Pada hari Rabu Sarah Obama berada di lembah Mina dengan delegasi Afrika, menurut harian Okaz Saudi.
Obama, ibu dari ayah presiden AS, tinggal di sebuah desa di Kenya dan merupakan salah satu dari sekian banyak tamu istimewa Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud.
Pada bulan April tahun ini, sebuah keputusan oleh gereja Protestan yang hendak memasukkan salah seorang nenek tiri Presiden AS Barack Obama menjadi Kristen telah menerbitkan pergunjingan dari umat Muslim di Kenya.
"Sangat saya sesalkan bahwa pihak gereja harus memaksanya untuk memeluk agama mereka," kata Sheikh Mohamed Khalifa, mantan sekretaris dewan Imam di Kenya pada 20 April lalu.
Sebuah gereja di wilayah Barat kota, Kisumu, berencana membaptis Mama Sarah, 87, dalam sebuah upacara akbar pada Sabtu, 18 April.
Sarah yang beragama Islam merasa kaget ketika mendapat undangan upacara tersebut, dan memutuskan untuk menolaknya.
"Ketika saya mengetahui bahwa mereka berencana membaptisku, saya menolak untuk datang," kata Sarah.
Sarah pernah menjadi "selebriti nasional" kala cucunya, Barack Obama, mengunjungi wilayah tersebut pada 2006 silam.
Sekitar dua juta umat Islam berkumpul di Mekkah setiap tahun untuk melakukan ibadah haji tapi para pejabat Saudi memperkirakan lebih sedikit peziarah tahun ini karena ancaman dari virus H1N1 yang dikenal sebagai flu babi.
Kerumunan peziarah telah berkumpul di kota suci Mekkah dalam beberapa hari, dan memulai ritual haji pada hari Rabu.
Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam. Ini adalah kewajiban untuk semua muslim mampu untuk menghadiri sekurang-kurangnya sekali selama hidup mereka, asalkan mereka mampu melakukannya.
Sementara itu, sang cucu dari Gedung Putih, Presiden Barack Obama mengirim pesan pada hari Rabu atas nama AS untuk jamaah haji melakukan ibadah haji tahunan di Arab Saudi, dan untuk umat Islam di seluruh dunia merayakan hari libur Idul Adha.
"Ritual Haji dan Idul Adha, keduanya berfungsi sebagai pengingat tiga agama besar dunia berbagi akar yang sama, yaitu Ibrahim," tulis sebuah pernyataan Gedung Putih.
"Atas nama rakyat AS, kami ingin menyampaikan salam kami selama musim haji ini, Eid Mubarak," kata Obama, menggunakan salam Muslim tradisional.
Lautan peziarah dari seluruh dunia, mengenakan jubah putih dan handuk, memulai ritual haji selama lima hari pada hari Selasa dan pada awal hari Rabu.
Beberapa orang tampaknya prihatin terhadap ancaman utama untuk haji, yaitu flu babi, meskipun berita bahwa empat jamaah haji telah meninggal akibat penyakit tersebut sebelum upacara resmi dimulai.
Obama mengatakan dalam pernyataan bahwa Departmen Kesehatan dan Pelayanan Manusia AS tahun ini bermitra dengan Kementerian Kesehatan Saudi "untuk mencegah dan membatasi penyebaran H1N1" selama haji.
"Kerjasama di memerangi H1N1 adalah salah satu cara kita melaksanakan komitmen pemerintahan saya untuk kemitraan dalam bidang-bidang kepentingan bersama," kata Presiden. (iw/aki/afp) www.suaramedia.com














