Eminovic menolak untuk menyebutkan nama ketiga bank itu, ia hanya mengatakan bahwa ketiganya telah mempersiapkan peresmian operasi sejak beberapa bulan lalu.
"Mereka telah saling bertukar dokumen bisnis dan informasi yang saya peroleh adalah bahwa mereka telah bergerak cukup jauh," ujarnya.
Eminovic mengatakan nama ketiga bank itu akan diungkap dalam "Forum Bisnis Global Malaysia – Bosnia Herzegovina" yang akan digelar mulai tanggal 8 hingga 11 November di Borneo Convention Centre, Kuching, Serawak.
Ia mengatakan bahwa perwakilan dari sejumlah perusahaan Bosnia akan menghadiri forum tersebut dan mencari rekanan strategis untuk memasuki pasar Malaysia.
Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad dijadwalkan akan menyampaikan pidato sambutan.
Utusan Bosnia itu mengatakan bahwa forum tersebut akan memberikan kesempatan bagi pemain-pemain lokal untuk bertemu dengan pembuat keputusan tertinggi Bosnia seperti CEO Bosnia Bank International, Amer Bukvic, dan CEO Elektrpravada, Amer Jeralgic.
Sementara itu, direktur pengelola Glenreagh Sdn Bhd, Nordin Abdullah, mengatakan selain para pemain besar dalam perindustrian Bosnia, menteri pertahanan dan luar negerinya juga akan hadir.
Ia mengatakan bahwa Bosnia bertujuan meningkatkan sektor turisme, energi, pertahanan, dan perbankannya.
Glenreagh adalah penyelenggara forum tersebut.
Selain Asia Tenggara, yang dalam hal ini diwakili oleh Malaysia, Eropa Timur juga telah siap untuk menjadi pusat baru perbankan Islam dengan diumumkannya perluasan operasi Bosnia Bank Internasional (BBI) yang berbasis di Sarajevo ke Bosnia dan Herzegovina.
Bank yang didirikan oleh institusi keuangan Timur Tengah itu, termasuk Abu Dhabi Islamic Bank dan Islamic Development Bank di Jeddah, saat ini menjadi satu-satunya penyedia layanan perbankan Islam di Bosnia.
Bosnia adalah salah satu dari sedikit negara Eropa yang memiliki penduduk Muslim dalam jumlah besar – 44% dari total penduduknya – menjadikannya sebagai lokasi yang ideal untuk ekspansi sektor perbankan yang pertumbuhannya sangat cepat ini.
BBI berencana untuk menggandakan jumlah kantor cabangnya yang saat ini beroperasi di negara tersebut, dan juga memperluas layanan perbankan lewat telepon dan internet serta kapabilitas call centre-nya.
Terdapat juga lingkup perkembangan perbankan korporat Islam dengan banyaknya bisnis besar yang membutuhkan fasilitas perdagangan dan keuangan yang sesuai dengan Syariah.
Pertumbuhan cepat dalam industri perbankan Islam di Eropa diharapkan akan terjadi dalam beberapa tahun mendatang.
Menurut Syariah, kaum Muslim tidak boleh menerima bunga dari bank, menjadikan layanan perbankan khusus sangat dibutuhkan.
Sebelumnya, tanggal 8 hingga 9 April lalu Islamic Bank for Development dan BBI juga mengadakan seminar tentang perbankan Islam.
Pidato sambutan disampaikan oleh Gubernur Bank Sentral Bosnia dan Herzegovina, Kemal Kozaric. "Kami menyadari bahwa perbankan Islam belum dikenal di Bosnia meskipun BBI, sebuah bank yang beroperasi menurut prinsip-prinsip Islam, telah beroperasi di sini sejak tahun 2000."
"Baru-baru ini Fakultas Ekonomi juga telah membuka studi tentang perbankan Islam. Kita adalah saksi terhadap krisis ekonomi global yang meletakkan perbankan Islam sebagai pondasi karena bank-bank yang dioperasikan menurut prinsip-prinsip Islam tidak mengalami kekalahan dari krisis tersebut."
"Seminar ini akan membantu kita lebih mengenal metode perbankan Islam. Perbankan Islam adalah sumber kekayaan baru bagi Bosnia dan BBI telah menunjukkan hal itu, meskipun hukum domestik belum disesuaikan dengan jenis bisnis ini."
Pembicara di hari pertama adalah Dr. Salman Syed Ali, ekonom IRTI (Islamic Research and Training Institute of the Islamic Development Bank) dan Dr. Muhamed Obaidullah, profesor keuangan Islam dari Pusat Penelitian Islam Universitas King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi. (rin/bn/bg/bb) www.suaramedia.com- Perangi Kemiskinan, Mesir Bangkitkan Harta Karun Islam
- Film Hina Istri Nabi Muhammad, Umat Islam Harus Boikot Produk Belanda
- Penjahat Dunia Rencanakan Pemusnahan Muslim Dari Bumi
- Manfaatkan Media, BNP Hujat Islam Habis-Habisan
- Umat Muslim "Sambut" Kedatangan Wilders Di Inggris














