Senin, 20 Mei 2013

Headlines:

Batasi Wisatawan, Sri Lanka Kecam Keras AS

E-mail Cetak PDF
COLOMBO (Berita SuaraMedia) – Pemerintah Sri Lanka menolak keras adanya larangan bepergian ke Sri Lanka yang diberikan oleh pemerintahan AS. Pemerintah AS memperingatkann para warganya dengan adanya kemungkinan bahaya ketika berkunjung ke negara tersebut.

Juru bicara kementerian pertahanan Sri Lanka, Kaheliya Rambukwella, menganggap bahwa dikeluarkannya larangan bepergian pada minggu lalu sebagai sebuah hal yang sama sekali tidak memiliki dasar.

Pemerintah Sri Lanka mengatakan bahwa sejumlah besar gerilyawan Macan Tamil masih berkeliaran, namun sama sekali tidak menjadi ancaman.

Pada bulan Mei lalu, pasukan bersenjata Sri Lanka menyerbu para gerilyawan Macan Tamil yang berjuang untuk mendirikan negara terpisah untuk etnis minoritas Tamil.

Dalam peringatan yang dikeluarkannya, Washington mengatakan bahwa meski pemerintah mendeklarasikan kemenangan dalam peperangan tersebut, pulau tersebut masih tetap rentan akan serangan dari sisa-sisa kekuatan gerakan pembebasan Macan Tamil Eelam (LTTE) dan bahkan kelompok pemberontak baru.

Dalam peringatan tersebut, dikatakan bahwa di Sri Lanka tertanam banyak ranjau darat dan pasukan militer yang menenteng senapan di sbelah timur dan utara Sri Lanka menghimbau kepada seluruh warganya untuk melaporkan para wisatawan asing jika mereka menemukan segala macam aktivitas yang mencurigakan.

Rambukwella mengatakan bahwa menteri luar negeri telah melayangkan sebuah surat kecaman keras untuk merespon larangan bepergian yang dikeluarkan oleh AS.

Ketika ditanyakan mengenai kelanjutan laporan dari mata-mata LTTE yang ditahan dan terkadang dibunuh, Rambukwella mengatakan bahwa jumlah gerilyawan Macan Tamil memang masih cukup besar, tapi pemerintah Sri Lanka tidak menganggap jumlah tersebut membahayakan.

Dia mengatakan bahwa para pentolan LTTE yang telah menyerahkan diri atau ditangkap akan diawasi dengan ketat.

Namun sejumlah besar mantan anggota LTTE akan direhabilitasi, karena ada kemungkinan bahwa mereka menjalin hubungan diluar kemauan mereka. Dia mengatakan bahwa sebagian dari mereka dipandang sebagai korban yang tidak bersalah.

Pemerintah Sri Lanka masih menahan sekitar 300.000 orang yang terlantar karena peperangan tersebut dan memeriksa mereka dengan dugaan sebagai jaringan LTTE.

Dalam situs internetnya, pemerintah AS mengharuskan warga negara AS yang bepergian atau tinggal di Sri Lanka untuk mendaftarkan nama ke kedutaan besar atau konsulat AS yang terdekat, mereka diharuskan mengisi formulir registrasi khusus dari departemen luar negeri untuk mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan untuk bepergian di kawasan tersebut. Warga negara AS yang tidak terhubung ke internet dapat mendaftarkan diri secara langsung di kedutaan atau konsulat AS terdekat. Pendaftaran diri tersebut dianggap penting karena memungkinkan departemen luar negeri untuk membantu warga negara AS yang tengah berada dalam keadaan darurat.

Sebuah paspor dan tiket pulang-pergi serta bukti kelayakan finansial diperlukan untuk dapat masuk ke Sri Lanka. Kemudian sebuah visa turis yang berlaku selama 30 hari akan diberikan kepada para wisatawan pada saat mereka memasuki Sri Lanka. Para penusaha diharuskan untuk memiliki visa sebelum menginjakkan kaki di Sri Lanka.

