanya satu. Dan hanya presiden yang bisa bicara mewakili Amerika saat ini. Dan presiden itu adalah George Bush," ujar David Axelrod kepada CBS.
Dalam sebuah pernyataan, Bush mengatakan bahwa "Tujuan Amerika di Timur Tengah jelas" Kami menginginkan keamanan dan kedamaian bagi sekutu kami, kemerdekaan bagi Israel. Bagi Warga Palestina, kami menginginkan kedamaian dan terwujudnya negara Palestina yang demokratis yang mampu mengabdi bagi rakyatnya dan menghargai tetangganya. Bagi semua wilayah, kami menginginkan berakhirnya teror." (cnn/kmp) http://www.suaramedia.com Visit here Israel Bantai 228 Warga Palestina , Israel Didukung AS














