Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Penyelidikan Gaza Berlanjut Tanpa Restu Israel

E-mail Cetak PDF
NEW YORK (SuaraMedia) – Tim Pemeriksaan Gaza PBB mengumumkan pada Selasa bahwa mereka akan bergerak maju dengan penyelidikan dari invasi militer Israel pada Januari lalu, walaupun Israel tidak memberikan persetujuannya atas apa yang disebut dengan sebuah "pada hakekatnya pemeriksaan cacat".

Penyelidikan PBB dimaksudkan untuk menentukan apakah Israel atau Hamas melakukan kejahatan perang selama penyerangan tiga minggu yang panjang Israel di Gaza pada Januari.

 

Richard Goldstone yang mengepalai tim pemeriksaan mengatakan bahwa ia "kecewa" oleh penolakan Israel yang bahkan mengeluarkan tim visa, tetapi mengatakan bahwa hal  ini tidak akan menghalangi kelompok tersebut untuk bergerak maju dengan penyelidikan mereka. Goldstone mengatakan bahwa jika mereka tidak dapat memasuki Jalur Gaza melalui Israel, mereka malah akan masuk melalui sisi Mesir.

"Saya kecewa, dan anggota dari misi kecewa, bahwa kami tidak mendapat tanggapan positif dari pemerintahan Israel," Goldstone mengatakan. "Merupakan harapan kami untuk memulai dari sana, untuk mengunjungi Israel selatan, Sderot, untuk masuk ke Gaza melalui pintu depan, untuk pergi ke Tepi Barat, yang juga termasuk dalam misi kami." Israel keberatan atas misi yang diperintahkan oleh 47 negara Dewan Hak Azazi Manusia PBB kaena intruksi orisinilnya adalah hanya untuk memeriksa apa yang Israel lakukan pada warga Palestina. Tetapi Goldstone, seorang Yahudi dengan ikatan kuat pada Israel, hanya menerima tugas tersebut jika ia dapat melihat apa yang terjadi pada kedua pihak.

"Tidak ada perubahan dalam posisi kami," juru bicara Menteri Luar Negeri Israel Yigal Palmor mengatakan pada Rabu di Yerusalem. Kami pikir bahwa mandat tersebut pada hakekatnya cacat dan tidak sempurna dan oleh karena itu komisi ini tidak akan pernah dapat melakukan sebuah pekerjaan yang tepat, maksud baik apa pun yang mungkin dimiliki kepalanya."

Menanyakan apakah anggota tim PBB akan diijinkan untuk masuk wilayah Israel, ia mengatakan bahwa masih akan dilihat. "Tunggu," ia mengatakan. "Kami belum di sana." Israel menganggap dewan tersebut, yang memiliki sebuah bagian yang besar dari anggota negara-negara Islam, ketika prasangka terhadap negara Yahudi karena negara tersebut sering mengasingkan dari kecaman.

Goldstone mengatakan bahwa ia mendekati duta besar Israel di Jenewa, Aharon Leshno Yaar, beberapa kali dan bahkan secara langsung mengajukan banding kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

"Tetapi kami tidak menerima tanggapan resmi. Telah terdapat laporan media dari tidak adanya kerjasama tetapi saya menganggap laporan tersebut sebagai tidak resmi," Goldstone mengatakan pada sebuah konfrensi berita di Jenewa. "Akan lebih baik mendapatkan sebuah tanggapan resmi dan saya akan mengharap sebuah tanggapan positif." Israel meluncurkan serangannya terhadap Gaza pada 27 Desember dalam sebuah tawaran untuk menghentikan delapan tahun dari tembakan roket ke dalam wilayah selatan dan menghadapi sebuah ledakan berat dari kelompok militan Hamas.

Serangan tiga minggu tersebut membunuh lebih dari 1.400 warga Palestina, termasuk lebih dari 900 warga sipil, menurut kelompok hak azazi manusia Palestina. Serangan tersebut juga menghancurkan ribuan rumah dan merusak dengan berat infrastruktur Gaza. Israel mengatakan bahwa korban tewas lebih rendah dari jumlah tersebut dan kebanyakan dari yang tewas merupakan militan Hamas. Negara tersebut menyalahkan Hamas atas korban-korban warga sipil, mengatakan bahwa para militan menggunakan sekolah, masjid dan daerah pemukiman untuk berlindung. Tiga belas warga Israel terbunuh selama pertempuran tersebut.

Goldstone berbicara kepada reporter setelah pertemuan dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon, yang menolak untuk bergabung dalam konfrensi berita pada Rabu karena ia ingin menggarisbawahi karakter independen dari penyelidikan tersebut. Tetapi Ban mengatakan kepada The Associated Press bahwa ia memiliki "sebuah pertemuan yang sangat  baik" dengan Goldstone.

"Saya mengungkapkan dukungan kuat saya untuk misinya. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya telah berdiskusi dengan pemerintahan Israel, khususnya President Shimon Peres," Ban mengatakan. "Saya belum menerima sebuah jawaban secara langsung, tetapi saya akan melanjutkan untuk berdiskusi dengan mereka."

Goldstone, kepala jaksa penuntut dari tim pemeriksaan, merupakan seorang mantan jaksa penuntut dari kejahatan-kejahatan perang Afrika. Ia mengatakan bahwa tim tersebut telah merencanakan untuk mengunjungi kota-kota di selatan Israel yang dihantam oleh granat buatan sendiri milik Palestina, tetapi sejak itu Israel tidak akan mengijinkan mereka untuk masuk, mereka mungkin akan dipaksa untuk memeriksa hanya keadaan di Jalur Gaza.

Duta besar Israel menyatakan bahwa Dewan Hak Azazi Manusia PBB, dimana tim penyelidikannya terpisah, mengancam Israel "dengan tidak adil", menambahkan hal itu, "keadilan tidak dapat menjadi hasil dari misi ini." (ppt/tz/mnc) Dikutip oleh SuaraMedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon