Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Masjid Inggris Terancam Jadi Korban Kekerasan 9/11

E-mail Cetak PDF
HARROW, INGGRIS (Berita SuaraMedia) – Hanya beberapa hari setelah kekerasan di Birmingham mengakibatkan penahanan terhadap 90 orang, Masjid Harrow menyerukan agar aksi protes tanggal 11 September tidak dilaksanakan.

Stop Islamisasi Eropa (Stop the Islamisation of Europe - SIOE) mengadakan sebuah konvoi di luar gedung Masjid, di Station Road, pada hari Jumat dan para pendukung Bersatu Melawan Fasisme (Unite Against Fascism - UAF) akan mengadakan demonstrasi tandingan dalam waktu yang bersamaan.

Liga Pertahanan Inggris (English Defence League – EDL), yang mengalami bentrokan dengan anti-fasis di Birmingham pada hari Sabtu, mengiklankan acara itu di situsnya.

Konvoi tersebut dipromosikan oleh kelompok EDL dalam situs jaringan sosial Facebook dan ada kekhawatiran  bahwa kekerasan pada akhir pekan lalu akan terulang di Harrow.

Haron Sheikh, ketua Masjid Pusat Harrow, mengatakan, "Kami akan meminta pemerintah setempat dan kepolisian untuk mencoba menghentikannya."

"Kami khawatir dengan jamaah kami yang banyak. Sangat sulit untuk mengendalikan apa yang ingin dilakukan oleh orang-orang pada hari itu."

"Kami akan kedatangan 200 hingga 300 orang ke sini untuk sholat Jumat. Emosi mereka akan tinggi jika diprovokasi, namun ada polisi yang menjaga kami."

SIOE mengatakan bahwa mereka tidak rasis dan tidak akan mentolerir rasisme dalam bentuk apa pun di konvoi itu, namun menggambarkan diri mereka sendiri sebagai Islamophobic, mengatakan bahwa itu adalah hal yang masuk akal.

Baik SIOE maupun UAF mengatakan bahwa mereka berniat untuk melakukan protes dengan damai.

Dua kelompok rasis di Inggris,  Stop Islamisasi Eropa (Stop the Islamisation of Europe – SIOE) dan Liga Pertahanan Inggris (English Defence League – EDL), berencana akan mengadakan sebuah protes anti-Muslim di luar gedung Masjid Pusat Harrow pada malam Jumat tanggal 11 September. UAF telah menyerukan sebuah kesiagaan solidaritas sebagai respon untuk mempertahankan Masjid dari kaum rasis dan fasis.

"Kami memanggil semua orang di London yang menentang rasisme dan ingin membela masyarakat Harrow yang multibudaya dan multiras untuk berkumpul pada hari Jumat pukul empat sore di luar Harrow Civic Centre di Station Road."

"Kesiagaan akan dimulai pukul 1.30 siang, jadi tolong datang tepat waktu. Kita ingin mengadakan demonstrasi yang terhormat dan menentukan yang akan memperlihatkan pada para rasis itu bahwa mereka tidak diterima di Harrow. Akan ada konvoi publik dengan orator-orator yang akan dimulai sekitar pukul enam petang.

Para aktivis anti-rasis di Harrow menyusun sebuah pernyataan yang telah ditandatangani oleh sejumlah anggota parlemen setempat, serikat perdagangan, dan aktivis komunitas. Beberapa dari mereka antara lain: Tony McNulty, anggota parlemen untuk Harrow East; Barry Gardiner, anggota parlemen untuk Brent North; Dawn Butler, anggota parlemen untuk Brent South; Ken Livingstone, ketua UAF  dan mantan walikota London; Jo Lang, presiden Asosiasi Guru-guru Harrow (Harrow Teachers Association - NUT); Abdurahman Jaraf, Muslim Safety Forum; Nick Grant, anggota eksekutif NUT nasional untuk luar London; Martin Francis, kandidat Partai untuk Brent North; Abdul Omer Mohsin, koordinator serikat untuk Unite at Harrow dan Edgware Bus Garages; Raj Gill, sekretaris cabang, GMB Harrow general branch (pc); Pete Firmin, presiden Brent Trades Council; Alf Filer, UCU Harrow College; Indro Sen, sekretaris cabang UCU, College of North West London; Milad Ahmed, Muslim Youth Helpline.

