Ulama Abdullah Mohammed, 41, meninggal akibat efek asap setelah api menyebar di teras rumahnya di London Road pada 5 juni.
Seorang juru bicara polisi Lancashire mengatakan pria itu ditangkap pada Selasa malam di Manchester dan sekarang sedang berada dalam tahanan.
Istri korban, Aysha, 39, dan putrinya Siddiqah, 14, tetap berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Putranya Muhammad, 9, telah dikeluarkan dari rumah sakit dan kini dalam perawatan keluarga besarnya.
Semua empat anggota keluarga diselamatkan oleh pemadam kebakaran dari properti yang terbakar tersebut.
Penangkapan datang empat hari setelah detektif membuat seruan publik untuk melacak tiga orang terlihat di TKP pada saat api menguasai rumah.
Detektif Inspektur Neil Hunter, dari Kepolisian Lancashire, berkata orang-orang itu terlihat keluar dari sebuah mobil yang diparkir dan berjalan menuju rumah.
Hunter mengatakan kepada wartawan, "Pada tahap ini penyebabnya tidak diketahui, tetapi kita memperlakukan ini sebagai penyelidikan pembunuhan."
"Sebuah penyelidikan polisi besar-besaran sekarang sedang berjalan untuk menetapkan penyebab kebakaran."
Dia mengatakan pemeriksaan forensik telah menggugurkan spekulasi bahwa api yang disebabkan oleh kesalahan listrik atau dengan ledakan spontan.
Hunter mengatakan, "Keluarga mereka sangat dihormati. Kita tidak bisa menerka-nerka apa motif orang ketika akan menyerang keluarga yang sangat baik dengan cara yang mengerikan ini."
Ia berkata Mohammed memiliki sebuah toko bersama kakaknya di Whalley Road, dan juga seorang ulama di sebuah Masjid lokal.
Putra sulungnya, Ashraf, 18, tidak ikut terjebak dalam api karena ia tengah belajar untuk gelar sarjana farmasi di Universitas Bradford.
Dia juga mengatakan bahwa tidak tampak bahwa mereka terlibat dalam perselisihan atau sengketa dengan siapa pun.
Dia menambahkan: "Itu adalah pertanyaan yang membingungkan dalam kasus ini, mengapa ada orang yang pada pagi-pagi buta menyerang keluarga ini?"
Hunter mengatakan ia tidak dapat mengesampingkan fakta bahwa keluarga itu mungkin telah menjadi korban kesalahan identitas.
Pada bulan Juni tahun ini di AS, FBI mengambil bagian dalam penyelidikan kematian seorang ulama Muslim yang tubuhnya ditemukan di dalam rumah yang terbakar di Yermo yang baru saja disemprot dengan epitet dan simbol-simbol Nazi yang rasis.
Pemerintah menganggap kejadian kebakaran 27 Mei lalu mencurigakan, tetapi mereka berkata dibutuhkan berminggu-minggu sebelum mereka bisa menentukan bagaimana api tersebut dimulai.
Pemadam kebakaran segera berusaha memadamkan api 40 menit kemudian, dan di dalamnya mereka menemukan mayat Imam Muhammad Ali, 51 tahun, di dalam rumah di East Yermo Road itu. Ali telah pada bulan sebelumnya memindahkan keluarganya dari sana. (iw/men/24) www.suaramedia.com














