Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Potong Urat Nadi Kesehatan AS, "Hitler" Dihujat

E-mail Cetak PDF
WASHINGTON (Berita SuaraMedia) –Kerumunan massa memadati jalanan, sementara massa yang bertentangan pendapat dengan kelompok pertama berada di sisi lain dari jalan dan berteriak-teriak, setiap kubu memiliki sekitar 1.000 orang pendukung.

Mereka berada diluar sebuah gedung SMU di Portsmouth, New Hampshire, dimana presiden Obama tengah menggelar pertemuan untuk membahas mengenai program kesehatan.

Di dalam ruang olahraga sekolah tersebut, presiden AS tersebut berkata, "Reformasi program perawatan kesehatan adalah sebuah hal yang tidak bisa ditawar lagi, program perawatan kesehatan akan membahayakan negara dalam waktu delapan hingga 10 tahun ke depan. Saya tidak tahu apakah orang-orang di luar sana menyadari hal ini. Jika saya adalah seorang warga negara lanjut usia, maka hal-hal yang akan saya khawatirkan saat ini adalah bahwa program perawatan kesehatan mulai kehabisan dana karena negara ini belum melakukan apa-apa untuk memastikan bahwa kita mendapatkan pemasukan yang sepadan dengan yang dikeluarkan untuk perawatan kesehatan."

Obama menambahkan, "Saya telah menerima banyak surat, ada yang pro dan ada yang kontra, yang membahas mengenai reformasi perawatan kesehatan. Dalam sebuah surat yang baru-baru ini saya terima, seorang wanita mengemukakan pendapatnya mengenai apa yang ia dengar berkenaan dengan rencana saya. Dia berkata, "Saya tidak ingin pemerintah yang menangani perawatan kesehatan. Saya tidak ingin anda mencampuri pasar pribadi, dan jangan berani-berani menyentuh program perawatan kesehatan saya," kata Obama yang disambut tawa hadirin. "Surat tersebut benar-benar ada."

"Jadi, saya rasa cukup penting bagi warga manula yang menerima tunjangan kesehatan untuk mengerti bahwa jika kita semua mampu mendapatkan sesuatu yang sama persis dengan program tersebut, maka harus ada kepercayaan yang lebih tinggi bahwa mungkin pemerintah mampu memainkan sebuah peranan, bukan mendominasi, namun hanya sebuah peranan, dalam memastikan bahwa masyarakat diperlakukan secara adil dalam hal asuransi," kata Obama yang disambut dengan tepuk tangan.

Seorang wanita bernama Diane Campbell dari Kingston, New Hampshire, memegang papan tanda yang bergambarkan wajah presiden Obama yang "dipermak" agar terlihat mirip dengan pasukan Nazi. Tanda tersebut, katanya, dibuat sendiri oleh ibunya yang tengah menderita penyakit kronis.

Penyakit autoimmune (penyakit dimana tubuh penderita tidak mengenal organ, sel dan jaringan tubuhnya sendiri) yang diderita oleh ibunya harus dirawat dengan transfusi gamma globulin yang berharga mahal dan selama ini ditanggung oleh program tunjangan kesehatan. Saudari Campbell dilahirkan tanpa tangan dan hanya memiliki sebelah kaki, ia juga dibiayai oleh program perawatan kesehatan, program asuransi khusus untuk manula dan orang-orang cacat.

Dua buah papan tanda yang dipegang oleh Campbell terlihat serupa, hanya saja salah satunya dibubuhi simbol salib, sementara yang lainnya dibubuhi dengan simbol damai. Keduanya dilengkapi tulisan yang berbunyi: "Hai (warga) Amerika, kalian semua menginginkan perubahan? Demikian halnya dengan Hitler!!" Sebuah gambar menunjukkan Obama tengah memberikan hormat ala Nazi di depan logo swastika.

Ucapan Campbell sejalan dengan perkataan Rush Limbaugh, yang pada tanggal 6 Agustus lalu mengatakan: "Jika anda semua memperhatikan dengan seksama, maka anda akan menyadari bahwa logo program kesehatan Obama sangat mirip dengan logo swastika Nazi. Di tengahnya adalah logo kesehatan Obama, sementara di bawahnya adalah logo resmi Nazi, elang dan sebagainya, yang tengah mengepakkan sayap, atau burung yang mengembankan sayap, Obama memilih logo program kesehatan yang diilhami oleh pedoman Adolf Hitler."

"Adolf Hitler, seperti halnya Barack Obama, juga berkuasa dengan menjadi diktator. Dia disebut Messiah. Dia mengatakan bahwa perkataannya adalah suara masyarakat. Tahukah anda hukum pertama yang ditetapkan Hitler? Hukum pertama yang ditetapkan adalah cara untuk memasak lobster. Lobster harus direbus. Cara tersebut diklaim sebagai cara yang paling tidak menyakitkan, hukum tersebut diterapkan kepada seluruh rumah makan. Apakah hal ini terdengar seperti sesuatu yang pernah dilakukan oleh presiden konservatif atau hal yang dilakukan presiden liberal kepada negara ini?"

Limbaugh memang tidak menyinggung mengenai perpanjangan tunjangan kesehatan. Namun dia mengatakan bahwa partai Demokrat telah sejak lama menyerang Republik karena menginginkan pemotongan tunjangan kesehatan, namun pada akhirnya mereka menempuh kebijakan yang serupa. (dn/hp/slt) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon