Rabu, 23 Mei 2012

Headlines:

Grafiti Simbol Yahudi Gemparkan Masjid Perancis!

E-mail Cetak PDF
PARIS (Berita SuaraMedia) – Sejumlah rasis di Perancis menyerang sebuah Masjid, mengotorinya dengan simbol-simbol Yahudi dan tulisan-tulisan yang menghina Islam.

Menurut sebuah koran lokal La Depeche, grafiti rasis yang berbunyi "kematian untuk tikus-tikus" dan "ras kotor keluarlah!" dan sebuah simbol bintang David Yahudi digambar dengan cat hitam di dinding Masjid kota Tarbes, kawasan Hautes-Pyrenees, Perancis.

Pengelola Masjid, yang telah berdiri sejak tahun 1993 dan sering didatangi oleh Muslim Maroko ini, Ali El Yahya, mengatakan bahwa mereka mengajukan keluhan resmi ke pihak kepolisian atas serangan rasis tersebut. Kepolisian telah melanjutkan investigasi terhadap serangan tersebut.

Sementara itu, di Houston, AS, pelaku vandalisme di sebuah Masjid telah mengajukan diri untuk meminta maaf atas kejahatan yang dilakukannya.

Polisi menginterogasi seorang pria yang mengaku telah menulis kata-kata merendahkan tentang kaum Muslim di dinding sebuah Masjid di pusat kebudayaan Houston, namun tidak ada tuntutan yang diajukan atas permintaan pemimpin pusat kebudayaan.

"Kami dapat mengidentifiksi seorang tersangka melalui rekaman kamera pengawas dan kartu bisnis yang tertinggal di lokasi kejadian," ujar Jodi Silva, juru bicara Departemen Kepolisian Houston. "Ketika kami menginterogasinya, ia mengakui perannya dalam insiden itu."

Pada hari Senin, kepolisian Houston menghubungi Turquoise Center, sebuah pusat kebudayaan Turki, di 9301 W. Belford, di mana insiden vandalisme (pengrusakan) terjadi pada tanggal 7 Oktober. Pemimpin Turquoise Center menolak untuk mengajukan tuntutan, ujarnya.

Pihak kepolisian dan FBI telah menginvestigasi insiden tersebut sebagai sebuah kejahatan bermotif kebencian.

Pria tersebut menawarkan diri untuk datang dan meminta maaf, ujar Ali Candir, Direktur Eksekutif Raindrop Turkish House, salah satu organisasi yang berkantor di dalam pusat kebudayaan itu.

"Kami katakan bahwa kami tidak memerlukan permintaan maaf, namun dia seharusnya meminta maaf pada Tuhan," ujar Candir.

"Kami meyakini bahwa ini adalah aksi yang berasal dari ketidakpedulian dan bukan kebencian," ujar Candir. "Ini adalah sesuatu yang bersifat individual dan tidak dapat digeneralisir, karena dari hakikat keyakinan kita, tidak ada yang dapat bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan oleh orang lain."

Ia mengatakan bahwa memaafkan dan toleransi adalah elemen-elemen penting dalam Islam.

Insiden besar semacam itu terjadi di Houston tahun 2006, ketika sebuah tanda sentimen anti-Muslim diletakkan di dekat Masjid Abu Bakr Siddiqui di blok 8800, Old Galveston Road.

Tahun lalu, Departemen Keselamatan Publik melaporkan dua kejahatan bermotif kebencian anti-Islam, menurun dari empat kejahatan yang terjadi tahun 2007. (rin/wb/ch) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon