Para eksekutif dari Blackwater, yang telah menyebabkan kontroversi karena taktis agresif yang mirip pembantaian di Irak, menolong agensi mata-mata dengan merencanakan, melatih dan mengawasi. CIA menghabiskan jutaan dollar dalam program tersebut, yang sama sekali tidak berhasil menangkap atau membunuh siapapun target mereka.
Fakta bahwa CIA menggunakan perusahaan luar untuk program tersebut merupakan alasan utama bahwa direktur CIA, Leon E. Panetta menjadi waspada dan meminta sebuah rapat darurat pada bulan Juni untuk mengatakan kepada Kongres bahwa agensi tersbut telah menahan rincian dari program tersebut selama tujuh tahun, ujar para pejabat.
Masih belum jelas apakan CIA berencara untuk menggunakan kontraktor untuk menangkap atau membunuh para operatif Al Qaeda, atau hanya untuk membantu dalam pelatihan atau pengamatan. Agensi mata-mata Amerika telah dalam beberapa tahun ini melakukan pekerjaan-pekerjaan kontroversial, termasuk interogasi para tahanan.
Namun pejabat pemerintah berkata bahwa membawa orang luar ke dalam program tersebut dengan otoritas mematikan akan menimbulkan kecemasan tentang akuntabilitas dalam operasi rahasia.
Pejabat mengatakan bahwa CIA tidak memiliki kontrak formal dengan Blackwater untuk program ini, namun sebaliknya memiliki perjanjian individual dengan perusahaan ternama, temasuk pendirinya, Erik D. Prince, mantan anggota AL yang terhubung secara politik dan seorang pewaris dari kekayaan keluarga. Pekerjaan Blackwater dalam program tersebut sebenarnya telah diakhiri bertahun-tahun sebelum Panetta mengambil alih agensi tersebut, setelah pejabat senior CIA sendiri mempertanyakan kebijakan untuk menggunakan orang luar dalam sebuah program pembunuh bertarget.
Blackwater yang mengubah namanya baru-baru ini menjadi Xe Services, dan berdasar di Carolina Utara, di beberapa tahun ini telah menerima jutaan dollar dari kontrak pemerintah, bertumbuh sangat pesat hingga pemerintah Bush berkata bahwa itu adalah bagian yang diperlukan dari operasi perangnya di Irak.
Hal tersebut juga menarik kontroversi. Pegawai Blackwater yang disewa untuk menjaga diplomat Amerika di Irak dituduh menggunakan kekerasan dalam saat-saat tertentu, termasuk penembakan di pusat kota Baghdad di tahun 2007 yang mana telah membunuh 17 warga sipil. Pejabat Irak telah menolak untuk memberikan perusahaan tersebut izin beroperasi.
Beberapa pejabat saat ini dan mantan pejabat yang diwawancara untuk artikel ini meminta untuk tidak disebutkan namanya karena mereka sedang membicarakan rincian dari program yang masih dirahasiakan.
Paul Gimigliano, seorang juru bicara CIA, menolak untuk menyediakan rincian tentang program yang ditunda tersebut, namun, ia mengatakan bahwa keputusan Panetta terhadap program pembunuhan sangat "jelas dan langsung."
"Direktur Panetta berpikir bahwa upaya ini harus diberitahukan kepada Kongres, dan dia melakukannya," ujar Gimigliano. "ia juga tahu bahwa program tersebut tidak berhasil, jadi ia menghentikannya."
Seorang juru bicara Xe tidak menjawab atau memberikan komentar balasan.
Senator Dianne Feinstein, seorang Demokrat California yang memimpin Senate Intelligence Committee, juga menolak memberikan rincian dari program tersebut. Namun ia memuji Panetta yang memberitahu kepada Kongres. "Ini terlalu mudah untuk melakukan kontrak sebuah pekerjaan yang anda tidak ingin menerima tanggung jawab atasnya," ia berkata.
Pada musim panas ini, CIA mengadakan sebuah review internal dari program pembunuhan tersebut yang baru-baru ini dipresentasikan ke Gedung Putih dan Congressional intelligence committees. Para pejabat mengatakan bahwa ulasan tersebut menyatakan bahwa pendahulu Panetta tidak percaya bahwa mereka perlu mengatakan kepada Kongres karena program tersebut tidak terlalu dikembangkan lebih jauh.