Warga AS yang datang ke Sri Lanka tidak dengan tujuan melancong (misalnya, perjalanan keagamaan, sukarela, atau untuk urusan pekerjaan) harus memperoleh visa masuk dari kedutaan besar atau konsulat Sri Lanka terdekat sebelum diberikan ijin untuk pergi ke Sri Lanka. Warga asing yang memasuki wilayah Sri Lanka dengan visa turis tidak dapat menukarkan visa mereka menjadi visa non-wisatawan, dan mereka menanggung risiko dideportasi jika melakukan aktivitas selain berwisata dengan visa turis.

Warga negara AS yang tinggal selama lebih dari 30 hari untuk berbagai keperluan harus mendapatkan perpanjangan visa dari departemen imigrasi dan emigrasi di kota Colombo dan membayar biaya perpanjangan visa. Warga AS harus mendapatkan imunisasi penyakit kuning dan kolera sebelum menginjakkan kaki ke wilayah yang terinfeksi penyakit yang bersangkutan. Hukum Sri Lanka mengharuskan seluruh warga negara asing yang menginap di rumah pribadi warga Sri Lanka untuk mendaftarkan diri di kantor polisi terdekat. Warga asing yang tinggal di rumah pribadi warga setempat yang tidak menddaftarkan diri bisa saja ditahan untuk diinterogasi. Ketentuan tersebut tidak berlaku bagi warga asing yang tinggal di hotel atau wisma tamu.

Departemen luar negeri AS menyerukan kepada segenap wrga negara AS untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke Sri Lanka mengingat risiko yang harus ditanggung. Hal tersebut berkaitan dengan sisa-sisa gerakan Macan Tamil yang masih ada di Sri Lanka.

Warga AS khususnya diperingatkan untuk tidak bepergian di seluruh bagian propinsi utara dan timur Sri Lanka. Perjalanan dinas dari pejabat pemerintahan AS ke wilayah utara dan timur sama sekali dilarang. Dirilis juga wilayah-wilayah yang sekiranya tidak aman bagi warga AS: Distrik Anuradhapura di pusat propinsi utara, wilayah sebelah utara Medawachchiya, jalan A14, dan jalan dari Medawachchiya dan Horowupatna. Perjalanan tidak resmi dari pejabat pemerintahan AS ke propinsi timur, selain koridor jalan A6 dan kota Trincomalee di distrik Trincomalee, dan sejumlah area di distrik Ampara di sebelah selatan jalan A4 dan sebelah barat Maha Oya, sama sekali dilarang.

Warga negara AS yang berasal dari berbagai etnis dihimbau untuk menyimpan rapat-rapat paspor mereka setiap saat. Jika terjadi serangan, warga AS disarankan untuk memonitor siaran radio dan televisi, menghindar dari jendela, danl kembali ke rumah atau hotel yang mereka tinggali untuk mengamankan diri. Jika tengah berwisata, maka warga AS disarankan untuk segera menemukan lokasi yang aman di dalam bangunan permanen. Pemerintah Sri Lanka menerapkan jam malam di Colombo, warga AS juga dihimbau untuk menaati aturan jam malam dan terus memantau perkembangan di televisi dan radio. Wisatawan asing seringkali menjadi sasaran penggeledahan polisi. (dn/bbc/tsg) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Sejarah Islam

Husen Bin Salam, Pendeta Yahudi Dengan Panggilan Islam Dihatinya
Ketika pertama kali mendengar kedatangan Nabi, H...More »

Berita Gadget Terkini

Apple Ingin Lepas Ketergantungan Terhadap Samsung
Dilansir BGR, analis teknologi dari firma RBC Ca...More »

Keajaiban Dunia

Sejarah Seribu Satu Malam Terancam Serangan Turis
Benteng tersebut membuka sejarah Irak ribuan tah...More »

Otomotif Terbaru

Zoe, Mobil Cantik Besutan Perusahaan Kosmetik
Sistem sirkulasi udara pada mobil tersebut, memb...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon