Renovasi rumah ibadah tertua ini dilakukan saat bangunan tersebut tidak dapat lagi menampung bertambahnya penduduk Muslim di daerah itu. Struktur yang semakin menua ini telah menimbulkan keprihatinan di kalangan Muslim, sehingga memicu aksi ini. Demi hal tersebut sebuah organisasi amal Islam Gambia, Ann Asru Deen dan Pembangunan, dengan dukungan finansial dari Mosque Appeal yang berbasis di Inggris, memulai latihan renovasi besar-besaran. Memakan ribuan biaya dalasis, Masjid ini kini dapat menampung sekitar 600 jamaah.
Namun, Ann Asru Deen dan Pembangunan, selama bertahun-tahun telah memberikan bantuan kemanusiaan yang besar untuk komunitas Muslim di sejumlah negara-negara Afrika Barat, terutama di bidang bantuan pangan, mensponsori Masjid, anak yatim, serta sekolah-sekolah Islam.
Berbicara dalam sebuah wawancara dengan wartawan, Hatab Hydara, ketua dari organisasi mengatakan organisasinya mengerjakan proyek-proyek yang diarahkan untuk pembangunan manusia sebagai sesuai dengan ajaran Al Qur'an, sehingga memperkuat Islam. "Saat ini saya sedang mensponsori organisasi sekolah Islam di Bissau, tapi kami melakukannya sebagai proyek pilot, dan jika berhasil, maka kita akan memperluas sayap kami ke daerah lain di Guinea, katanya.
Sekolah Islam, menurut Hydara akan ditujukan untuk menghafal Alquran dan siswa dari berbagai kategori umur akan mendaftarkan diri. Dia menambahkan bahwa organisasi ini juga bekerja di propinsi Guinea Bissau, terutama di bidang kesehatan. Sementara memuji pemerintah Bissau atas kerjasama dengan organisasi, Hydara menekankan bahwa renovasi Masjid akan semakin dalam memupuk iman, persatuan dan kerjasama antara orang-orang Islam. Hal ini, katanya akan lebih memperkuat hubungan antara masyarakat di Bissau.
Dalam khotbah perdana, Sheriff Cheikh Hatab Hydara dari Dairou Kairy, yang juga merangkap sebagai kepala sherif di Cassamance, menyerukan persatuan di kalangan umat Islam, khususnya mereka yang berada di Bissau dan mendesak mereka untuk mengikuti ajaran Islam. "Masjid ini bukan milik siapa pun. Ini adalah rumah ibadah. Lagi pula, itu adalah tugas kita untuk membantu para imam kita; selama Anda memilih dia untuk memimpin Anda," katanya.
Namun ulama terkenal itu menyerukan umat Islam untuk berhenti dari krisis Keimaman, menambahkan bahwa sekarang Masjid telah diresmikan, dan dia berharap keimanan para Muslim dapat semakin ditingkatkan. Dia menambahkan, sudah kewajiban setiap Muslim untuk mempraktikkan shalat jamaah, karena itu memiliki nilai pahala yang lebih tinggi dibanding jika dilakukan sendiri. Dia juga menyerukan umat Islam di Bissau untuk menjadi teguh dalam agama mereka dan berdoa bagi perdamaian dan stabilitas di sub-wilayah. Dia berbicara panjang lebar tentang perlunya umat Islam untuk merangkul satu sama lain sebagai saudara dan saudari, sejalan dengan ajaran Islam.
Alhaji Kaffia Manneh, Imam Masjid yang baru saja direnovasi, dalam sebuah wawancara dengan harian Observer meggemakan sentimen serupa. Pejabat pemerintah senior Bissau seperti Yankuba Njie, Omar Jallow, kedua penasihat keamanan dan pertahanan kepada Presiden Malang Bacai Sanha, menghadiri peresmian tersebut.
Statistik resmi tahun 2005 untuk Islam di Guinea memperkirakan bahwa 85% dari 7,8 juta orang penduduk Guinea adalah Muslim. Sebagian besar adalah Sunni yang mengikuti tradisi hukum Maliki dan Qadiri dan sufi Tijani. Meskipun mendirikan koloni Perancis pada tahun 1891, kekuasaan mereka di wilayah itu lemah. Setelah kemerdekaan pada tahun 1958, presiden Marxis Sékou Touré yang mempersulit Islamisasi, hanya setelah popularitasnya memudar pada 1970-an itu Touré berusaha untuk mengkooptasi lembaga-lembaga Islam untuk melegitimasi kekuasaannya. Sejak kematian Touré pada tahun 1984, kerjasama antara komunitas Muslim dan pemerintah berlanjut. (iw/os/wp) www.suaramedia.com














