Berbicara di Klub Pers Swiss di Jenewa, ia mengatakan bahwa media mungkin telah salah menterjemahkan komentarnya.
Ia mengatakan bahwa sebagai seorang wanita Eropa, ia memiliki masalah dengan burka sebagai sebuah simbol, namun ia tidak terlalu mengkhawatirkan tentang itu karena hanya sedikit wanita yang mengenakannya di Swiss, sebagian besar adalah turis, dengan peringatan bahwa jika terlalu banyak yang mulai mengenakannya di masa depan, sebuah larangan akan dibahas atas dasar proporsionalitas.
Ia menambahkan bahwa Kabinet menentang inisiatif melawan pembangunan menara Masjid, yang akan diputuskan dalam sebuah pemungutan suara pada tanggal 29 November. Ia mengatakan bahwa itu melanggar kebebasan beragama dan larangan diskriminasi yang dijamin oleh konstitusi.
Ia mengatakan bahwa ia berharap Islamophobia di Swiss akan berakhir setelah pemungutan suara itu.
Pada hari Selasa lalu, menteri kehakiman Swiss mengatakan bahwa negaranya dapat melarang pemakaian burka di masa mendatang, saat negara tetangganya, Perancis, sedang memperdebatkan isu tersebut.
Eveline Widmer-Schlumpf mengatakan bahwa melihat seorang wanita dalam burka membuatnya merasa tak nyaman, meskipun pakaian yang menutup seluruh tubuh itu jarang dikenakan di Swiss.
"Jika jumlah wanita yang mengenakan burka meningkat, kita dapat membahas kemungkinan dikeluarkannya larangan," ujar Widmer-Schulumpf, 53, dalam sebuah konferensi pers di mana ia mengenakan rok pendek dan sepatu bot hitam dari bahan kulit.
Namun ia mengatakan bahwa persoalan jilbab tidak ada dalam agenda pemerintah saat ini.
Di Perancis, Presiden Nicholas Sarkozy telah mengungkapkan penentangannya terhadap burka, dan sebuah komisi parlemen saat ini sedang mengadakan dengar pendapat yang akan berlangsung selama enam bulan untuk membentuk landasan kerja bagi pelarangan kerudung di depan publik.
Sejumlah politisi Perancis berpendapat bahwa kerudung adalah sebuah penghinaan bagi hak-hak kaum wanita dan komitmen Perancis terhadap kesetaraan. Sekitar lima juta Muslim Perancis mengenakan jilbab. (rin/wr/n24) www.suaramedia.com














