Menurut sebuah rilisan berita, penayangan online itu adalah bagian dari sebuah inisiatif akar rumput untuk mendidik publik mengenai ancaman yang dihadirkan oleh Islam radikal terhadap keamanan nasional AS. Film kontroversial itu memperlihatkan gambar-gambar eksklusif dari televisi Arab yang belum pernah dilihat di Barat, termasuk wawancara dengan mantan teroris.
Para ahli seperti Alan Dershowitz, Steve Emerson, John Loftus, Caroline Glick, dan Nonie Darwish juga diwawancarai dalam film tersebut. "Obsession" memenangkan penghargaan feature film terbaik dalam Liberty Film Festival.
"Thanksgiving adalah saat di mana kita berhenti sejenak untuk mempertimbangkan nilai-nilai yang membuat AS menjadi hebat," ujar Raphael Shore, produser Obsession dan dokumenter lanjutannya The Third Jihad.
"Obsession: Radical Islam's War Against the West", atau yang sering disebut "Obsession", adalah sebuah film dokumenter kontroversial tahun 2005 tentang ajaran-ajaran dan tujuan Islam radikal yang menggunakan gambar-gambar dari televisi Arab dan Iran. Obsession membandingkan ancaman Islamisme radikal dengan Nazisme sebelum Perang Dunia II, dan menarik hubungan antara Islamis radikal dan Partai Nazi selama perang dunia.
Distribusi 28 juta DVD Obsession secara gratis melalui pos langsung telah menarik perhatian dan kehebohan. Penyebutan Islam radikal dan Islamis dikritik oleh organisasi-organisasi Muslim sebagai Islamophobik dengan sebuah agenda politik, dan distribusi yang lebih besar sebelum pemilu presiden 2008 serta terungkapnya pendanaan distribusi telah menyulut kontroversi dan spekulasi.
Wayne Kopping membantu menulis, menyutradarai, dan mengedit film. Raphael Shore membantu menulis dan memproduksi film. Kopping dan Shore sebelumnya berkolaborasi dalam "Relentless: The Struggle for Peace in the Middle East". Brett Halperin, yang tertulis sebagai manajer produksi, adalah sebuah nama alias menurut Shore. Nama aslinya adalah Erik Werth, seperti yang diungkapkan dalam sebuah artikel di FAIR.com bulan November/Desember 2008.
Produser eksekutif Peter Mier, nama alias untuk seorang pengusaha Yahudi Kanada yang tak diketahui namanya, menyediakan sekitar 80% dari dana film itu sebesar USD 400.000, menurut Raphael Shore. Menurut dokumen kantor pajak AS yang diperoleh Pusat Laporan Investigatif, bantuan dana untuk film ini berasal dari sebuah organisasi bernama Castello Limited.
Film tersebut menggunakan banyak gambar dari televisi Arab yang disediakan oleh Institut Penelitian Media Timur Tengah dan Media Watch Palestina.
Di antara orang-orang yang terlibat dalam film ini adalah Nonie Darwish, Alan Dershowitz, Steven Emerson, Brigitte Gabriel, Martin Gilbert, Caroline Glick, Alfons Heck, Glen Jenvey, John Loftus, Salim Mansur, Itamar Marcus, Khaleel Mohammed, Daniel Pipes, Tashbih Sayyed, Walid Shoebat, Khaled Abu Toameh dan Robert Wistrich.
Khaleel Mohammed, profesor studi relijius di Universitas Negeri San Diego yang diwawancarai tentang arti jihad dan penyalahgunaannya oleh kaum ekstremis, kemudian meminta maaf atas keterlibatannya dalam film itu dan mengatakan bahwa beberapa jawabannya telah disalahgunakan. (rin/sf) www.suaramedia.com















