Moselmane akan mengisi posisi itu ketika Henry Tsang mengundurkan diri. Pengunduran diri Tsang yang lebih awal memungkinkan Partai Buruh untuk mengisi lowongan itu dengan anggota parlemen baru yang akan meneruskan masa jabatan hingga 2015.
Terlepas dari jabatannya sebagai walikota, selama lebih dari satu dekade, Moselmane telah menjadi anggota dewan di Sydney selatan.
Anggota parlemen negara bagian ini mengatakan bahwa sementara ia telah mengalami diskriminasi di dalam partainya karena agama yang dianutnya, kepindahannya ke parlemen akan mengirimkan pesan bahwa partai Buruh kini bersifat inklusif.
Moselmane meyakini bahwa penunjukkannya sebagai anggota Majelis Tinggi Parlemen tidak hanya memapankan inklusivitas terhadap rakyat Australia, tapi juga terhadap seluruh dunia. "Saya pikir ini penting bagi pemerintah New South Wales dan Australia. Mereka mengirimkan pesan yang signifikan kepada dunia bahwa masyarakat Australia bersifat inklusif."
"Hal ini memungkinkan, membantu, dan tidak melarang anggota komunitas dengan latar belakang agama yang berbeda dan saya pikir ini adalah sesuatu yang sangat positif bagi New South Wales dan Australia, mengingat situasi kita di mana tetangga-tetangga kita, Indonesia, Malaysia, dan yang lainnya adalah negara-negara Muslim, saya rasa ini sangat bagus bagi New South Wales."
Ketika ditanya apakah ia pernah mengalami diskriminasi di dalam partai Buruh, Moselmane menjawab, "Dalam beberapa hal, orang-orang dengan latar belakang non-berbahasa Inggris selalu dilihat sebagai orang luar dan saya rasa partai ini dan juga New South Wales sedang bergerak menuju ke arah yang harmonis dan inklusif bagi semua komunitas. Saya harap seiring berjalannya waktu ini akan berkembang."
Moselmane mengatakan bahwa penghargaannya terhadap demokrasi telah tertanam ketika ia dan keluarganya menyelamatkan diri dari perang sipil di Lebanon tahun 1977 ketika ia berusia 11 tahun dan pindah ke Rockdale.
Ia telah terlibat dalam advokasi bagi kaum Muslim namun mengatakan bahwa keyakinannya sendiri adalah sebuah persoalan pribadi.
Dengan menjadi anggota Majelis Tinggi, ia berharap dapat menjadi suri tauladan bagi komunitas Muslim Sydney.
"Saya rasa hal ini membantu orang lain dan saya dapat menjadi suri tauladan bagi orang-orang dengan latar belakang semacam itu di sini dan merespon persoalan-persoalan mereka," ujar Moselmane.
"Jika ini dapat membantu orang-orang maka ini adalah hal yang bagus bagi New South Wales dan orang-orang dengan latar belakang itu untuk melihat bahwa kami juga memiliki perwakilan di dalam parlemen. Namun, agama adalah keyakinan pribadi, dan harus tetap begitu. Dalam pandangan saya, tidak masalah apa agamamu, karena itu adalah pilihanmu."
Istri Moselmane, Mika, juga bermigrasi dari Jepang untuk kuliah master. Pasangan ini dikaruniai seorang anak laki-laki berusia lima tahun, Joseph.
"Saya tidak tahu apapun selain Australia. Sebagian besar hidup kami dihabiskan di Sydney, di Rockdale," ujarnya.
Tsang terpaksa mengundurkan diri dari posisinya sebagai sekretaris parlemen dan telah mengindikasikan bahwa ia akan meninggalkan parlemen, dengan sebuah pengumuman paling cepat minggu depan. (rin/it/dt) www.suaramedia.com














