"Para murid berpikir bahwa mereka mungkin telah makan daging babi dan karena itu jatuh sakit," ujar kepala sekolah, Sissel Graberg Vatn.
Ketika sejumlah murid di sekolah itu jatuh sakit, beberapa karyawan menjadi khawatir.
Kepala sekolah kemudian menghubungi Dewan Islam Norwegia untuk mencari solusi atas masalah itu.
Sekolah Jordal bukan satu-satunya sekolah yang mengalami persoalan tersebut, ujar sekretaris jenderal Dewan Islam, Shuaib Sultan.
"Kami telah menerima laporan dari dua sekolah," ujarnya.
Dewan Islam memeriksa sendiri daftar emailnya untuk mengetahui jika pelecehan itu terjadi di sekolah-sekolah lainnya. Mereka belum mendapat respon dari sekolah lain di distrik tersebut karena itu Sultan berpendapat bahwa masalah ini sekarang baru dapat ditemukan hanya di dua sekolah tersebut di Oslo.
Dokter distrik Trude Arnesen merasa ini adalah persoalan yang serius ketika murid-murid mulai menyembunyikan bahwa mereka telah terkena flu babi.
"Jika murid-murid yang terinfeksi flu babi berada di lingkungan sekolah mereka dapat menulari murid lainnya."
Dewan Islam mendukung sebuah proposal untuk tidak menggunakan nama flu babi dan menyebutnya H1N1. Ini telah dicoba di sekolah Jordal.
Sebagai tambahan, Dewan Islam berpendapat bahwa pihak sekolah harus menghubungi para orangtua murid untuk mencegah kesalahpahaman lebih jauh, karena laporan tertulis seringkali tidak sampai ke mereka.
Kasus kematian pertama akibat flu babi dilaporkan pada awal September. Di bulan Oktober 2009, Norwegia resmi menjadi salah satu negara Skandinavia dengan tingkat kematian akibat flu babi yang cukup tinggi – 15 tewas per tanggal 2 November 2009.
Kesembilan belas wilayah Norwegia kini telah mengkonfirmasi kasus flu babi, dan lima di antaranya tewas akibat virus ini. Pemerintah Norwegia telah memiliki kesepakatan vaksin flu pandemik dengan industri farmasi, dan ketika WHO mendeklarasikan penyakit ini sebagai sebuah pandemik, sekitar 10 juta dosis vaksin flu baru pun dipesan.
Penyebaran vaksinasi yang pertama kali dimulai di Bergen pada tanggal 22 Oktober, dengan beberapa ratus orang yang mengantri untuk mendapatkannya. Pada musim gugur 2009, Norwegia akan mendapat pasokan 9.4 juta dosis vaksin pandemik. Ini berarti setiap orang dapat memperoleh dua dosis vaksin. Vaksin ini akan dapat digunakan pada bulan November atau Desember.
Flu baru ini pun memperoleh pemberitaan yang meluas. Pemerintah mempublikasikan secara reguler kasus-kasus flu babi yang telah dikonfirmasi oleh laboratorium, namun menekankan bahwa ini hanyalah bagian kecil dari jumlah kasus flu babi yang sebenarnya. (rin/ie/wp) www.suaramedia.com