The House Intelligence Committee sedang menyelidiki mengapa para pembuat undang-undang tidak pernah diberitahui mengenai program tersebut. Menurut pejabat pemerintahan, mantan wakil presiden Dick Cheney mengatakan kepada pejabat CIA di tahun 2002 bahwa agensi mata-mata tidak perlu untuk memberitahukan kepada Kongres karena agensi tersebut telah memiliki Otoritas legal untuk membunuh pemimpin Al Qaeda.
Satu pejabat yang familiar dengan masalah tersebut berkata bahwa Panetta tidak mengatakan kepada pembuat undang-undang bahwa CIA telah melanggar peraturan karena telah menahan rincian dari program tersebut dari Kongres. Sebaliknya Panetta mereaka bahwa program tersebut telah berjalan keluar dari rencana dan membutuhkan pemeriksaan oleh pemerintah.
Pejabat pemerintah berkata bahwa upay CIA untuk menggunakan tim paramiliter untuk membunuh operatif Al Qaeda dihadapkan dengan halangan logistik, legal dan diplomatik. Upaya-upaya ini telah dijalankan oleh pusat anti-terorisme CIA, yang menjalankan operasi terhadap Al Qaeda dan kelompok pejuang lainnya.
Di tahun 2002, Blackwater memenangkan sebuah kontrak rahasia untuk menyediakan keamanan untuk stasiun CIA di Kabul, Afghanistan dan perusahaan tersebut menjaga kontrak rahasia lainnya
Beberapa tahun ini, Blackwater telah menyewa beberapa mantan pejabat atas CIA termasuk Cofer Black, yang menjalankan pusat anti-terorisme CIA segera setelah serangan 11 September.
Operatif CIA juga secara teratur menggunakan kompleks pelatihan di Carolina Utara. Kompleks tersebut termasuk sebuah tempat latihan untuk sniper dengan area melatih jarak tembakan.
Sebuah perintah eksekutif yang ditandatangani oleh Presiden Gerald R. Ford, di tahun 1976 yang melarang CIA untuk melakukan pembunuhan, sebuah respon langsung dari terbongkarnya rencana CIA untuk membunuh Fidel Castro dari Kuba dan politisi asing lainnya.
Pemerintahan Bush mengambil posisi tersebut dan mengintai anggota Al Qaeda, menganggapnya tidak berbeda dengan membunuh musuh dalam medan perang dan dengan demikian agensi tersebut tidak lagi terikat dengan larangan pembunuhan.
Namun mantan pejabat intelijen berkata bahwa memperkerjakan kontraktor untuk membantu operatif Al Qaeda akan menyebabkan resiko legal dan diplomatik, dan mungkin tidak terlindungi seperti pegawai pemerintahan.
Beberapa Demokrat kongresional telah memberikan petunjuk bahwa program tersebut merupakan satu dari banyaknya hal-hal yang disembunyikan oleh pemerintahan Bush dari pemeriksaan Kongres dan telah menggunakan hal tersebut untuk membenarkan untuk menyelam lebih jauh lagi ke dalam program anti-terorisme Bush.
Namun Republikan telah mengkritik keputusan Panetta yang membatalkan program tersebut dengan mengatakan ia telah menciptakan badai dalam ceret
"Saya merasa bahawa ada sedikit drama dan intrik yang sedikit lebih dari seharusnya," ujar Peter Hoekstra dari Michigan, seorang Republikan di House Intelligence Committee.
Pejabat mengatakan bahwa program CIA telah direncanakan sebagai sebuah alternatif dari serangan misil dengan menggunakan pesawat drone, yang telah membunuh warga sipil dan tidak dapat di area markas para pejuang.
Namun, dengan sebagian besar operatif Al-Qaeda dipercaya bersembunyi di area pegunungan yang jauh di Pakistan, drone tetap menjadi senjata pilihan CIA. Seperti administrasi Bush, Obama juga telah merangkul kampanye drone karena memberikan pilihan yang tidak terlalu berisiko dibanding mengirim tim paramiliter ke Pakistan. (iw/nyt) Dikutip oleh www.suaramedia.com