"Kami menentang keras rencana EDL untuk melakukan demonstrasi terhadap Masjid Pusat Harrow. EDL adalah kelompok rasis yang seringkali menyerang orang Asia. Mereka berusaha memprovokasi dan mengintimidasi kaum Muslim dengan mengorganisir sebuah protes pada hari Jumat di bulan suci Ramadhan."

"Islamophobia – kebencian terhadap Muslim – sama-sama tidak dapat diterima seperti halnya bentuk rasisme yang lain. Mereka bertujuan memecah belah kita dengan mengkambinghitamkan satu komunitas, seperti yang dilakukan Nazi terhadap kaum Yahudi pada tahun 1930an. Hari ini mereka mengancam Masjid, besok bisa jadi sinagog, kuil, atau gereja. Hari ini mereka mengancam kaum Muslim, besok bisa jadi giliran kaum Yahudi, Hindu, Sikh, kulit hitam, gay, pelancong, atau orang-orang Eropa Timur. Tidak ada tempat bagi Nazi, rasis, atau partai BNP yang rasis di komunitas Harrow yang multiras, multibudaya, dan multi agama."

Ken Livingstone, ketua UAF dan mantan walikota London, mengutuk protes anti-Muslim di Harrow dan memperingatkan terulangnya peristiwa tahun 1930an.

"Jika siapa pun mengadakan demonstrasi di luar sebuah sinagog atau gereja, itu akan memprovokasi kemarahan nasional. Seharusnya juga ada respon yang sama dari pemerintah, politisi, dan semua penganut agama serta media terhadap seruan demonstrasi di luar sebuah Masjid. Satu-satunya makna dari peristiwa ini adalah sebuah protes terhadap Muslim dan Islam – agama yang memiliki lebih dari satu miliar pengikut di seluruh dunia."

"Orang-orang harus menyadari fakta bahwa protes yang dilakukan di luar Masjid akan membawa kita kembali ke masa fasisme tahun 1930an di mana kaum fasis memburu orang-orang Yahudi dan menentang tempat ibadah mereka. Demonstrasi ini harus dikecam dan dilarang karena merupakan diskriminasi relijius yang terang-terangan dan sebuah ancaman terhadap ketertiban publik."

Protes anti-Muslim itu digelar oleh EDL – yang menimbulkan kerusuhan di Birmingham minggu lalu, melempari warga keturunan Asia dengan botol dan membuat salam hormat khas Nazi – dan SIOE – yang mendeklarasikan bahwa mereka menentang semua Muslim dan segala bentuk Islam – dalam memperingati serangan 11 September sebagai upaya untuk menyebarkan kebencian terhadap semua Muslim dengan melabeli mereka sebagai simpatisan teroris.

Weyman Bennet, sekretaris gabungan UAF, mengatakan, "Tidak seorang pun dapat dibiarkan termakan oleh omongan para anti-Muslim itu ketika mereka mengklaim bahwa mereka adalah orang yang tidak rasis atau penuh damai. Mereka di sini untuk satu tujuan: mengintimidasi dan melecehkan komunitas Muslim."

"Kita semua memiliki kewajiban untuk menunjukkan solidaritas dengan kaum Muslim dalam menghadapi provokasi rasis ini. Kita akan menyatukan semua orang dari berbagaic komunitas Harrow untuk mengirim sebuah pesan yang jelas kepada para rasis itu: kami akan mempertahankan masyarakat kami yang multiras dan multi budaya. Dan orang-orang anti-Muslim tidak diterima di sini." (rin/ht/ip) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon