Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Partai Swedia Tebar Retorika Anti-Muslim Demi Politik

E-mail Cetak PDF

STOCKHOLM (Berita SuaraMedia) – Mencontek retorika anti-Muslim dari partai-partai sayap kanan Eropa, partai sayap kanan Swedia meluncurkan sebuah kampanye melawan minoritas Muslim di negara Skandinavia itu untuk memperoleh kepentingan politik.

"Ini adalah bagian dari tren di nama kritik terhadap kaum Muslim digunakan untuk memperoleh kekuasaan politik," ujar Anna Waara, presiden Muslim Swedia untuk Perdamaian dan Keadilan, kepada Kantor berita IslamOnline.

Jimmie Akesson, pemimpin partai sayap kanan Demokrat Swedia, mempublikasikan sebuah opini bulan lalu  yang menggambarkan kaum Muslim sebagai sebuah ancaman besar.

"Komentar yang dilontarkan oleh Demokrat Swedia membuat saya khawatir," ujar Waara.

"Lebih mengkhawatirkan lagi jika partai lain mengambil alih retorika Demokrat Swedia, menggunakannya sendiri dan menormalisasikannya."

Didirikan tahun 1988, Demokrat Swedia menggambarkan dirinya sebagai sebuah gerakan nasionalis.

Data jajak pendapat menunjukkan bahwa partai sayap kanan ini memiliki dukungan sebesar 6%, perolehan terbaik mereka hingga hari ini yang dapat membantu mereka masuk ke parlemen.

Partai ini terkenal akan kampanye anti-imigran dan anti-Muslimnya, dengan manifestonya yang menggambarkan kaum Muslim membahayakan bangsa Swedia.

Di tahun 2006, partai tersebut mempublikasikan kartun Denmark yang menyindir Nabi Muhammad dalam situs liga pemudanya.

Mereka juga melakukan kampanye menentang semua pencekalan terhadap kartun tersebut di bawah klaim kebebasan berbicara.

Waara juga menyebutkan bahwa retorika anti-Muslim bahkan terlihat di media.

"Atmosfer media jelas telah berubah," ujarnya.

"Telah menjadi hal yang normal untuk berbicara tentang Muslim dengan nada yang menyinggung. Mereka menjual isu untuk  menulis tentang teror Muslim,  kekerasan dan persoalan dengan imigran Muslim."

Waara mengatakan, terlepas dari kampanye sayap kanan itu, masyarakat Swedia masih ramah terhadap kaum Muslim.

"Menjadi Muslim di Swedia maish belum menjadi masalah besar," ujarnya.

"Kami masih belum melihat adanya hukum yang diskriminatif seperti di Perancis atau Denmark misalnya."

Untuk melawan kampanye partai sayap kanan itu, Muslim Swedia meluncurkan dua proyek untuk memerangi Islamophobia di negara Skandinavia ini.

"Yang satu tentang identitas Swedia dan bagaimana identitas Muslim tidak berkonflik dengan menjadi seorang Swedia."

"sedang lainnya adalah tentang Pembantaian Muslim di Srebrenica yang kami rasa telah terlupakan."

Lebih dari 8.000 pria dewasa dan remaja dibunuh dan dikubur di kuburan massal ketika pasukan Serbia menyerang Srebrenica tahun 1995.

"Kami juga telah membuat brosur informasi tentang pesan perdamaian dalam Islam," ujar Waara.

Kaum Muslim berjumlah 200.000 dari sembilan juta total penduduk negara ini. Para pemimpin Muslim mengatakan bahwa jumlah mereka mencapai 400.000.

"Peran kami adalah untuk berusaha memberi nuansa berbeda terhadap citra Islam dan Muslim, untuk mengusahakan citra yang lebih luas tentang kita," ujar Waara.

"Kami berusaha menunjukkan keragaman di kalangan Muslim yang tidak selalu tampak di Swedia."

"Kami ingin menciptakan perdamaian dan keadilan dari nilai-nilai fundamental yang demokratis dan Islami sesuai Al Quran dan Hadist." (rin/io) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon