Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Generasi Kedua Muslim Belanda Dalam Kebangkitan Relijius

E-mail Cetak PDF

AMSTERDAM (Berita SuaraMedia) – Generasi kedua Muslim Maroko-Belanda lebih sering pergi ke Masjid. generasi pertama lebih jarang pergi daripada di masa lalu, menurut sebuah laporan integrasi tahunan Institut Penelitian Sosial (IPS).

Enam puluh tiga persen Maroko generasi pertama jarang datang ke Masjid, bandingkan dengan 72% di tahun 1998. Ini termasuk mereka yang hanya pergi dua kali dalam setahun. Generasi anak-anak mereka justru lebih sering pergi ke Masjid. Di tahun 1998, 46% generasi muda pergi ke Masjid secara reguler, sedangkan kini naik menjadi 66%.

IPS mengatakan bahwa data itu menunjukkan adanya kebangkitan relijius di antara generasi kedua Muslim Maroko. Mungkin juga bahwa fakta itu memperlihatkan pertambahan usia generasi kedua. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang akan lebih sering pergi ke gereja atau Masjid ketika mereka sampai pada usia di mana mereka memiliki sebuah keluarga.

Selain isu relijius, IPS juga meneliti tingkat pendidikan dan kejahatan di kalangan imigran. Kesimpulan umumnya adalah bahwa dalam beberapa hal integrasi telah berjalan dengan baik, namun dalam hal lain masih belum. Perbedaan antara lingkungan kulit hitam dan kulit putih masih meningkat, murid-murid imigran masih tertinggal dalam pendidikan dan kejahatan masih tetap tinggi.

Istilah Maroko-Belanda merujuk pada kaum imigran yang berasal dari Maroko dan keturunannya. Mereka adalah salah satu kelompok minoritas terbesar yang membentuk 10.4% dari total populasi dengan latar belakang asing di Belanda.

Orang Maroko tidak banyak terwakili dalam gelombang migrasi besar ke Belanda dari pertengahan tahun 1940an hingga pertengahan 1960an, yang kebanyakan terdiri atas orang-orang dari bekas koloni Belanda. Namun, mereka mulai muncul dalam jumlah besar dalam gelombang kedua, 100.000 orang Turki dan Maroko  datang antara tahun 1965 hingga 1973 dan 170.000 lainnya menyusul antara tahun 1974 hingga 1986.

Generasi awal yang datang ke Belanda terdiri atas pekerja tamu, yang rekrutmen dan kedatangannya diatur dalam sebuah perjanjian bilateral yang ditandatangani tahun 1969. Namun, para pekerja tamu itu tidak kembali ke tempat asalnya. Mulai tahun 1970an, jumlahnya mereka yang datang untuk reunifikasi keluarga menjadi semakin signifikan.

Per tahun, statistik Dutch Centraal Bureau voor de Statistiek terkati warga keturunan Maroko menunjukkan bahwa:

- 166,774 orang dari generasi pertama (88,084 pria, 78,690 wanita)

- 174,754 orang dari generasi kedua (88,563 pria, 86,191 wanita), dari mana 23,255 orang dengan salah satu orangtua yang lahir di Belanda (11,911 pria, 11,344 wanita) dan 151,499 orang yang orangtuanya lahir di luar Belanda (76,652 pria, 74,847 wanita).

Untuk total 341,528 orang (176,647 pria, 164,881 wanita). Ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 51% dari 225,088 orang di tahun 1998. Populasi ini telah menunjukkan pertambahan tiap tahun sejak saat itu. (rin/ie/wp) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon