Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Eksperimen Unik Burqa Di Finlandia

E-mail Cetak PDF

HELSINKI (Berita SuaraMedia) – Katja Kuokkanen, seorang jurnalis dari Finlandia, mengenakan burka untuk "menguji" masyarakat Finlandia. Tujuannya adalah untuk mencoba memahami bagaimana rasanya menutup seluruh tubuh hingga wajah dan bagaimana reaksi orang terhadapnya.

Untuk itu ia pergi ke bagian timur Helsinki di mana banyak wanita Muslim bercadar sering terlihat pergi ke wilayah tersebut menggunakan kereta bawah tanah.

Ia mendapat beragam reaksi, namun bukan hanya orang Finlandia yang berhenti dan menatapnya. Kuokkanen menemukan bahwa beberapa Muslim pun lebih menghormatinya ketika ia mendapat perhatian yang tidak diinginkan dari orang lain.

Selembar kain berwarna hitam di depan matanya membuatnya merasa rikuh. Ia menabrak pundak seorang pria kulit hitam ketika berbalik dari konter toko etnik. Pria itu meminta maaf. Kemudian ketika ia benar-benar melihat Koukkanen, seorang wanita dalam abaya hitam panjang dari kepala hingga ujung kaki serta cadar yang menutup muka, pria itu serta merta mengulangi permintaan maafnya dalam bahasa Arab dengan sedikit membungkukkan badan. Koukkanen belum pernah merasa dihargai hingga seperti itu.

Di jalan Hameenlinna, Helsinki, banyak wanita-wanita Muslim dengan berbagai macam cadar datang dari arah koridor stasiun bawah tanah Hakaniemi. Koukkanen pun mencoba naik salah satu kereta.

"Hei, itu pemandangan yang aneh!" teriak seorang pria mabuk pada ketiga temannya  di dalam kereta. Orang lain dengan sigap menghindar untuk tidak menatap Koukkanen.

"Hei, kau meninggalkan ini." Rambut Koukkanen diikat dengan tali rambut di balik niqabnya, namun tali rambut itu ternyata jatuh di kursi kereta.

"Saya tidak tahu apakah saya harus mengucapkan terima kasih pada wanita paruh baya yang baik hati itu, karena saya tidak dapat memutuskan apakah akan berbicara dalam bahasa Finlandia  dan membongkar penyamaran saya," ujar Koukkanen.

Seorang gadis muda Somalia di toko Hameentie mengatakan pada Koukkanen bahwa sedikit wanita Muslim yang mengenakan pakaian seperti yang dikenakannya hari itu.

Gadis itu mengatakan bahwa ia menghindari warna hitam karena itu hanya akan menimbulkan perhatian dan menambah drama. jilbab dalam berbagai warna ceria lebih baik.

Terdapat banyak reaksi terkejut di dalam pusat perbelanjaan. Seorang pemuda dengan sekaleng sari apel berjalan bolak balik dan menumpahkan minumannya karena terkejut.

"Baiklah, warna hitam memang dramatis," pikir Koukkanen.

"Saya sendiri mulai terbiasa dengan pakaian ini karena ringan dan hangat. Namun di sisi lain, contohnya, sulit untuk melakukan pembayaran di kasir dengan sarung tangan hitam. Kau juga sulit untuk melihat dengan baik di balik burka."

Sebuah keluarga yang terdiri atas tiga orang telah membeli es krim dan akan duduk di sebelah Koukkanen. Anak laki-laki keluarga itu yang baru berusia lima tahun terkesan dengan penampilan Koukkanen. Sementara orangtuanya terlihat ragu-ragu. Namun akhirnya mereka memutuskan untuk tetap duduk. Anak laki-laki itu tidak dibiarkan duduk di dekat Koukkanen dengan es krim yang dijilati di tangannya.

Koukkanen kemudian memutuskan untuk pergi ke pasar loak Puhonen. Di penyeberangan jalan Turunlinnan ia mengalami kontak yang tidak diduga.

Seorang wanita tua muslim mengucapkan "Assalamualaikum" dengan suara pelan. "Saya menjadi lebih sensitif. Saya tidak biasa berkomunikasi dengan wanita Muslim," ujar Koukkanen.

Hal itu terjadi berulang kali. Wanita Muslim dari berbagai usia dan etnis dengan kerudung di kepala mereka mengucapkan salam yang tidak dipahami oleh Koukkanen.

"Saya juga mendapat reaksi dari pria-pria Muslim di depan pasar loak. Mungkin orang Turki atau Irak dengan beberapa temannya. Mereka menghampiri dan menatap saya dengan tajam. Saya membalas tatapan itu namun ia tidak tahu jika saya melakukannya dari balik cadar ini. Ia juga melihat saya dari belakang," cerita jurnalis wanita ini.

Kemudian, di pintu sebuah toko etnik, seorang pria berteriak. "Halo! Hei, tunggu." Koukkanen tidak berhenti dan terus berjalan. "Saya rasa seorang wanita Muslim yang mengenakan burka tidak akan menjawab panggilan semacam itu."

Beberapa jam kemudian Koukkanen memutuskan untuk naik kereta bawah tanah ke Pusat Kamppi di tengah kota.

"Selalu ada penjual kosmetik yang biasanya kau hindari. Dengan pakaian tertutup ini mereka tidak mendekatimu. Lumayan." (rin/ie/tt) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon