AMERIKA (SuaraMedia) Pemerintahan Obama akan membuka dan mempublikasikan memo internal yang akan menelanjangi buruknya teknik interogasi Bush.
Offisial senior Obama, menjelaskan pada newsweek bahwa tiga memo internal akan menjelaskan detil teknik interogasi "termahsur" yang disetujui oleh pemerintahan Bush terhadap tawanan Al-Qaeda yang "bernilai tinggi".
Majalah Newsweek yang terbit Sabtu 21 Maret 2009 mengungkapkan tiga memo yang diduga berasal Gedung Putih pada masa kepresidenan Bush kepada badan intelijen CIA.
"memo tersebut, ditulis oleh pengacara Departemen Kehakiman pada Mei 2005, menyediakan pembenaran yang rasional atas metode pengguyuran air, penamparan pada kepala dan taktik taktik kotor lainnya yang digunakan oleh CIA," laporan tersebut menyatakan.
Perkataan seorang offisial senior juga dikutip, dia menyatakan bahwa memo memo tersebut sangatlah buruk dan memalukan CIA.
Memo tersebut sedianya akan dirilis atas dasar perintah eksekutif Presiden Obama pada 22 Januari yang melarang tindakan yang agresif.
Meskipun deputi dari Jaksa Agung Eric Holder Jr, berpendapat bahwa tidak ada alasan lagi untuk merahasiakan memo interogasi tersebut , beberapa ofisial intelejen tetap menentang perilisan memo tersebut, mereka berpendapat bahwa memo tersebut mengkompromikan "sumber dan metode"
Mantan presiden George W. Bush dan kabinetnya yang dikritik dalam penggunaan metode interogasi seperti ini disebut pejuang musuh
''Memo itu kemudian diamankan Departemen Kehakiman AS. "Memo-memo itu memperbolehkan lembaga intelijen CIA melakukan metode interogasi seperti pemukulan kepala, waterboarding (pencelupan di air),dan sebagainya," demikian ditulis Newsweek. Penerbitan catatan-catatan ini merupakan tindak lanjut penerbitan sembilan memo awal Maret.
Memo itu menyebut pemerintahan Bush telah menetapkan bahwa segala tindakan dalam memerangi terorisme bebas dari gugatan hukum sipil. Menurut pejabat senior pemerintahan Obama yang enggan disebutkan namanya mengatakan memo itu merupakan sebuah kebodohan dan akan menjelekkan CIA.
Pejabat lain memprediksi memo itu akan memaksa pemerintahan Obama membuat komisi pencari fakta dan kebenaran atas kasus penyiksaan itu. Sembilan dokumen itu dibuat sejak 11 September 2011 hingga beberapa bulan setelah invasi AS ke Irak pada 2003 lalu.
Pemerintah Obama juga telah mengeluarkan dokumen pengadilan yang mengakui bahwa badan intelijen nasional (CIA) telah memusnahkan 92 rekaman video berisi interogasi tersangka teroris.Dokumendokumen itu juga menyebut bahwa pemerintahan Bush melakukan penyadapan pada sejumlah warganya.
Penerbitan dokumen-dokumen ini merupakan bukti janji Obama untuk mengakhiri cara-cara kontroversial dalam mengorek keterangan dari para tersangka terorisme seperti waterboarding. Teknik interogasi itu dilakukan dengan cara mengikat tangan tersangka dan merebahkan tubuh terperiksa di atas papan.
Selanjutnya para penyidik menuangkan air ke wajah para tersangka yang terbungkus karung. Efek penderitaan waterboarding setara dengan teknik menenggelamkan kepala terperiksa ke dalam bak penuh air. "Waterboarding adalah siksaan yang tidak sesuai nilai-nilai dan hukum Amerika," kata Jaksa Agung Eric Holder.
Dia mengatakan, dengan adanya kebijakan yang ditandatangani langsung Obama pada 22 Januari mengenai pelarangan taktik penyiksaan, maka tidak ada lagi kesempatan itu untuk terulang kembali. Newsweekmelaporkan bahwa beberapa komunitas intelijen menolak penerbitan tiga catatan metode investigasi ini.
Mereka beralasan pemaparan dokumen ini berpotensi membocorkan strategi dan rencana AS kepada pihak musuh. Menurut pejabat pemerintahan Obama, mantan Direktur CIA Michael Hayden "geram" dengan penyingkapan laporan itu. Apalagi, CIA telah diintervensi pejabat pemerintahan. Newsweek melaporkan, Gedung Putih masih berpihak pada Holder.
Anggota Komite Intelijen Senat AS Dianne Feinstein mengaku tidak mendapatkan keterangan lengkap mengenai kebijakan-kebijakan CIA. "Saya sekarang tidak mengetahui detail itu," katanya. Padahal, CIA kerap menggelar konferensi dengan para anggota senat membahas program-program keamanan nasional AS. Menurut pejabat AS, anggota Kongres telah mendapatkan lebih dari 30 pertemuan mengenai programprogram CIA.
Bahkan, panel intelijen Kongres telah menerima laporan mengenai penyiksaan yang dilakukan CIA dari Palang Merah Internasional (ICRC). Memang laporan rahasia ICRC itu memicu polemik di AS. Kelompok para pemerhati hak asasi manusia (HAM) meminta pemerintahan Obama menginvestigasi para pejabat CIA dan dibawa ke pengadilan. (prtv) dikutip oleh SuaraMedia.com














