Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Adzan Palsu Berbuntut Serangan Masjid Swiss

E-mail Cetak PDF
JENEWA (Berita SuaraMedia) – Untuk kedua kalinya dalam sepuluh hari terakhir, dua minggu sebelum pemungutan suara anti menara Masjid, Masjid Petit-Saconnex di Jenewa, mengajukan komplain ke kepolisian.

Pada hari Sabtu, 7 November, warga terbangun pukul tujuh pagi oleh suara adzan yang diorganisir oleh kelompok sayap kanan Jeunes Identitaires Genevois (JIG) melalui sebuah megafon yang dipasang di atas mobil.

JIG memilih hari Sabtu karena pada hari itu kaum Muslim mengadakan sebuah open house di Masjid-Masjid di seluruh Swiss.

JIG membenarkan aksi mereka, mengatakan bahwa mereka perlu menginformasikan orang-orang. "Kami ingin menunjukkan bahwa seandainya inisiatif ini ditolak, kami secara de facto menerima bahwa dalam beberapa tahun mendatang panggilan-panggilan semacam itu akan bergema di seluruh Swiss," ujarnya kepada koran Swiss, Le Matin.

Malam Sabtu kemarin, sebuah Masjid setempat mendapat lemparan batu. Jendela, pintu kayu, dan kubah granit Masjid di pintu masuk rusak, ujar imam Islamic Cultural Center, Youssef Ibram. Ibram mengatakan bahwa polisi mengamankan beberapa kilo batu untuk memeriksa sidik jari dan DNA yang tertinggal.

Ini adalah pertama kalinya dalam 30 tahun sebuah Masjid mengalami vandalisme, ujar imam tersebut. Ia mengaitkannya dengan panggilan adzan palsu dan inisiatif pemungutan suara untuk menara Masjid.

Masjid itu akhirnya harus mempekerjakan seorang petugas keamanan untuk menjaga Masjid di malam hari.

Presiden Swiss, Hans-Rudolf Merz, pada hari Selasa mengatakan kepada para pemilih bahwa seruan adzan tidak akan diperdengarkan di Swiss, tepat saat ia sedang berkampanye melawan sebuah referendum untuk melarang pembangunan menara Masjid.

"Kaum Muslim harus dapat mempraktikkan ajaran agamanya dan memiliki akses untuk membangun menara Masjid di Swiss. Namun seruan adzan tidak akan terdengar di sini," ujar Merz dalam sebuah video yang ditayangkan secara nasional.

Masyarakat Swiss melakukan pemungutan suara pada tanggal 29 November mengenai gerakan yang diluncurkan oleh kelompok sayap kanan untuk melarang pembangunan menara Masjid, yang didukung oleh  partai politik terbesar di negara tersebut, Partai Rakyat Swiss (SVP).

Pemerintah Swiss dan semua partai politik lainnya menentang gerakan untuk melarang menara Masjid itu.

Pada hari Selasa, Merz menegaskan sikap pemerintah, menyerukan kepada masyarakat untuk menolak Inisiatif SVP menentang pembangunan menara Masjid.

"Setiap agama memiliki arsitekturnya sendiri-sendiri, baik itu gereja, sinagog, maupun menara," tambahnya.

"Dari situ saya dapat melihat ekspresi keragaman dalam masyarakat kita. Swiss menjamin kebebasan beragama. Kita hidup di dalam masyarakat yang multibudaya dan terbuka. Semua penganut agama, termasuk kaum Muslim, harus dapat mempraktikkan keyakinannya."

Pemerintah berargumen bahwa hukum perencanaan yang ada telah cukup memastikan dipatuhinya peraturan bangunan

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon