Dalam konferensi itu, para pemimpin Muslim AS akan mengulangi kecaman mereka terhadap penembakan tersebut dan menyerukan agar masyarakat Amerika tetap tenang dalam menyikapi peristiwa tragis itu.
"Kami mengecam serangan pengecut ini dan meminta agar para pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku. Tidak ada ideologi politik atau relijius yang dapat membenarkan atau menjadi alasan tindak kekerasan yang diskriminatif ini. Serangan ini mengerikan terutama karena mentarget para tentara sukarelawan yang melindungi bangsa kita. Muslim AS berdiri bersama rekan–rekan sebangsa untuk mendoakan para korban dan menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan."
Bersama dengan kecaman terhadap teror tersebut, CAIR telah meluncurkan sebuah petisi anti-teror online berjudul "Bukan atas nama Islam," menginisiasi kampanye melawan ekstremisme relijius, serta mengeluarkan sebuah fatwa melawan terorisme dan ekstremisme.
Tragedi tersebut dimulai ketika sejumlah pria bersenjata melakukan penembakan dan menewaskan 12 orang prajurit dan melukai setidaknya 31 orang lainnya di pangkalan militer Fort Hood yang terletak di Texas, AS. Penembakan tersebut terjadi pada hari Kamis waktu setempat (Jumat 6/11 WIB).
MSNBC melaporkan bahwa setidaknya ada dua orang penembak, satu orang disebutkan telah ditahan, hal itu menambahkan spekulasi bahwa ada lagi penembak ketiga.
Semua yang terlibat dalam peristiwa tersebut adalah personil militer.
Salah seorang penembak diyakini memiliki sebuah senapan penembak jitu berkekuatan tinggi, dan masih berada di sebuah gedung dikepung oleh tim SWAT, kata MSNBC.
Anggota kongres setempat, John Carter, membenarkan bahwa ada penembakan di Fort Hood, pangkalan militer terbesar AS yang seringkali mengirimkan prajuritnya untuk berangkat ke Irak.
Penembakan tersebut terjadi menjelang upacara kelulusan di pusat kesiapan prajurit, kata Carter, namun ia tidak dapat mengkonfirmasikan laporan korban luka.
"Ada seorang kenalan saya di lokasi kejadian, yang merupakan direktur regional saya dan mantan pemuka agama di Fort Hood, ia sedang menunggu upacara kelulusan ketika tiba-tiba seorang prajurit mendatanginya dan berkata, Pak, jangan kesana. Ada.. ada penembakan yang terjadi di sana," kata Carter kepada MSNBC.
"Dia mendengar bunyi ledakan senjata dan desingan peluru ketika berada di sana, dan dia mendapatkan informasi bahwa ada satu orang yang ditangkap, namun mungkin saja ada lebih dari itu, dia tidak tahu. Fort Hood memang memiliki program khusus dan menjadi tempat rehabilitasi banyak prajurit yang mengalami sindrom stres pasca trauma, berkaitan dengan dampak peperangan," tambah Carter.
Di situs web Fort Hood, terdapat sebuah pesan yang mengatakan bahwa pangkalan 3rd corps, divisi infanteri keempat telah ditutup, namun tidak diberikan rincian lebih lanjut. Seluruh unit pasukan tersebut menjalankan tugas di Irak.
Secara efektif, Fort Hood ditutup. Seluruh organisasi dan unit diperintahkan untuk memeriksa akuntabilitas para personil. Ini bukan latihan. Ini keadaan darurat," tulis situs tersebut.
Sekolah-sekolah di area tersebut juga ditutup, kata MSNBC.
Fort Hood adalah instalasi militer terbesar di AS yang terletak di Texas yang juga merupakan kampung halaman mantan presiden George Bush, dan memiliki sekitar 50.000 orang pasukan di dalamnya. (rin/et/nb/sm) www.suaramedia.com
Click Video














