Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Pelecehan Diploma Saudi Sulut Kemarahan Muslim Trinidad - Tobago

E-mail Cetak PDF

PORT OF SPAIN (Berita SuaraMedia) – Sejumlah kelompok Muslim di Trinidad dan Tobago menuntut permintaan maaf dari polisi setelah mereka menanyai dan menggeledah seorang diplomat Saudi yang sedang berkunjung untuk memproses visa bagi jamaah haji.

Polisi mengatakan bahwa mereka menanyai Fawaz Abdul Rahman Alshubaili dan menggeledah kamar hotelnya setelah menerima informasi yang menyatakan bahwa ia mengancam keamanan nasional.

Alshubaili, yang tiba di negara pulau kembar ini pada hari Minggu, dilaporkan sedang mendistribusikan visa ke warga Trinidad yang akan pergi ke Mekkah untuk menunaikan haji ketika polisi muncul di kamar hotelnya.

"Empat polisi masuk ke kamarnya dan mengatakan bahwa mereka mencari senjata dan amunisi, dan memintanya melepas kaus untuk digeledah," ujar Sheikh Munaf Mohammed yang mengkoordinir kunjungan Alshubaili.

"Ia memberitahukan bahwa ia memiliki paspor diplomatik dan menunjukkannya pada mereka namun ia mengatakan pada kami bahwa paspor itu tampaknya tidak terlalu berarti bagi mereka."

Alshubaili segera mengakhiri perjalanannya pada hari Selasa dan kembali ke Arab Saudi, marah terhadap peristiwa yang memalukan dan menyakitkan itu.

"Ia merasa sangat dipermalukan. Ia mengatakan bahwa ia datang ke negara kami untuk membantu warga Trinidad dan memudahkan 204 Muslim yang akan naik haji dan ini adalah perlakuan yang ia terima dari pemerintah," ujar Mohammed.

Masyarakat Muslim lokal mengekspresikan kemarahan mereka atas insiden tersebut.

"Jika ia adalah diplomat AS atau Kanada ia tentu tidak akan mendapat perlakuan seperti itu," ujar pemimpin Muslim Maulana Abdul Salam.

Ia mengatakan bahwa komunitas Muslim menuntut permintaan maaf dari komisaris polisi James Philbert dan Perdana Menteri Patrick Manning.

Berbicara pada media lokal, Philbert membela tindakan kepolisian, mengatakan bahwa petugasnya hanya menginvestigasi sebuah klaim tentang seseorang yang membagikan visa di hotel Hyatt. "Itu tidak biasa, karena itu kami sebagai polisi memiliki hak untuk menginvestigasi klaim semacam itu," ujarnya.

Alshubaili digeledah di hotelnya dan diinterogasi selama beberapa jam oleh polisi. Sheikh Munaf Mohammed menambahkan bahwa insiden itu dapat memberikan dampak buruk terhadap hubungan diplomatik antara Trinidad dan Tobago dengan Arab Saudi. Ia mengatakan bahwa Alshubaili dikirim ke Trinida dan Tobago oleh pemerintahnya untuk membantu kaum Muslim di negara tersebut memperoleh visa agar mereka tidak perlu pergi ke Caracas, Venezuela, untuk menyelesaikan prosesnya di Kedutaan Besar Arab Saudi di sana. (rin/dn/gd) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon